#Anda harus tau agar tak salah menilai saya.
#Ini jujur bukan rekayasa!!!
#Ini pertama kali saya bercerita,
Jalan masing2 org berbeda. Kehidupan saya memang keras. Mau sekolah aja dr SMP, SMA, Kuliah nekat daftar tanpa bilang keluarga. Pake uang sendiri. Kadang jika tak sanggung membeli buku meminta orang tua dgn terpaksa dan tak memaksa. Saya bangga jadi anak perempuan tertua, anak petani, orang tua sy yg tua setiap yg melihat mengira kakek saya. Saya bangga kuliah sambil kerja. Diwarung makan, pembuat nota laundry, di trevel, ngajar private, dan tempat-tempat lain yang rela menolong saya. Bahkan jadi salah satu tukang setrika di rumah orang. Asal semua itu halal dan meringankan beban orang tua saya.
Ngekos dari SMP demi sekolah. menahan 10 tahun kerinduan dan rasa bersalah yang menumpuk. memendam perasaan kekurangan perhatian. Menangis di tengah malam. Belum lagi ortu yg gaptek dan tak bisa membaca. Hanya bisa mendengar suaranya saat pulang yang bisa di hitung sebelah jari dalam setahun. Aku tetap bangga.
AKU BANGGA!!!
Belum lagi saat sakit tak tega memberi tahu mereka. Uang makan direlakan untuk kesembuhan. Aku memang tangguh dan kuat bekerja seperti anak laki-laki, tapi itu dulu, saat SD hanya bisa jajan jika mecari uang sendiri atau mama akan memberikannya jika ada rejeki lebih. Tapi kini aku tidak setangguh masa sekolahku. Saat kuliah, aku lemah terhadap penyakit. Yah, semua kurahasiakan dari keluarga, termaksud sahabat dekatku.
Dan saat tabunganku habis, saat aku belum mendapat sepeserpun dari hasil keringatku, aku rela memakan nasi goreng yang hanya bercampur bawang dan garam berhari-hari. Aku malu untuk meminta pada orang tua, yang kutau belum tentu mereka makan dengan lauk ikan.
Aku bangga jadi anak mereka!!!
.
Dan tahun lalu saat kami kehilangn rumah, segala sesuatu yang kami punya rata dengan tanah. Aku ingin kembali untuk selamanya. Mengakhir segalanya. Tapi karena harapan mereka aku tetap berangkat ke ujung kalimtan, yah KKN, ketempat yang tak pernah kubayangakn sebelumnya. Saat kembali aku sakit, hari lebaran kuhabiskan untuk bebaring di kasur hingga hampir seminggu dan terlambat untuk daftar konfirmasi sebagai peserta PPL 2, aku rela bekerja lebih keras menunggu semester berikutnya. Kembali Tuhan mengujiku dengan memberi lokasi yang jauh, tak ada angkutan umum, hingga aku rela nekat mengkredit motor, 5 bulan di sekolah membuatku merasa berharga, dan bangga kelak mendidik anak bangsa, ah--setengahnya kini sudah lunas, motor itu nanti kuberikan pada adikku yg kurasa lebih memerlukannya.
Saat Laporan PPL, perpisahan, dll tentang PPL usai. Aku pulang untuk menenangkan diri semunggu rencananya. Tapi aku bertahan 2 bulan, alasan sederhana sakitku yang tak parah tapi begitu terasa menyiksa sesekali, terlebih di tengah malam yang dingin. Setiap ortu bertanya aku mengeluarkan begitu banyak alasan yang entah di mengerti atau tidak oleh mereka.
Selama itu aku tak berdiam diri, aku tak ingin semuanya diketahui, aku sibuk membantu ayahku yang mulai rentah seperti anak laki-laki. Tak kubiarkan mama mengerjakan segala tugasnya sendiri. Aku akan star dulu sebelum mama melakukannya. Tak sekalipun aku malu. Tak malu sama sekali dengan tatap orang-orang yang kutau ingin berkomentar ini itu. Inilah aku yang ingin melakukan segalanya untuk yang terkasih.
.
