Sabtu, 26 November 2022

Museum Pendidikan Surabaya


Hai semuanya. Kembali lagi di catat saya (Mi Nurmi). Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang Musium Pendidikan yang ada di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Tepatnya di jalan Genteng Kali No. 10, Kecematan Genteng.

Oia, sekedar informasi jika ingin berkunjung ke musium ini, meskipun gratis jangan lupa pesan tiket online dulu ya karena pengunjung dibatasi. Bahkan di dalam ruangan juga ada batasan jumlah pengunjung yang berbeda-beda setiap ruangannya. Selain itu pastikan menggalih informasi sebaik mungkin di dalam musium karena arah berjalan sudah ditentukan satu arah sehingga pintu keluar dan masuknya berbeda guys. 

Yang mau pesan tiket bisa di tiketwisatasurabaya.com nanti akan muncul seperti gambar berikut ini teman-teman. Kalian tinggal pilih, dan pesan tiket sesuai rencana kunjungan. Jika semua sudah kalian isi dan ikuti semua langkah hingga muncul kata sukses. Berrati tinggal datang ke musium dan menyebutkan nama pendaftar dan memperlihatkan identitas. 

Musium Pendidikan Surabaya ini buka dari pukul 08.00 hingga 15.00 waktu setempat ya teman-teman. Minggu juga buka kok, tapi hari Senin malah tutup. Perhatikan waktu kunjungan ya, jangan sampai salah. 

SEJARAH SINGKAT MUSIUM PENDIDIKAN SURABAYA

Museum Pendidikan Surabaya baru saja dibuka pada 25 November 2019. Pembangunannnya yang bertepatan dengan hari guru nasional menyimpan harapan agar museum  ini dapat mengedukasi masyarakat tentang sejarah pendidikan Indonesia. Museum ini merupakan bekas gedung sekolah Taman Siswa.

Sebelum Meseum ini dibagung, telah lebih dulu dibangun Meseum Pendidikan Nasionla di UPI, Bandung dan Museum Pendidikan Indonesia di UNY, Jogyakarta. Namun, tentu isinya berbeda dan memuat informasi serta sejarah yang beragam.

Meseum Pendidikan Surabaya memiliki zona -zona yang berbeda. Dimulai dari penyaksikan perjuangan masyarakat sejak zaman pra-sejarah dalam menutut ilmu akan meningkatkan semangat belajar menggapai cita-cita. 

ADA APA AJA SIH DI MUSIUM PENDIDIKAN SURABAYA?

Ada banyak banget teman - teman. Btw, kenapa saya pilih tempat ini untuk aku kunjungi karena selain memang aku seorang guru, perlunya kita belajar tentang sejarah dan peninggalan sejarah yang ada di negera kita.  Oia, saya berkunju 22 November 2022, sebenarnya saya hanya transit Surabaya sehari dari Jogyakarta ke Balikpapan. Karena dekat dengan Stasium kereta Gubeng dan sebentar lagi hari guru ya saya sempatkan untuk jalan-jalan sebentar. Sekian curhat saya. Hehehe. Lanjut ke cerita isi musium ya guys. Ada banyak, beberapa yang dapat saya bagi dengan kalian semuanya berikut ini:

1. Naskah Lontar
Naskah berbahan lontar, beraksara Jawa. Naskah tergolong tua, dapat terlihat daro lontar yang digunakan. Ada lontar Jawi (Arab Pegon), Lontar Jawi Tali, 

2. Sepeda Jengki.
Sepeda ini berasal dari negara Inggris diproduksi tahun 1910. Di masa lalu, sepeda jengki adalah moda transportasi andalan para guru.
(In the past, this kind of bicycle was the main mode of transportation for most Indonesia teachers.)


3. Tembang Macapat (Tradisional Javanese Ode)
Merupakan naskah berbahan kulit, beraksara Jawa. Naskah tersebut disajikan dalam bentuk tembang macapat yang diawali dengan Pupuh Asmarandana.

4. Ilmu Nahwu Tata Bahasa Arab
Merupakan naskah berbahan kulit, beraksara Arab murni dan juga Arab Pegon. Naskah tersebut berisi tentang Kaidah tata bahasa Arab (Ilmu Nahwu) berbahasa Arab. Beberapa bagian di antaranya diberi terjemahan bahasa Jawa memakai aksara Arab Pagon.

