Senin, 20 Mei 2013

Good Night

Seluruh mata menatapnya meskipun ia tak menyadarinya. Mungkin si-gadis biru hanya' berpura -pura' begitu pikiran mata - mata itu. Tapi faktanya ia memang terlalu cuek untuk membiarkan matanya menjama setiap hal di dekatnya.

Sempat terfikir untuk menghentikan segalanya. So, bukan gadis tangguh namanya jika menyerah. Janji itu hutang, dan hutang harus dibayar. Ia menyadari itu. masih dengan keberanian yang tak kalah tinggi gunung himalaya. Ia bertutur kata layaknya bukan dirinya.  Ueehh, itu sedikit berlebihan. Ia ingin muntak jika itu adalah dirinya yang sesungguhnya. Ia menikmatinya. Tak di pungkuri ia menimati perannya. 

Gadis Chubby itu mengucek matanya, berdiri menuju meja kecil tempat cemilan. Ia menggenggam segelas air dingin dan kembali terpaku di depan benda biru itu, si'Blue'.

Upssssssss... Keningnya mengkerut berpikir sesuatu. 'Hilang' gerutunya kesal. ia menyangka dirinya yang mengantuk dan salah lihat. tapi itu fakta, benar menghilang. Kertas coretanya menghilang. Di bongkarnya seluruh tumpukan kertas itu. Hasilnya nihil. Okey bye-bye.

Demi melanjutkan kesenanganya ia menulis ulang dengan hati - hati. Kesenangan? Kesenangan yang membingungkan maksudnya. 

Biarkan saja mata - mata itu tetap berfungsi. Gadis pecinta novel itu memejamkan mata dan menarik nafas dalam. 'Apa mereka akan mengangguku nanti jika bosan mengintip di tembok kamarku' Terlintas di benak gadis yang mengunyah roti sisa kemarin itu. Biarkan saja. Itu hanya untuk saat ini. Dan anggap ini permainan. Jika kau lari maka kau akan kalah. Ia meremas jari- jarinya. Ktek..ktek.. terdengar punyi letih menulis.Sesekali diriliknya ponsel yang bersinar. Orang - orang itu menyuruhnya tidur. Kata - kata mereka manis pada gadis itu. Mendoakan dan mengucapkan malam. namun tetap senyum ibunya yang terbayang di wajah gadis itu.

"Good Night Mom," ucapnya tulus mengirim ucapan itu untuk seseorang di seberang sana.

Tupumkan kertas itu telah benuh dengan tulisan rapi gadis itu. Ya, cukup rapi untuk seseorang yang sedang bingung, dan entah ingin melakukan apa. Ia menikmatinya. Sesekali ia memang harus melakukan hal seperti ini. jangan selalu jadi seseorang yang hanya berniat tapi tak bertindak.


"Wahh, Finish job." Pekiknya begitu senang.


......

.....

....




.
.
.


....

....

....


Ia melirik jam tangan biru miliknya.Tak ingin terlalu memikirkan ke-anehan dan ke-polosnya hari ini, ia memilih untuk terlelap. Ia menghempaskan diri pada kasur berbalut seprai hijau kesayanganya. Berdoa. Dan terlelap memeluk boneka Dholpin miliknya. hadia dari seseorang. Ia berharap hari esok akan cerah dan menghadirkan kehangatan yang memberi enegri pada penghuni alam.


~Good Night ALL~
Samarinda, 21 Mei 2013 (Di istana tercinta)

*****Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...

Sabtu, 18 Mei 2013

Moment PPL-ku, Siswa-siswi Kelas XI IPA MA Darul Ihsa

With Alawiyah

Canda tawa itu tercipta dalam jalinan persahabatan dan persaudaraan di sekolah tercinta.

Kelaparan atau doyan?

Karena dengan bersahabat kita akan lebih ceria