Minggu, 21 Juni 2015

3 Hari 2 Malam di Walesi

Ini bukan pertama kalinya saya ke Walesi. Dulu di bulan Oktober 2014, bersama teman-teman SM3T UNMUL penempatan Jayawijaya. Kami berkunjung ke sini dan bermalam di sini. 

Waktu itu, kami dalam rangka rapat dan juga wisata. 

Hari ini, aku dan ke tiga temanku (Wulan, Rina, Tami) berkunjung kembali untuk memenuhi keinginan merasakan ramadhan di sini. Sekaligus mengunjungi teman SM3T yang bertugas di sini (Erna dan Fatma).

Setelah rapat agenda BSMI "Ramadhan untuk Papua" di mana kami menjadi panitia. Kami mengiikuti pelajaran bahasa arab di mesjid AL Insan (Mesjid Polres Jayawijaya). Kami berempat, dengan menggunakan ojek, siap  menuju Walesi.  Sebenarnya jika hari minggu kegiatan di kota Wamena tidak ada. Sehingga ojek yang kami gunakan adalah ojek sms (Langganan teman penempatan Walesi ini). 

Walesi tidak memiliki mobil transportasi ke kota, seperti distrik atau desa lain yang setiap harinya ada mobil penumpang.


Karena jalan menuju lingkungan pesantren sedang tidak baik (becek). Kami berjalan kaki. Menurut tuturan teman, jalan ini seperti ini karena telah ditimbun, tapi dengan tanah dan mobil sering masuk karena di dalam lingkungan pesantren sedang ada pembangunan asrama putri.
Welcome to Walesi
Oia, Selama tiga hari di sini, kami membantu teman guru di sini untuk menyiapkan menu berbuka para santri, ust, dan yang lainnya.
Cuaca di Walesi sangat dingin mengingat daerah ini berada di lereng gunung. Dan memang selama kami di sana, selalu hujan. Meskipun cuaca dingin, kami tetap semangat untuk terus sholat berjamaah di mesjid.

Selfie bareng sama anak muslim Papua.

 Jika ke Walesi kami bisa menemukan hal-hal seperti berikut ini.
 Sekolah, Air yang jernih dan selalu mengalir. Kantor Koramil juga berada di lingkungan pesantren. Dan, di sini ada beberapa pot tanaman stowberry, juga ada kelinci-kelinci. Di foto ini anak kelinci yang sudah dihasilkan dari pemeliharan di sini.

Di sini. Pesantren memiliki mesjid sendiri. Walesi juga dikenal dengan kampung islam Papua.
 Tampak kota Wamena seperti foto di bawah ini :


Kamis, 18 Juni 2015

Berbuka Puasa Pertama di Jayawijaya (Papua)

Kamis, 18 Juni 2015
Potong-potong sayur....
Bagi sebagian orang jauh dari keluarga sudah biasa, dan justru sebagian lain mengatakan bahwa "Wah, kamu bisa ya gak pulkam/ gak dirumah saat-saat kaya gini." 

Bulan ramdahan merupakan moment yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Bersama keluarga dibulan suci penuh berkah adalah hal yang selalu diinginkan oleh siapapun. Begitu juga dengan kami. Namun, apalah daya memang yang diinginkan tidak akan selalu terlaksana dan terwujudkan dengan baik.

Kami, ingin sekali bersama dengan orang tercinta (red-keluarga dan teman-teman dekat). Yah, keadaan tak mendukung. Saat ini kami berada di tempat pengabdian dengan kontrak yang telah kami setujui dengan sadar dan tanpa paksaan. Ini perjalan hidup yang harus dijalani. Ini sebagian dari pelajaran untuk bersabar.

Ulek-ulek bumbu :)
Bagiku (Nurmi), ini bukan tahun pertama jauh dari rumah. Dari SMP saya sudah jarang pulang ke rumah, tapi tetap saja ada waktu bersama. Tahun-tahun yang dulu terlalui masih di pulau yang sama, masih pulang meski hanya beberapa hari atau meski jarak bulan sekali.