5. Ilmu Nahwu Risalah Matan Al-Jurumiyah


6. Naskah Surat Yusuf
Merupakan naksah berbahan kulit, beraksara Arab murni dan Arab Pagon. Naskah tersbut berupa surat Yusuf dan terjemahannya serta tafsirnya berbahasa Jawa dengan aksara Arab Pagon.

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

=====

Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Sabtu, 15 Oktober 2022

Juara Lomba Sekolah Peduli Rupiah (SPR) 2022

Pagi ini, aku membuka intagram sebelum berangkat kerja. Rutinitas yang sulit dihindari. Bukan membuka atau membaca hal-hal yang berhubungan dengan selebriti atau sejenisnya. Aku lebih suka dengan informasi seputar hobi-ku atau berbagai aktivitas lomba. Yah, tak jarang membaca informasi di akun resmi pemerintah, seperti bidang pendidikan dan kesehatan.

Postingan Bank Indonesia sangat menari bagiku. Sebuah agenda yang sejak 2018 sesungguhnya sudah mulai dilaksanakan, hanya saja covid membuat acara ini membuatku tak tau atau memangtak dilaksanakan, entahlah. Sebuah acara lomba yang diusung untuk mengedukasi pelajar untuk mencintai mata uang Indonesia yaitu rupiah.

Untuk tahun ini lomba hingga jenjang SD. Terkhusus SMP memiliki 3 bidang lomba, Vidio orasi cinta bangga paham rupiah, poster non digital, dan mading 2 dimensi. 

Waktu pendaftaran hingga batas upload karya sangatlah singkat. Hal ini membuatku sebagai guru membimbing sangatlah sibuk dan dituntut mampu mengatur dengan baik, selain jam mengajar yang banyak, siswa/i di sekolah kami diwaktu bersamaan mempersiapkan dan melaksanakan lomba peringatan kemerdekaan Indonesia. Sekolah yang merupakan pondok pesantren yang belajar di sekolah hingga pukul 15.30 WITA dan dilanjutkan aktivitas asrama membuat persiapan dan membuatan karya tidak dapat dilakukan selain sore hari.

***
Belum kuputuskan kapan akan menghadap kepala sekolah untuk mendiskusikan keikut sertaan dalam lomba SPR ini. 15 Juli 2022, di jam istirahat pesan whatsapp dari kepala sekolah yang mengirim file pdf dan poster kegiatan yang artinya aku tak perlu lagi menghadap untuk meminta pesetujuan apakah boleh ikut. Ku isi link registrasi untuk mengikuti Opening Day Sekolah Peduli Rupiah. Esoknya, 16 Juli 2022 di akhir pekan, ku ikuti kegiatan via zoom. Semestinya siswa yang terdaftar dianjurkan untuk ikut sertas karena ada pembekalan dan ada kuis berhadiah pula. namun sayang karena ini akhir pekan dan kami belum memilih siswa yang ikut serta, cukup saya sebagai guru pembimbing yang mewakili meski kurasa sayang sekali.

Senin, 18 Juli, ku panggil beberapa siswa untuk menjadi pesan berantai, untuk yang berminta silahkan menemui saya.

Kamis, 27 Juli 2022, kepala sekolah mengirim file pdf persyaratan dan petunjuk pelaksanaan lomba dari Bank Indonesia.

Jumat, 29 Juli 2022. Aku melapor melalui whatsapp bahwa saya telah mendaftarkan 10 siswa/i untuk lomba vidio orasi, 5 siswa poster, 1 tim untuk lomba mading (karena lomba mading dibatasi 1 tim untuk masing-masing sekolah).

Intruksi bagi siswa yang mengikuti lomba orasi untuk membuat narasi dan berkunsultasi telah saya beritahukan bahkan sebelum pendaftaran. Namun padatnya aktivitas mereka membuat mereka tidak semuanya kondusif.  Sehingga ketika waktu pembuatan vidio dilaksanakan, memakan waktu cukup lama, hal ini dikarenakan siswa yang sering kali berhenti/tidak menguasai orasi mereka. 