Karena harapan mama lebih baik kelaklah, aku masih di sini saat ini di tempat penuh air mata perjuangan. Memperjuangkan segalanya yang sempat tertunda.
Bahkan saat target2 menjadi mubazir karena keadaan. Penyesalan dan rasa bersalah selalu menghantui, walau kutau tak akan mengubah apa-apa.
"Maafkan aku,"
hanya kata itu yang mampu terucap saat tangis menjadi teman.
Iyah. Maafkan aku!!! Maafkan aku.
#mungkin yg membaca menganggap lebay. Tapi saya menangis seperti anak kecil saat menulisnya
Kisah pengabdian di Papua, kegiatan relawan dan kegiatan sosial penulis, materi pelajaran, info pendidikan, kegiatan KBM, kegiatan komunitas yang bermanfaat, review film dan novel sampai foto-foto alam yang dipotret sendiri oleh penulis, tentunya blog ini juga berisi curhatan dan uneg-uneg penulis. Salam kenal. selamat membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa follow ya.
Selasa, 27 Desember 2016
Rasa ini
Sabtu, 10 Desember 2016
Energi Potensial Listrik dan Potensial Listrik
Kali ini Nurmi akan membahas tetang 'Energi Potensial Listrik dan Potensial Listrik.'
=======
Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan materi ini. Kan sudah dipelajari di SMP, dan di SMA kembali dipelajari saat semester 1 di kelas 3.
=======
Kalian sudah perhatikan gambar di atas?
Salam kenal. Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...
Senin, 05 Desember 2016
Mari Pulang
Menghitung hari kepulanganku. Masa tugas itu harusnya sudah selesai. Ketika teman-teman sudah berpamitan dan menanti detik demi detik hingga penjemputan di kota. Aku masih menyenangkan diri untuk terus datang. Kurulu-Isaima-kota-kurulu setiap hari.
Tak mudah memang meninggalkan segalanya begitu saja. Seakan tak rela, aku masih terus menguras otak agar melakukan sesuatu. Hingga aku tak kuasa lagi menawar waktu. Memanfaatkan yang ada.
Hari ini, Sabtu. Dan, Senin nanti aku berpamitan pada seluruhnya. Anak-anakku, para mutiaraku, kebanggaanku, pelangiku.
Duduk di ruang kelas selepas pulang sekolah. Aku menangis dalam kesunyian, syukur dan sedih mengaduk-aduk perasaan ini. "Rabu nanti aku akan pulang. Apakah Tuhan akan menakdirkan kami bertemu kembali kelak. Apa aku hanya memotivasi, membuat mereka percaya takdir Tuhan tapi aku sendiri ragu." Siang terik yang melelahkan, membuat pikiran dan perasaan tak berarah dengan jelas.
Aku terbangun dari lamunan kala bayangan seseorang berlahan mendekat dan muncul seorang bapak tua di pintu kelas. "Ibu guru trada pulang? Ibu guru menangis?" "Ah, tidak. Saya hanya bersedih sedikit saja." Cepat ku usap air mataku dan berdiri tegap. Mengepak-ngepak meja dengan telapak tangan seolah membersihkan. Itu hanya peralihan yang tak berhasil. "Bapak su mau pulang?" "Tidak. Saya kira tadi ibu guru lupa kunci pintu lalu terbuka, jadi saya cek." Bapak Kaken tersenyum. Guru pribumi satu-satunya guru di sekolah ini. Guru yang berdedikasih tinggi dan penyayang. "Ah, mari kita pulang bapak." Alihku cepat agar beliau tak membahas mengenai diriku lagi. Tetap saja saat berjalan menuju kantor, ia banyak bercerita tentang kesedihannya akan kepergian kami, guru SM3T.
Bagiku. Beliau sosok orang tua yang bijaksana. Menyayangi kami. Dan menjaga serta tiada hentinya berbagi dan bertanya. Tiada lelahnya menjawab pertanyaan saya yang segudang karena haus akan keingin tauan.
Terima kasih bapak.