Begitu juga dengan Wulan, Rina, Tami, dan Muti. Semasa kuliah yang jauh dari rumah mengajarkan mereka bersabar, tapi kini kami lebih dituntut untuk lebih dan lebih bersabar. Kini kami jauh di pulau berbeda, waktu berbeda dan nuansa yang sedikit berbeda juga. Bersyukur, meski menjadi minoritas tapi selalu punya sahabat dan saudara seiman yang luar biasa di sini.
 
Lumpia :D
Ini adalah hari pertama puasa. Dari pagi, bahkan dari kemarin-kemarin sudah banyak sekali perencanaan dalam benak kami. Ingin itu dan ingin ini. Kurasa kami menginginkan suasana yang sama dengan di sana.

Siang, saat aku dan Rina tertidur tanpa sadar (terlalu lelah), pintu kamar tebuka dan ucap salam terdengar dari Wulan dan Tami (yang baru datang dari Kurulu, tempat pengabdian tami, katanya hari ini kepala sekolah tempatnya mengajar telah berpulang). Tadi Wulan dan Tami telah membeli bahan-bahan untuk dimasak sebagai menu berbuka puasa.

Dapur siang ini kami menguasai. Maklum, penguhi sekretariat SM3T hanya kami dan beberapa orang lain yang tidak menjalankan ibadah puasa. Sebagian besar lain memiliki kegiatan di luar dengan keluarga, atau membantu kegiatan di mesjid (cowok-cowok).

Kenapa kami harus star memasak begitu cepat? Karena di sini waktu berbuka juga cepat sekali. Seperti jadwal yang kami dengarkan kemarin, waktu berbuka hari ini (pukul 15.45)

Ayamnya diungkep dulu.

Rina dan kak Rika
Banyak canda di dapur siang menjelang sore hari ini meskipun hanya berlima. Dan, banyak menu yang ini menjadi eskpesrimen kami. 

"Pengen buat pisang hijau" Kataku.

"Pengen bikin donat Hipere." Kata kak Rika

Mau buat itula inilah kata kami. Diputuskan untuk menu besok, kak Rika yang bereskperimen membuat donat. Tentunya kami siap membantu. Seperti hari ini, Tami yang sangat ingin membuat lumpia, tapi kami semua mecoba membuat kulit, menggulungnya. Heheh, 
Dan, saya yangg menggoreng semuanya.
Ulek-ulek sambelllll
Wulan mengulek sambel tapi bumbunya Tami yang menambahkan.
Aku yang memotong-motong dan mengungkep ayam, Wulan yang menggoreng. Sup sepenuhnya tugas Rina (dari menotong, mesak, hingga rasanya --- Aku hanya bantu menumis bumbu :)

Sebelum kami mulai proses ini semua. Siang sekali, kak Rina membuat peyek kacang dengan udang teri. Yang membantu menggoreng Rina. (Enak loh---di makan saat berbuka)
Sup, peyek kacang dengan ikan teri, dadar telur dengan sayur, minuman
Minuman diracik oleh Wulan. Tamilah yang pergi membeli es batu. Saat pulang Tami bercerita insiden es batu yang terjadi di toko tadi. Hahaha, jelas kami tertawa lalu becanda dengan kata-kata memojoknya (mengolok dengan candaan) :D
Sudah siap menanti berbuka
Ini menu berbuka kami hari ini. Berbuka puasa pertama.
1. Nasi
2. Minuman (air putih, minuman racikan wulan dengan es batu)
3. Peyek buatan kak Rika
4. Ayam Goreng
5. Lumpia ala Tami
6. Sup ala Rina
7. Tumis Itik dari kak Jum
8. Sambel
9. Buah pepaya
10. Kolak dari pakdeh
11. Dadar sayuran

---Dimakan rame-rame dengan teman yang lain yang ada di sekretariat SM3T.
Selamat berbuka ~~ kak Rika terlambat pulang
Hasil Karya Tami Afriayani

Rabu, 17 Juni 2015

Tarhib Ramadhan di Jayawijaya (Bersama BSMI)

Tarhib Ramadhan masuk dalam agenda ramadhan BSMI Jayawijaya, kagiatan 'Ramadhan untuk Papua' ini dipanitiai oleh pengurus BSMI dan guru-guru SM3T.

