Hai semuanya. Kembali lagi di catat saya (Mi Nurmi). Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang Musium Pendidikan yang ada di Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Tepatnya di jalan Genteng Kali No. 10, Kecematan Genteng.
Oia, sekedar informasi jika ingin berkunjung ke musium ini, meskipun gratis jangan lupa pesan tiket online dulu ya karena pengunjung dibatasi. Bahkan di dalam ruangan juga ada batasan jumlah pengunjung yang berbeda-beda setiap ruangannya. Selain itu pastikan menggalih informasi sebaik mungkin di dalam musium karena arah berjalan sudah ditentukan satu arah sehingga pintu keluar dan masuknya berbeda guys.
Yang mau pesan tiket bisa di tiketwisatasurabaya.com nanti akan muncul seperti gambar berikut ini teman-teman. Kalian tinggal pilih, dan pesan tiket sesuai rencana kunjungan. Jika semua sudah kalian isi dan ikuti semua langkah hingga muncul kata sukses. Berrati tinggal datang ke musium dan menyebutkan nama pendaftar dan memperlihatkan identitas.
Musium Pendidikan Surabaya ini buka dari pukul 08.00 hingga 15.00 waktu setempat ya teman-teman. Minggu juga buka kok, tapi hari Senin malah tutup. Perhatikan waktu kunjungan ya, jangan sampai salah.
SEJARAH SINGKAT MUSIUM PENDIDIKAN SURABAYA
Museum Pendidikan Surabaya baru saja dibuka pada 25 November 2019. Pembangunannnya yang bertepatan dengan hari guru nasional menyimpan harapan agar museum ini dapat mengedukasi masyarakat tentang sejarah pendidikan Indonesia. Museum ini merupakan bekas gedung sekolah Taman Siswa.
Sebelum Meseum ini dibagung, telah lebih dulu dibangun Meseum Pendidikan Nasionla di UPI, Bandung dan Museum Pendidikan Indonesia di UNY, Jogyakarta. Namun, tentu isinya berbeda dan memuat informasi serta sejarah yang beragam.
Meseum Pendidikan Surabaya memiliki zona -zona yang berbeda. Dimulai dari penyaksikan perjuangan masyarakat sejak zaman pra-sejarah dalam menutut ilmu akan meningkatkan semangat belajar menggapai cita-cita.
ADA APA AJA SIH DI MUSIUM PENDIDIKAN SURABAYA?
Ada banyak banget teman - teman. Btw, kenapa saya pilih tempat ini untuk aku kunjungi karena selain memang aku seorang guru, perlunya kita belajar tentang sejarah dan peninggalan sejarah yang ada di negera kita. Oia, saya berkunju 22 November 2022, sebenarnya saya hanya transit Surabaya sehari dari Jogyakarta ke Balikpapan. Karena dekat dengan Stasium kereta Gubeng dan sebentar lagi hari guru ya saya sempatkan untuk jalan-jalan sebentar. Sekian curhat saya. Hehehe. Lanjut ke cerita isi musium ya guys. Ada banyak, beberapa yang dapat saya bagi dengan kalian semuanya berikut ini:
1. Naskah Lontar
Naskah berbahan lontar, beraksara Jawa. Naskah tergolong tua, dapat terlihat daro lontar yang digunakan. Ada lontar Jawi (Arab Pegon), Lontar Jawi Tali,
2. Sepeda Jengki.
Sepeda ini berasal dari negara Inggris diproduksi tahun 1910. Di masa lalu, sepeda jengki adalah moda transportasi andalan para guru.
(In the past, this kind of bicycle was the main mode of transportation for most Indonesia teachers.)
3. Tembang Macapat (Tradisional Javanese Ode)
Merupakan naskah berbahan kulit, beraksara Jawa. Naskah tersebut disajikan dalam bentuk tembang macapat yang diawali dengan Pupuh Asmarandana.
4. Ilmu Nahwu Tata Bahasa Arab
Merupakan naskah berbahan kulit, beraksara Arab murni dan juga Arab Pegon. Naskah tersebut berisi tentang Kaidah tata bahasa Arab (Ilmu Nahwu) berbahasa Arab. Beberapa bagian di antaranya diberi terjemahan bahasa Jawa memakai aksara Arab Pagon.
5. Ilmu Nahwu Risalah Matan Al-Jurumiyah
6. Naskah Surat Yusuf
Merupakan naksah berbahan kulit, beraksara Arab murni dan Arab Pagon. Naskah tersbut berupa surat Yusuf dan terjemahannya serta tafsirnya berbahasa Jawa dengan aksara Arab Pagon.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
=====
Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.