#Diary #Truestory #SM3T #AngkatanIV #LptkUNMUL #Jayawijaya #Papua #20142015
Jumat, 25 November 2016
Review Film Sekai Kara Neko Ga Kieta Nara
"Jika kucing menghilang dari dunia, bagaimana dunia akan berubah?Jika aku menghilang dari dunia ini, siapa yang akan sedih untukku? Kau mungkin tidak percaya, tapi semuanya ini benar-benar terjadi padaku. Dan tak lama lagi, Aku akan mati. Surat ini adalah surat terakhir yang saya tulis untukmu. Dan ini keinginanku."
Ya ampun. Kalimat pembukanya aja udah sedih gini.
![]() |
| Moment bersama kucingnya :) |
===
===Itu menurut Nurmi. Bagaimana menurut kalian yang sudah nonton film ini?
Guys, saat ending, Nurmi baru tau bahwa arloji saat sato menemukan kucing, saat ibunya meninggal juga merupakan arloji yang diberikan bapaknya saat Sato lahir. Ah, kasih ayah memang susah diungkapkan ya guys.
Mekipun begitu, Sato sempat tertawa bersama dengan mantan pacarnya karena mengenang betapa menyenangkanya kehidupan mereka dulu. Dan, guys. Sato keceplosan loh, nanya kenapa mereka dulu putus.
"Kita putus bukan karena saling benci. Tapi itu, terjadi kadang-kadang."
Jawabannya tersirat banget ya guys. Tapi menurut Nurmi, karena saat itu mereka mulai berbeda pendapat. sejak kejadian kematian teman mereka.
"Terima kasih untuk hari ini."
"tentang perumpamaan sebelumnya. Aku rasa, aku tidak ingin ponsel menghilang dari dunia karena jika tidak ada ponsel kita tidak akan bertemu satu sama lain."
"Benar juga, tapi sebanarnya..... aku akan segera mati..."
===
Sedihnya nggak cuma di situ guys.
Kali ini si iblis meminta imbalan menghilangkan film dari dunia agar umurnya bertambah 1 hari.
====
Maut memang enggak tau kapan dan dimana ya Guys. . .
Ah, makin sedih Guys. . .
HIKMAH yang dapat diambil dari film ini
- Sekaku apapun ayah. Pasti sayang sama kita.
- Jika ingin mendapatkan sesuatu kita harus kehilang sesuatu pula
- Hanya karena takut kehilangan atau menghilang, jangan biarkan diri kita takut menghadapi kenyataan.
- Selama ada cerita yang bagus, selalu ada seseorang untuk diajak berbicara. sahabat, keluarga.
- Hidup itu berharga tapi apalah artinya jika kita kehilangan segalanya.
- Kematian tidak ada yang tau Guys. Bagaimana dan di mana.
- Seberapa kuat kita tidak menginginkan sesuatu pasti akan terjadi juga jika itu sudah takdir.
===
Surat ibunya so sweet banget dan kata-katanya keren. Penuh nasehat dan makna.
Jadi meski ini film sedih, endingnya happy. Menurut saya.
"Terima kasih. Terima kasih karena telah terlahirkan ke dunia." Kalimat ayahnya penutup film.
#Retasu (kucing waktu ia kecil, ibunya yang memberi nama)
#kyebetsu (kucing yang ayahnya memberikan dan memberikan namanya)
DAN TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
MEMBACA POSTINGAN DI BLOG INI, JANGAN LUPA TANGGAPAN DAN KOMENTARNYA YA.
ARIGATOU ....
:) :D
Kamis, 17 November 2016
Indonesia Timur (Welcome to Wamena, Papua)
Matanya tak rela terpejam, tak hentinya mengucap syukur atas indahnya karunia Tuhan. Seolah tak ingin berkedip sekali saja, pandangannya tertuju pada matahari yang malu-malu muncul di antara awan tebal, menyapa menghangatkan suasana bumi dan hati. Nurmi tersenyum setelah melirik jarum jam tangan birunya.
"Ini jika di Kalimantan belum ada matahari." Gumamnya mengingat suasana pagi di rumah maupun dirantau saat ia menjalani hari-hari kuliah. Pukul 5 lewat beberapa menit.
