Kamis, 04 Juni 2015

Posko SM3T di Desa Umpakalo Distrik Kurulu kab Jayawijaya Papua


___

Rencana ini sudah sejak awal tahun 2015, namuan karena kegiatan dan agenda yang padat, sang perencana tidak bisa melaksanakannya sesuai yang diinginkan. Hingga suatu hari kami mendapatkan undangan melalui sms untuk berkunjung ramai-ramai ke posko mereka. Horaaiiii....

Sesungguhnya ini yang kedua kalinya bagi saya untuk ke pokso mereka, tapi waktu itu hanya sebentar. Pernah juga terencanakan untuk menginap tapi hingga saat ini belum tercapai. 
Oia, perjalanan pagi menjelang siang ini dimulai dari kota dengan bersama 11 teman lainnya, kami menumpang mobil strada dari kota menuju simpang tiga pike, sayang sekali abang strada tidak menuju Kurulu tapi menutu Hotel Jerman. Tak apa, kami mendapat tumpangan truk, jangan heran dan wow gitu dong. Kami sudah biasa kok seperti ini, selain ingin merasakan sensasinya, menghemat adalah alasan lain kami. Maklumlah, apa-apa di sini mahal kawan. :D
Terima kasih atas jamuan yang luar biasa ini. Semoga semakin banyak rejekinya. Amiin.
Tami, Me, Rina, Wulan
With Mba Fitri, SM3T Penempatan Desa Obiya, Kurulu
Ini dia dapur di posko teman kita ini kawan. Mereka memasak dengan menggunakan kayu, beberapa bulan berikutnya bersyukur memereka memiliki kompor. Kayu bakar mereka mengandalkan siswa yang membawa, jika ada yang membawa. Minyak tanah mereka membeli lalu mengandalkan membagian dari dinas (dan kami tetap membayar, setidaknya bersyukur karena lebih murah).

Oia, saya lupa memotret kolam sumber air dan kamar mandi mereka yang berada di luar rumah. Mereka mengandalkan air hujan untuk memasak. Bayangkan teman, jika mereka ingin membeli galon mereka harus ke Kurulu dulu, sekitar 1 jam berjalan kaki, bersyukur jika ada motor yang bisa dipinjam. Meskipun bukan jalan yang bagus setidaknya tidak harus mengangkat galon yang berat itu berkilo kilo jauhnya.

Saya salut dengan Wulan, Rina yang dengan sabarnya terus bersyukur atas keadaanya. Seetiap kali bertemu pasti ada saja cerita yang membuat tersenyum, ya meskipun sesekali bercerita suka duka itu selalu diiringin keluhan kecil tapi itu wajar saja. Terlebih jika mereka sering mengikuti kegiatan Islami di kota yang membuat mereka setidaknya dalam seminggu harus ada ke kota, saya semakin salut.

Sesungguhnya posko saya tidak ada apa-apa tantangannya jika dibandingakan dengan mereka berdua. Sumber air memang jauh tapi saya masih bisa menikmati air yang jernih yang mengalir deras dari bebatuan gunung. Posko saya juga masih di pinggir jalan yang setiap hari pastii ada kendaraan yang lewat.

Salut dengan Rina, Wulan dan Fendy. Semangat terus kawan. Tuhan Maha Mengetahui Segalanya, segala yang terjadi pastii ada hikma dan manfaatnya. InsyaAllah, dalam pengabdian kita setahun ini begitu banyak pelajaran hidup yang kita ambil dan pelajari.

Senyummmm :)

Ini dia perjalanan keluar dari posko umpakalo menuju jalan raya (Jalan beraspal yang dilalui kendaraan). Kira-kira kita harus berjalan hingga 1 jam. begitu juga saat datang tadi. Bayangkan teman-teman, mereka bertiga yang ditempatkan di sini, tanpa kendaraan, tanpa listrik, dan mereka harus menyetok makanan jika ke kota berbelanja banyak sekaligus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.