Bagi masyarakat di Pegunungan Tengah Papua, merekaa menyebut kelapa hutan karena tanaman ini hidup di dalam hutan. Kelapa Hutan terdiri dari beberapa kultivar yang belum dikenal oleh masyarakat luas tetapi masyarakat Jayawijaya secara tradissional sejak dahulu telah mengkonsumsi buah/biji tumbuhan ini sebagai makanan sehari-hari, karena rasanya gurih enak dan aromanya seperti kelapa.
Ini juga menjadi salah satu alasan mereka menyebutnya kelapa hutan. Selain itu bagian daun pohon ini bisa dibuat tikar dan atap rumah. Batang pohon digunakan sebagai papan untuk bangunan rumah dan akarnya sebagai bahan dasar pembuatan tas Noken khas Papua.
***



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.