Semakin cerah, awan semakin menakjubkan. Sangat tebal, luas, putih, dan tertata rapi.
"Negeri di atas awan." Terlintas begitu saja dalam pikirannya. Mungkin ia sedikit menghayalkan beberapa hal dalam film-film yang pernah iya tonton berkaitan dengan awan. Ia, tertawa geli sendiri karena khayalan konyolnya.
Setengah jam berlalu sejak matahari mengucap 'selamat datang'. Pemukiman terlihat di pinggiran danau luas. Pesawat yang sudah 5 jam terbang dari Jakarta siap untuk istirahat sejenak. Jayapura, ibu kota provinsi Papua.
Nurmi memejamkan mata sejenak, berdoa, bersyukur, berharap, sebelum beranjak dari tempat duduknya. Bersama rombongan memasuki bandara. Menanti antrian barang, menunggu lagi, karena penerbangan belum usai. Sempat bertemu dan mengobrol serta mengambil beberapa foto dengan teman seperjuangan yang baru dikenal. Semboyan, maju bersama mencerdaskan bangsa menjadikan mereka semua keluarga, kemanapun mereka pergi dan dalam keadaan bagaimanpun, mereka semua adalah keluarga.
Berbeda daerah tujuan membuat mereka tak banyak mengobrol. Rombongan SM3T III UNMUL diterbangkan menuju kota kecil dipengunungan tengah. Wamena, begitu orang menyebutnya.
Nurmi dan sebagian besar penumpang tidak begitu menikmati perjalanan, karena suasana dan keadaan sangat berbeda. Bahkan ia terus berdoa agar mereka baik-baik saja. Pesawat mereka sangat tidak nyaman dan membuat khawatir. Terlebih saat-saat mendarat.
"Ah... Akhirnya..."
"Akhirnya sampai juga..Heheh"
"Alhamdulillah."
"Welcome hari-hari berbeda."
Tak sedikit yang begitu senang saat akhirnya pesawat benar-benar berhenti.
"Ini Bandaranya cuma gini aja?"
"Yakin ini bandara?"
"Setidaknya kita ada bandar dan kita sudah sampai."
Terdengar beberapa komentar dari rombongan itu. Tentu saja jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, iya.
Nurmi hanya mengekor karena sembilan jam penerbangan membuatnya lelah. Terlebih mereka sudah dinanti oleh para senior yang menjemput, sesungguhnya bahagia karena apa penggati dan mereka bisa kembali kepelukan keluarga.
Memperhatikan sekeliling menjadi fokus pertama Nurmi dan kawan-kawan. Banyak pertanyaan dan pernyataan dibenak mereka tak terucap. Bagi Nurmi setahun di sini nanti akan terjawab segalanya bahkan lebih dari yang ingin ia ketahui.
"Nanti jika ada yang menawarkan berfoto, jangan ya." Nasehat senior dengan suara pelan.
"Apalagi sama mereka." Tambahnya melirik sosok kurus tak berbaju dan sejak tadi memperhatikan kami dan berjalan ke sana kemari.
Bagi Nurmi suasana dan kesan di siang itu butuh waktu lama untuk mendeskripsikannya. Emm, baiknya membuat secangkir teh atau susu coklat lalu setoples cemila agar bercerita tak membosankan.
---bersambung dulu ya.... Heheh,
27/08/2014
Rabu, 16 November 2016
Ingin Hilang Ingatan
"Letih di sini. Kuingin hilang ingatan." Kalimat itu kunyanyikan berkali-kali. Lirik dari lagu yang diiringi akustik.
Hujan ini tak sanggup lagi menenangkan ku, kesendirian yang mendamaikan begitu kudambakan tapi kini aku tak bisa menikmatinya dengan tenang.
Berlama-lama duduk mengerjakan yang Kusuka, memanjakan diri tak bisa menyenangkan lagi. Sepertinya aku mulai terlena dan iri pada keramaian. Dan, kehilangan pilihan. Aku jenuh dan tak tau harus bagaimana.
Seheboh dan sahebat apapun ku lukis dunia kesendirian akan tak semudah dulu, karena ternyata aku tak bisa kehilangan.