Diwaktu yang sama saya harus mempersiapkan perlengkapan mading, mendiskusikan cara membuat dan tentu mengawasi pembuatan karena proses harus didokumentasikan dalam bentuk vidio dan foto.
Begitu pula dengan siswi yang mengikuti poster non digital. Konsultasi dan membuatan butuh pengawasan dan arahan. Namun karena  waktu sore hanya terbatas, mereka melanjutkan pembuatan diasrama dan kembali konsultasi dihari-hari tersisa sebelum unggah karya.
















Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Rabu, 30 Maret 2022

Kita Masih Gigih Dalam Tugas Meski Mentari Telah Pamit

Aku mengerutkan kening melihat mu sedang berbicara dengan beberapa guru bahasa Indonesia lain. Jujur saja aku tak ingin ikut namun antusias mendengarkan meski samar-samar dan masih saja sok asik duduk dengan tumpukan koreksian buku tugas siswa di meja, kepala penat.

Beberapa hari berlalu dan akhirnya amanah itu memanglah tidak mudah, bahkan memahami keseluruhan rencana sedikit terkesan membebanimu. Entah jiwa sosial, rasa ibah, sedekit rasa sombong, atau malah merasa lebih mempuni menggerakkanku untuk terlibat. Aku seorang guru Sains lulusan Fisika yang menyukai aktivitas membaca dan menulis. Aku tak tahan untuk membantu.

Dimulai dari memberi nasehat. Merasa menunggu seseorang untuk pulang bersama menjadi alasanku untuk bertahan lebih lama, dan tak jarang meluangkan waktu sebari membina siswa/i yang sedang berkompitisi penetian dan kompetisi sains nasional. Dan akhirnya turut serta disemua agenda. 

Aku tak tahan melihatmu kebingungan dalam padatnya kegiatan dan sempitnya waktu. Ku terjundakan diri dalam kesibukan bersama kalian. Berlima kita mulai melaksanakan rangkaian kegiatan untuk menjadi bagian dar agenda Literasi Nasional.

Pertama 
 








Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Jumat, 11 Maret 2022

Serba - Serbi Selama Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2016

Hallo, Assalamualaikum, selamat pagi dan selamat malam teman-teman pembaca. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca psotingan di blog saya ini. Semoga sehat selalu. 

Kali ini saya ingin bercerita tentang PPG yang telah saya ikuti 2016, yaitu PPG gratis yang saya peroleh atas apresiasi telah menyelesaikan program SM-3T. 

Apa itu SM-3T ???

SM-3T merupakan sebuah singkatan dari Sarjana Mendidik daerah 3T yang dilaksanakan oleh kementrian pendidikan. Daerah 3T merupakan daerah Tertinggal, Terpencil dan Terdepan (perbatasan). 

Yang ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana proses seleksi hingga bertugas dan masa tugas silahkan baca postingan saya tentang SM3T.

Ok. Saya akan mulai cerita tentang PPG Pasca SM3T yang saya ikuti.

Beberapa Kenangan keseharian di asrama



Beberapa kenangan


Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Selasa, 11 Januari 2022

Mengingat Masa Kuliah S1



Aku tipe yang tidak menikmati masa kuliah dengan baik untuk kegiatan selain kegiatan yang wajib diikuti.

Tipe anak kuliah yang sambil kerja dari awal-awal menjadi mahasiswa hingga lulus. Porsi kuliah dan kerjanya sama. Meski begitu masih punya teman yang lumayan. Satu jurursan ya pasti kelan ya. Tapi, lebih bnayak teman yang dekat itu berbeda fakultas dan jurusannya macam-macam. Entah ketemu di seminar atau komunitas kampus atau luar kampus.

Mahasiswa yang masuk daftar yang nggak mau jadi pengurus (repot jangka panjang), tapi jadi panitia event kecil-kecilan sampai event nasional, its oke. Alasannya waktu itu fokus pada kegiatan yang diminati dan kegiatan wajib saja, IPK di atas 3 biar bisa tetap mengurus beasiswa. DAN ALASAN UTAMANYA ADALAH AKU MAHASISWA PEKERJA. Agar bisa bebas ke sana kemari tanpa harus terjebak di kampus adalah alasan tidak ingin menjadi pengurus inti dalam sebuah organisasi jangka panjang.

