Hari ini, tantangan menulis refleksi 10 tahun lalu. Jujur, nggak tau mau nulis apa.
Yang aku ingat awal 2013 ketika teman selesai PPL dan siap untuk sidang skripsi. Sedangkan aku baru mendaftar PPL lagi karena mengundurkan diri disemester 7, waktu itu alasanya sakit lumayan lama setelah pulang KKN dan sibuk kerja untuk menambah tabungan biaaya skripsi (nanti), padahal proposal saja aku belum mengajukan, hahaha, harus selesai PPL dulu. Pikirku saat itu.
Dapat sekolah PPL yang sulit akses (naik angkot serbah tidak sampai lewat jalur manapun) padahal setiap hari masih ngampus dan harus ke sekolah juga. Nekat beli motor dengan niat hemar di trasportasi tapi kudu lebih lembur kerja untuk menutupi pengeluaran yang semakin banyak.
Ku kira 2012 yang terberat ketika harus kehilangan rumah dilahap habis si jago merah, 1 bulan tidak mau kuliah, hampir menyerah menunda KKN, pulang KKN sakit, mengundurkan diri dari PPL gelombang 1. Menarik diri dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan banyak orang. Pagi kampus, siang kerja, malam kerja, sabtu kerja. Ternyata 2013 lebih dari itu.
Bahkan aku harus merahasikan sakitku dari keluarga, sahabat, dan orang terdekat. Secara fisik mungkin baik-baik saja (terlihat) namun tidak dengan faktanya. Wahai diri kamu kuat, kataku setiap hari. Uangmu yang kau kumpulkan dengan kurang tidur harus habis. Bahkan makan harus kau hemat demi trasportasi PPL dan biaya skripsi yang proposal saja ditolak melulu. Kau (diriku) terlalu gengsi meminta kepada orang tua meski hanya selembar karena terllau tau diri dengan keadaan.
"Aku baik-baik saja," Suara bergetar menjawab terdengar tanya melalui telpon genggammu yang tak punya kamera.
10 tahun lalu, masih ingatkah kau (diriku) menangis sepanjang malam kehilangan sahabat terdekat selamanya karena musibah, lalu kehilangan seseorang karena keegoisan tanpa mempertimbangkan 5 tahun berlalu dengan baik karena bersama. hari-harimu menjadi sepi dikampus karena teman-teman dekat sudah sarjana sedangkan pagi ini kau masih harus mengantri di bank membayar biaya semester 9. Kabar baiknya kau telah lulus PPL dengan nilai A. Siangnya kamu masih harus seolah merengek untuk jadwal sidang proposal skripsi. Lalu saat penelitian hingga sidang , entah berapa banyak PHP keadaan dan dosen yang sulit ditemui, yang akhirnya menyadarkanmu bahwa berbesarbesar hati mengikhlaskan adalah yang yang harus kau lakukan lagi. Yah, relakan lah tahun ini.
10 September 2013. Di luar bintang bersinar terang, jam di kamar menunjukan pukul 10, gagal sudah rencana tidur nyenyakmu. Seseorang menulis di kolom sosmed mu. Menghakimimu pemalas dan membandingkan dengan yang lain. Dia mengibaskan pedang tanpa tau perjuanganmu yang bahkan tangga kampuspun lebih mengerti.
Ah, ingin membalas tapi dia harusnya menjadi panutan (karena dia dosen, yang tidak pernah mengajarmu, bagaimanapun dia dosen), bagimu kini ia tak layak untuk menjadi panutan, lebih tidak layak untuk kamu ladeni ocehannya, tapi bagaimanapun hatimu terluka, hingga menangis tersedu dimalam ulang tahunmu. Dejavu perjuanganmu bahkan dimuali 2003 saat mencuri kesempatan untuk mendaftar diri di SMP dan menjadi egois tanpa bertanya pada orang tua, karena akan jauh dari rumah, meninggalkan keluarga.
Kamu. Iya! kamu yang 10 tahun lalu kerap merasa tak layak, kerap dibujuk menyerah oleh keadaanm sedih karena kehilangan. Kamu hebat karena tetap bertahan. Melalui semua dengan baik.
Berdamailah dengan diri sendiri!
Optimislah 10 tahun kedepan bahkan 10 tahunnya lagi kamu akan tetap mengingat hari itu, hari ini dan hari ini tetaplah berarti dalam prosesmu.
"Terimakasih ya, Kamu kuat. I love u, sini kau peluk dan tepuk-tepuk pundakmu. Wahai diriku yang berarti."
Mi Nurmi, 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.