Aku ingin menangis dan berteriak saat tersakiti, aku ingin membagi senyum saat bahagia.
Aku mulai berubah. Angin sejuk di jendela mulai menyapa dan menggoda untuk melangkahkan kaki keluar menuju tempat baru yang dulu menakutiku.
Aku ingin menari bersama hujan. Ingin menyentuh butiran beningnya, dan mengatakan hai pada pelangi selepasnya.
Aku, ingin bercerita sesukaku. Tak mengapa tak ada jawaban, cukup aku merasa bahagia melakukannya.
Senja menemaniku sore ini. Cantik, menghangatkan, aku enggan beranjak. Namun aku harus meninggalkannya lebih cepat. Ada yang lain yang menantiku. Aku harus bersiap menyambut bintang.
Ah, kadang aku hanya bisa menghela napas melukis keluh, karena waktu begitu cepat berlalu. Dan akhirnya aku terlelap. Tak tau apa esok masih ada untuk diri yang entah alasan apa yang membuat diri meredup berlahan.
NRm, 17/11/16
Kamis, 27 Oktober 2016
The name of life
Sore ini, hujan berlahan menghadirkan rasa itu. Sebuah kenangan kebahagian dan sedih menyatu. Rasa kini dan samar-samar masa nanti.
Ada rasa kecewa pada diri yang menyesakkan dada. Lantunan instrumen piano 'The name of life' dan 'Always with me' membuatku terenyuh. Aku menghela napas, menatap langit-langit kamar.
Entah mengapa aku ingin berteriak. Bahkan air mataku kini sudah menetes. Aku marah, marah pada diriku.
Aku sering bertanya-tanya, salahku dimana? Aku tak bisa berlari kencang. Aku bahkan tak bisa berjalan stabil. Sering kali terjatuh.
Jujur saja aku benci dengan hari-hariku kini. Sulit membuatku senang dengan apa yang ku lakukan. Meski ini pilihan dan aku terus berusaha menjadikannya terbaik. Tapi, ini semua membuatku ingin meledak, perasaan salah dan muak menumpuk seperti bom waktu.
Aku ingin pulang. Aku ingin memeluk Mama Bapak. Untuk pertama kalinya, kali ini aku sungguh-sungguh akan memeluknya dan mengatakan semua yang kurasakan. Maafkan aku yang selama ini hanya ingin namun tak bisa berkata apa-apa dan malah memilih menangis diam-diam.
Aku ingin mendatangi rumah sahabatku dan berkata, 'Jangan menghilang dariku.' Jika dia tak mau mendengarkan ku, aku akan berteriak biar semua orang tau, bahwa selama ini aku merindukannya.
Aku ingin dunia, mereka yang menganggap ku begitu dalam jalur istimewa tau bahwa aku sesungguhnya tak tahu apa-apa. Aku tidak mengerti apa-apa, aku tak bisa apa-apa. Maka aku membutuhkan mereka. Karena aku belum mencapai apa-apa padahal aku sudah berusaha sekeras yang kubisa.
Apa aku baik-baik saja?
Iya. Aku menjawabnya. Nyatanya?
Aku jauh dari kondisi itu. Terlena dengan kemarahan diri, terbawa arus dan sulit untuk mempertahankan diri, segudang impian ini.
Diriku semakin hari semakin melemah. Aku bahkan pernah mengutuk hari-hari melelahkan dulu yang membuat bahagia. Hingga kini aku terus merasa belum dan belum melakukan apa-apa, karena dulu rasa sulit itu begitu menyenangkan. Aku menyukainya. DULU. Kini? Aku benci, saat ini.
Mengapa aku belum melakukan apa-apa. Mengapa belum ada yang berubah. Sedangkan waktu hanya sedikit tersisa.
Selasa, 20 September 2016
Rindu
-Rindu-
Sore ini, ketika sisa-sisa gerimis masih terasa di luar sana dan suasana sunyi begitu terasa di lingkungan asrama. Gadis itu bersandar di sisi dinding kamar, ranjang bagian kedua adalah miliknya, dengan sisi dinding yang lebih luas berapit ranjang terpampang beberapa foto yang niatnya memasang berharap bisa memompa semangat, entahlah itu tercapai atau tidak yang jelas sore ini ada yang ganjal dengan si gadis.