Waktu itu saya dapat beasiswa yang akan menjamin hingga lulus kuliah namun itu di luar Kalimantan, tapi tidak saya ambil karena beberapa pertimbangan. Aku anggap itu gagal mendapatkan meskipun itu pilihan saya. Padahal beasiswa lainpun sudah saya relakan untuk beasiswa ini. 

Tetap melangkah dengan ekonomi keluarga yang sederhana. Mendaftar dan hidup beberapa bulan sebagai mahasiswa dengan uang tabungan selama SMA. Di awal kuliah dihantui dengan salah jurusan. Saya mau Matematika namun keterima di FISIKA. Yah, memang pilihan saya Fisika dan Matematika. Salah Strategi.

Praktikum yang padat di tahun pertama hal lazim untuk semua mahasiswa jurusan MIPA. Di jalani saja. Meski tidak rela, dan berniat mengganti jurusan (mendaftal lagi) di tahun berikutnya. Namun ternyata bertahan karena nilai baik-baik saja dan mendapatkan berbagai beasiswa.

Jalan selalu ada yang tidak disangka. Toh, akhirnya mengikhlaskan/merelakan 1 beasiswa tak apa untuk beberapa beasiswa yang berbeda berikutnya. Saat itu sangat membantu meringankan beban orang tua. meski sebenarnya saya tipe anak yang tidak akan meminta dan akan terus berusaha sendiri hingga akhirnya menangis dan mau tak mau akan bercerita jika tak menemukan solusi sendiri.


Untuk yang membaca ceritaku ini. Percayalah untuk anak yang punya tekat dan peka tidak akan menyerah. Mereka akan berjuang untuk jalannya. Kepercayaan yang dibutuhkan. Biarkan mereka memilih jalannya.

Untuk kalian yang lagi dilema. Apakah mau mau kuliah atau kerja? 
Ingat kuliah atau kerja terserah. Ikuti kata hati tapi jadilah orang peka tanpa bersedih, andai kata keadaan keluarga tak mendukungmu. Bukan mereka, hanya saja keadaan kerap kali menghampaskan harapan.

Ada jalan. Banyak jalan. Tetap optimis dan dahulukan prioritas.

Biasiswa sekarang ada banyak jika ingin kuliah. Namun seiring waktu pesaingnya juga banyak.

Kamu minder karena tidak terlalu pintar?

Ups, STOP untuk menghakimi diri. Ada jalan. Yuk berusaha. Jangan lupa doannya untuk menggunungkan kemungkinan.

Kamu kerja dulu juga boleh kok. Jangan terlena dan lupa untuk meningkatkan skill/ kemampuan diri dan status jelas dalam pendidika ya. Kita tidak boleh munafik kan disaat sekarang jenjang pendidikan punya peran penting dalam proses awal meskipun bukan penentu utama kelak orang berpendidikan akan bertahan. Pahami bahwa ada sesuatu yanghanya bisa diraih dalam jangka tertentu dan waktu tertentu. Kamu tinggal di Indonesia yang sistemnya seperti itu.

Pada akhirnya. Toh, hukum alam dan sistem berlaku. Yang punya skill dan sosial yang baiklah yang bertahan dan mampu bersaing dan melejit. intinya, BERGERAKLAH!!! Jangan skakmat tak tau mau melakukan apa dan tidak memiliki keinginan menjadi lebih.


YANG MEMBAHAGIAKAN dari apa yang dijalani adalah menikmati. Belajar dari proses. Menikmati lelahnya, meroketkan semangat, menguatkan rasa, bersyukur atas sehat dan setiap kesempatan. Berterimakasih terhadap diri sendiri karena mampu melalui rintangan. Tentu bonusnya  untuk mendapatkan teman, link (koneksi), bahkan dari orang lain uamh tak kenal kemudia memperlakukan mu seperti kelurga, hari bulan tahun mereka tetap bersamamu, menjadi seperti keluarga sesungguhnya...

Semua itu PROSES, proses untuk memulai. Apakah kamu berani untuk memulai langkah yang kamu pilih???