Tarhib Ramadhan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2015 ini, dilaksanakan badda Azhar dengan agenda. Pemutaran vidio singkat lalu dilanjutkan tauksyiah utsad dari Jayapura.

Mungkin karena sore ini hujan lebat sedang melanda Wamena, Mesjid Nurul Hidaya tidak dipenuhi. Bersyukur kegiatan ini tetap berjalan baik dan lancar.



Ada beberapa anakanak juga sedang asik menyimak.
Pemuataran vidio yang menyadarkan kita untuk senantiasa bersyukur atas hidup yang dikaruniakan Allah. Masih diberi kesehatan dan kesempatan.


Menyambut bulan suci, mari kita mensucikan hati dengan saling bermaaf-maafan, dan membuka lembaran baru dalam hidup ini. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesehatan, kesempatan, dan kebahagian. Amiin.

Selamat menyambut bulan Ramadhan.


Semangat menyambut Ramadhan. Dengan pulau berbeda dengan keluarga, suasana, dan keadaan (minoritas) yang justru mempererat persaudaraan kita.



"Mohon maaf lahir dan batin."

____
Setelah Tarhib ini, kami langsung sholat magrib. Lalu menyambut malam pertama ramadhan di masjid ini juga.
Subahanallah...
Saya takjub dengan banyaknya masyarakat yang memenuhi masjid hingga keteras-teras. Suara 'Amiin' yang membuatku terharu dan bersyukur. Ternyata begitu banyak saudara seimanku di sini.

Oia, saat terawih selesai, antrian panjang terjadi.
"Sandalku mana?" Terdengar kata--kata itu dari anak-anak yang sulit mencari sandalnya. 

Heheh, kenangan yang indah.

#Papua #WeLoveIndonesia #KhinekaTunggalIka


Selasa, 16 Juni 2015

Hal yang sesuai? (15 Juni 2015)



Bunga sakura yang tumbuh di pohon tinggi memberikan tempat untuk kita berteduh dibawahnya. Melindungi dengan hati yang hangat serta memiliki pemikiran yang mendalam adalah karakter dari bunga sakura. Pohon bunga sakura membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh, kamu yang memiliki kepribadian seperti bunga sakura adalah pribadi yang konservatif dan kekanakan. Akan tetapi, orang-orang akan sangat menyukaimu saat kamu bertambah dewasa karena kepribadianmu yang menarik. Pelindung, dapat diandalkan, memiliki pendirian, pekerja keras, dan kekanakan adalah kata kunci yang mewakili dirimu.

Anda adalah seorang yang eksak 70% dan sosial 30%. Anda mempunyai kemampuan di bidang logis, analitik, praktikal. Di samping itu, Anda juga mempunyai kemampuan berekspresi dan pemahaman secara verbal yang baik. Walaupun mungkin terdengar sedikit ambigu, namun jika Anda memanfaatkan kedua jenis kemampuan ini maka semua ini bisa menjadi kekuatan Anda.

Anda seperti kucing yang memiliki pesona tsundere. Karakter kucing yang paling menyerupai Anda adalah, walau terlihat dingin dari luar, sebenarnya lebih memikirkan teman dibandingkan siapapun.Lembut dan penyuka kebersihan juga adalah kesamaan antara Anda dan kucing.