Lagu dengan alunan santai menyentuh rasa itu berulang berkali-kali. Bukan dari si blueLe (Leptop) yang menyala sedari tadi tapi bluePe (HP). Mungkin ia sedang berpikir tentang makna lagu atau sekedar menghapal, tapi apakah itu yang sebenarnya ia lakukan. Mengapa sekilas si gadis ingin menangis. Bukankah sudah lama iya berjanjilah tak akan menjadi lemah. Apa mungkin ia lupa, bahwa bersedih dan terlena dengan perasaan itu adalah hal sia-sia.
Si gadis tembem itu memejamkan mata, ketika ia membukanya berlahan, butiran bening itu terjatuh di sudut mata. Oh, No. Entah mengapa hatinya terasa sakit, seperti menahan rindu yang puluhan tahun.
Wajah-wajah itu seolah terlukis di langit-langit kamar, berputar-putar di sisi lampu. Ada tawa lebar dan ada wajah datar serta tangis.
Ketika ia memejamkan mata kembali, ingin membayangkan yang bahagia saja, ia tersenyum. Sosok istimewa, renta dan mungil, kulit keriput nan hitam menjulurkan tangan. Dan berkata 'Nak, ayo kita pergi ke kebun. Pasti kamu senang membantu kami.' mereka berjalan pelan di pagi hari yang langkah mereka sedikit disapa dengan rerumputan yang basah. Di pondok kecil itu, anak kecil dan seorang ibu tua tertawa menyambut mereka. Kala sang gadis ternyata memakai toga.
"Kak, ngapain pake itu. Sayang, nanti kotor. Nggak gampang loh dapatnya."
Si gadis tertawa, antara bahagia atau frustasi. Ia boleh berbangga karena telah mewujudkan keinginan mereka, tapi layakkah demikian jika ia akhirnya tak bisa menikmati pagi sedamai ini. Suasana hangat kebersamaan. Seolah itu hanya sebuah impian yang tak kunjung tercapai. Jika egoisnya mulai hadir, si gadis ingin tinggal selamanya di sana, tempat ia lahir dan melukis hari-hari dengan suasana apa adanya untuk keadaan yang memang tak perlu dirisaukan agar menjadi seperti yang lain. Ah, sepertinya untuk saat ini, itu hanya sekedar harap dalam rentetan harapan.
Senja menghantar langkah mereka menuju rumah berdinding dan beratap nipa. Kadang ternak telah ditutup, asap mengepul dari dapur kayu, dan lampu dari botol yang dirancang sederhana menyala. Kadang kala keluhan adik akan susahnya belajar terdengar. Tapi, itu malah melahirkan nasehat-nasehat kecil dari sang ayah. Ketika malam benar-benar gelap. Makanan tertata rapi dilantai dengan piring mengelilingi sejumlah penghuni rumah. Ah, senyum sumringah terlihat jelas di wajah sang adik.
"Kak, Umi duluan ya Ma." Setelah kata amin diujung doa. Si adik dengan duduk tak sabar sigap berkata pada ibunya untuk isyarat bagi semuanya. Bahwa si gadis yang jarang pulang itulah yang istimewa, maka ialah yang layak memulai makan malam itu.
Suara ayam berkokok belum terdengar. Saat sentuhan lembut menyentuh bagian lengan si gadis. Di luar kelambu, seorang ibu tua berusaha menyadarkannya untuk bangun dan melaksanakan kewajiban. Suara lantang sang ayah terdengar jelas sedang mengalunkan ayat-ayat suci.
Saat sang gadis membuka mata dan duduk. Cahaya terang menyilaukan membuatnya tersadar. Ia berada jauh dari rumah dan itu semua hanya mimpi ditumbuhi kenangan masa-masa yang telah berlalu.
