Seluruh
mata menatapnya meskipun ia tak menyadarinya. Mungkin si-gadis biru
hanya' berpura -pura' begitu pikiran mata - mata itu. Tapi faktanya ia
memang terlalu cuek untuk membiarkan matanya menjama setiap hal di
dekatnya.
Sempat
terfikir untuk menghentikan segalanya. So, bukan gadis tangguh namanya
jika menyerah. Janji itu hutang, dan hutang harus dibayar. Ia menyadari
itu. masih dengan keberanian yang tak kalah tinggi gunung himalaya. Ia
bertutur kata layaknya bukan dirinya. Ueehh, itu sedikit berlebihan. Ia
ingin muntak jika itu adalah dirinya yang sesungguhnya. Ia
menikmatinya. Tak di pungkuri ia menimati perannya.
Gadis
Chubby itu mengucek matanya, berdiri menuju meja kecil tempat cemilan.
Ia menggenggam segelas air dingin dan kembali terpaku di depan benda
biru itu, si'Blue'.
Upssssssss...
Keningnya mengkerut berpikir sesuatu. 'Hilang' gerutunya kesal. ia
menyangka dirinya yang mengantuk dan salah lihat. tapi itu fakta, benar
menghilang. Kertas coretanya menghilang. Di bongkarnya seluruh tumpukan
kertas itu. Hasilnya nihil. Okey bye-bye.
Demi melanjutkan kesenanganya ia menulis ulang dengan hati - hati. Kesenangan? Kesenangan yang membingungkan maksudnya.
Biarkan
saja mata - mata itu tetap berfungsi. Gadis pecinta novel itu
memejamkan mata dan menarik nafas dalam. 'Apa mereka akan mengangguku
nanti jika bosan mengintip di tembok kamarku' Terlintas di benak gadis
yang mengunyah roti sisa kemarin itu. Biarkan saja. Itu hanya untuk saat
ini. Dan anggap ini permainan. Jika kau lari maka kau akan kalah. Ia
meremas jari- jarinya. Ktek..ktek.. terdengar punyi letih
menulis.Sesekali diriliknya ponsel yang bersinar. Orang - orang itu
menyuruhnya tidur. Kata - kata mereka manis pada gadis itu. Mendoakan
dan mengucapkan malam. namun tetap senyum ibunya yang terbayang di wajah
gadis itu.
"Good Night Mom," ucapnya tulus mengirim ucapan itu untuk seseorang di seberang sana.
Tupumkan
kertas itu telah benuh dengan tulisan rapi gadis itu. Ya, cukup rapi
untuk seseorang yang sedang bingung, dan entah ingin melakukan apa. Ia
menikmatinya. Sesekali ia memang harus melakukan hal seperti ini. jangan
selalu jadi seseorang yang hanya berniat tapi tak bertindak.
"Wahh, Finish job." Pekiknya begitu senang.
......
.....
....
.
.
.
....
....
....
Ia
melirik jam tangan biru miliknya.Tak ingin terlalu memikirkan ke-anehan
dan ke-polosnya hari ini, ia memilih untuk terlelap. Ia menghempaskan
diri pada kasur berbalut seprai hijau kesayanganya. Berdoa. Dan terlelap
memeluk boneka Dholpin miliknya. hadia dari seseorang. Ia berharap hari
esok akan cerah dan menghadirkan kehangatan yang memberi enegri pada
penghuni alam.
~Good Night ALL~
Samarinda, 21 Mei 2013 (Di istana tercinta)
*****Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...