 Hitam yang Cool dan Elegan
Anda dikenal sebagai sosok yang dewasa dan bijaksana karena pertimbangan Anda hebat dalam situasi yang sulit. Apa teman Anda cenderung bergantung kepada Anda? Anda tidak mudah tertekan karena Anda terlahir sebagai seseorang yang dapat berpikir dengan kepala dingin dan juga adalah seorang penasihat yang hebat. Sekitar Anda merasakan daya tarik Anda saat Anda mendengar masalah mereka dan saat Anda memberikan saran. Vonvon akan sangat membutuhkan keberadaan Anda di tengah kami selayak teman-teman Anda.

Kelapa Hutan Papua

Bagi masyarakat di Pegunungan Tengah Papua, merekaa menyebut kelapa hutan karena tanaman ini hidup di dalam hutan. Kelapa Hutan terdiri dari beberapa kultivar yang belum dikenal oleh masyarakat luas tetapi masyarakat Jayawijaya secara tradissional sejak dahulu telah mengkonsumsi buah/biji tumbuhan ini sebagai makanan sehari-hari, karena rasanya gurih enak dan aromanya seperti kelapa.

Ini juga menjadi salah satu alasan mereka menyebutnya kelapa hutan. Selain itu bagian daun pohon ini bisa dibuat tikar dan atap rumah. Batang pohon digunakan sebagai papan untuk bangunan rumah dan akarnya sebagai bahan dasar pembuatan tas Noken khas Papua.



***

Senin, 15 Juni 2015

Lagi dan Lagi Aku Hanya Memandang Dari Jauh

Terdiam. Terpaku lagi menatapmu. Sesungguhnya kau tak begitu jauh dariku tapi aku....
Selalu ada dari menghampiri diri ini. Aku tak bisa memelukmu. 

Kau begitu rapuh, entah apa yang telah kau alami di hidup ini, aku tak tau. Aku tak bisa menyusup kembali, maafkan aku.

Minggu, 14 Juni 2015

Donor Darah BSMI Jayawijaya (Pengalaman Pertamaku)

Tanggal 7 Juni 2015, aku hanya iseng ikut serta bersama teman menghadiri rapat BSMI di Yayasan Mutiara Hati. Ternyata dalam rapat itu penentuan pengurus baru dan agenda BSMI. Sebuah agenda 'Ramadhan untuk Papua' ternyata percayakan kepada Guru-guru SM3T yang selama ini menjadi relawan untuk menjadi panitia pelaksana. Dan, aku ditunjuk sebagai bendahara. Ingin menolak rasanya, karena mengemban amanah ini tidak mudah. Menjadi bendahara SM3T UNMUL penempatan Jayawijaya selama setahun saja membuat pusing, apa lagi ini adalah mempertanggung jawabkan uang donasi dan mengurusi banyak kegiatan selama sebulan penuh di tempat-tempat berbeda. Namun, Tuhan menghendakiku untuk terus mencoba, aku tidak diperbolehkan menolak. 

Okey. Bismillah...
Akan ku coba semaksimal mungkin menjadi bendahara terbaik.

Agenda terdekat tanggal 14 Juni 2015. Dua agenda sekaligus. 
1. Donor Darah dan Meja Tensi
2. BSMI cinta bersih yang dilaksanakan di dua mesjid (Hitigima dan Megapura)


Kegiatan panitia dan relawan sebelum acara dimulai yaitu persiapan dan pengarahan tugas masing-masing.
Inggar dan Hendri, Guru SM3T yang ikut serta mendonorkan darah mereka
Inilah dokter yang memeriksa dan melayani para pendonor.

Proses pengambilan darah


Kami memang sedikit takut dengan jarum yang jika kau tatap bisa saja membuatmu menolak untuk memasukkanannya kedalam nadi dan mengambil sebagian darah dari seluruh tubuhmu. Tapi menjadi bermanfaat dan menolong orang lain adalah tekat kami. Maka kami mengikhlaskan sekantong darah ini, menahan sedikit sakit dan keragu-raguan. Berharap darah kami dapat menyelamatkan nyawa orang.

Makan siang bersama







*Bonus Foto :D




Cek Gula darah  :3