Si gadis tersenyum, ia tersadar bahwa bukan bersedih obat kerinduan. Tapi keikhlasan dan pembuktian. Ia harus menerima keadaan seperti sebelum-sebelumnya, ia harus tetap fokus pada tugas-tugasnya, bukankah jarak tak mengubah rasa sayang dan memiliki diantara mereka. Biar saja, Tuhan yang akan menentukan. Penyesalan bukanlah penyelesaian, rasa bersalah dan ketidakinginan.
#Bagaimanamenurutkalian #inikisahku #bagaimanakisahkalian
Sabtu, 17 September 2016
Review Film "Kimi no Na wa" atau "Your Name"
====
Dari judulnya film ini berjudul "Kimi no Na wa" atau dalam bahasa inggris "Your Name" merupakan anime karya source original keempat sutradara Makoto Shinkai.
Direktur animasi : Masashi Andou
Genre : Drama School/ Romance/ Supernatural
Desain karakter : Masayoshi Tanaka
Rumah produksi : CoMix Wave Films
Negara : Jepang
Pengisi suara : Ryunesuke Kamiki (Taki Tachibana) dan Mone Kamishiraishi (Mitsuha Miyamizu)
Sinopsis:
Itu dia info sinopsi film ini. Jika ingin tau cerita detailnya silahkan ditonton. Namun karena Nurmi sudah nonton, berikut ini Nurmi akan berikan gambaran cerita filmnya, heheh. Jika kamu tipe orang yang tidak suka jika sudah tau ceritanya sebelum nonton. STOP untuk membaca postingan ini dan silahkan menonton filmnya terlebih dahulu, lalu kembali lagi ke sini dan kita bisa ngobrol tentang film ini, sekaligus meluruskan jika ternyata Nurmi ada salah tulis atau salah memaknai film ini, hehe.
*****
Setelah itu banyak yang mulai terjadi.
=====
Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan kpomentarnya. Salam kenal,
Contoh Soal tentang Hukum Kepler dan Pembahsannya
Nomor 1
Dua planet A dan B mengorbit matahari. Perbandingan antara jarak planet A dengan planet B ke matahari RA : RB = 1 : 4. Apabila periode planet A mengelilingi matahari adalah 88 hari, maka periode planet B adalah...
A. 500 hari
B. 704 hari
C. 724 hari
D. 825 hari
E. 850 hari
Nomor 2
Planet A dan B masing-masing berjarak rata-rata sebesar P dan Q terhadap matahari. Planet A mengitari dengan periode T. Jika P = 4 Q, maka B mengitari matahari dengan periode...
A. 1/12 T
B. 1/10 T
C. 1/8 T
D. 1/6 T
E. 1/4 T
Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan kpomentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.
Selasa, 13 September 2016
George Ohm, Penemu Hukum Ohm
Biografi
Penemuan
Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan kpomentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.
Jumat, 26 Agustus 2016
Final DBL East Kalimantan 2016 (Duel Dua Sekolah dan Dua Kota)
=====
=====
Dalam semifinal kemarin (25/8) para putri yang lebih dulu mengamankan tiket ke final party. Sementara, putra mengamankan tempat di final pada pertandingan ketiga.
Penasaran dengan penampilan dua sekolah sekaligus mewakili dua kota tersebut. Saksikan final party Honda DBL East Kalimantan Series 2016, besok di GOR Segiri Samarinda. 27 Agustus 2016.

"Saya sih masuk daftar pendukung SMAGA."
Dance SMAGA juga masuk loh guys.
Dukung SMA Favorite kalian ya dengan rame-rame datang ke Final Party Honda DBL 2016 East Kalimantan Series.
Oia, Ada BUDI DO RE MI juga loh.... :)
Senin, 22 Agustus 2016
Review Film Strobe Edge

Ando berteriak untuk pulang duluan bersama Ninako, karena Ren juga sedang asik dengan Mayuka.
Kamis, 18 Agustus 2016
Final Bulutangkis Olimpiade Rio 2016, Tontowi dan Liliyana Meraih Emas, INDONESIA RAYA Berkumandang
***
Silahkan disaksikan saat Indonesia Raya berkumandang, jangan lupa bersyukur atas hidup kita. Atas prestasi kita. Prestasi anak negeri ini di bidang apapun itu.
"OPTIMIS. AKU BISA.KITA BISA" Sugesti diri dan tularkanlah positive thinking. :D
![]() |
| Perolehan mendali Indonesia di Olempiade Rio 2016 |
Oke. Guys. Berikut ini peralihan Mendali selama bertahun-tahun pelaksanaan olimpiade cabang bulu tangkis.
-Barcalona, 1992-
- Alan Budikusuma Wiratama (Tunggal Putra) - Emas
- Ardy Bernardus Wiranata (Tunggal Putra) - Perak
- Hermawan Susanto (Tunggal Putra) - Perunggu
- Lucia Francisca Susi Susanti (Tunggal Putri) - Emas
- Eddy Hartono dan Rudy Gunawan (Ganda putra) - Perak
-Atlanta, 1996-
- Mia Audina Tjiptawan (Tunggal Putri) - Perak
- Lucia Francisca Susi Susanti (Tunggal Putri) - Perunggu
- Rexy Ronald Mainaky dan Ricky Ahmad Subagja (Ganda purta) - Emas
- Antonius Budi Ariantho dan Denny Kantono (ganda putra) - perunggu
-Sydney, 2000-
- Tony Gunawan danRafael Candra Wijaya (ganda putra) - Emas
- Tri Kusharyanto dan Minarti Timur (ganda campuran) - Perak
- Hendrawan (tunggal putra) - perak
-Athena, 2004-
- Taufik Hidayat (tunggal putra) - Emas
- Sony Dwi Kuncoro (tunggal purta) - perunggu
- Eng Hian dan Flandy Limpele (ganda putra) - perunggu
-Beijing, 2008-
- Markis Kido dan Hendra Setiawan (ganda putra) - emas
- Liliyana Natsir dan Nova Widianto (ganda campuran) - perak
- Maria Kristin Yulianti (tunggal putri) - perunggu
-London, 2012-
TIDAK ADA
-Rio, 2016-
Tontowi Ahmad dan Liliyana Nasir (Ganda Campuran) - Emas
Senin, 08 Agustus 2016
PPL PPG Universitas Mulawarman Hari Pertama (SMA Negeri 3 Samarinda) #CatatanNurmi #8Agustus2016
Peserta yang terdiri dari 5 S1 Pendidikan Fisika dan 3 S1 Pendidikan Bahasa Inggris.
Pendidikan Fisika :
1. Bagus Trihartoko, S.Pd
2. Eka Wijayanti, S. Pd
3. Irham, S. Pd
4. Nurmiati, S. Pd
5. MyGiver Onsu, S.Pd
Pendidikan Bahasa Inggris:
1. Amirullah Rembang, S.Pd
2. Cecep Riyanto, S.Pd
3. Normalida Safitri, S. Pd
*****
- Pelaksaan upacara : Petugas sudah melaksanakan dengan baik, ucapan terima kasih kepada petugas dan peserta upacara.
- Pelaksanaan HUT SMA Negeri 3 Samarinda . yang ke 34 dan HUT Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 71.
- Apresiasi untuk siswa-siswi yang berprestasi. Baik tingkat provinsi maupun tingkat Nasional.
- Apresiasi untuk siswa-siswi yang telah menyelesaikan kelas musim panas di Jerman dan siswa yang baru kembali dari Hongaria pertukaran pelajar selama setahun. Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa kalimat tentang pengalaman mereka.
- Perkenalan peserta PPL kepada siswa-siswi dan guru oleh kepala sekolah, dengan menyebutkan asal perguruan tinggi. (karena peserta terdiri dari PPL PPG, Reguler UNMUL, IKIP, IAIN)
- Penyampaian terkait ekstrakurikuler dan beberapa hal untuk kelas X (murid baru)
*****
Itu, sekilas tentang kegaitaan di hari pertama PPL PPG. Bagaimana kondisi sekolah dan KBM di kelas? Nanti akan diposting dihari-hari berikutnya. :)
=====
Salam kenal. Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...


































