Selasa, 29 Januari 2013

Pembekalan PPL 2 Universitas Mulawarman (28-29 Januari 2013)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti PPL yang dilaksanakan selama 1 semester dengan penempatan di sekolah-sekolah.
  • PPL 1  yang dilaksanakn pada semester genap (semester 6), ini menjadi penentu apakah mahasiswa pantas mengikuti PPL 2. Jika mendapat nilai B atau lebih maka layak.
  • PPL 2 terbagi menjadi dua gelombang. Pertama, dilaksanakan semester ganjil (semester 7). Kedua semester genap (semester 8).

---
Pada dasarnya pertama atau kedua sama-sama melibatkan sekolah dan tahap-tahap serta prosedur pelaksanaan juga sama. Nuamun, pembagian peserta PPL2 gelombang kedua akan mengalami kendala dengan berbenturan dengan persiapan Ujian oleh pihak sekolah, sehingga pelaksanaan PPL tidak maksimal.

Pemateri pertama
#CurhatAh
#Hari Pertama Pembekalan
-18 Januari 2013-

Hari ini semuanya berjalan lancar. Berangkat pukul 6.45 Wita, karena tertulis diperaturan yang kubaca beberapa hari sebelumnya.
Syarat peserta PPL 2:
1. Menggunakan almamater
2. Berpakaian rapi. Atasan putih dan bawahan hitam.
3. Datangg 30 menit sebeluum acara dimulai (dijadwal 7.30)
4. Membawa alat tulis

Hari ini banyak hal yang membuat peserta tersenyum dan tertawa. Aku yakin sebagian kami pasti memiliki semangat baru mulai hari ini. Setidaknya kami sadar ini harus kami lalui dan juga semangat menyusun skripsi agar sesegera mungkin tersenyum dengan toga kebanggan.
Materi hari ini memberikan inspirasi dan terasa begitu mengagumkan. Okey, itinya hari ini #lancar

.

Suasa mahasiswa pemperhatikan dengan baik
#CurhatAh
#Hari kedua pembekalan
-29 Januari 2013-

Hari ini muka kucelll, sekucel-kucelnya.

Bangkit dari tempat tidur semenjak subuh mau mandi---Wow. OMG. kamar mandi banjir, lebih tinggi dari mata kaki.
Menunggu surut dan mulai membersihkannya hingga menjelang pagi. Mau gak mau, jalan-jalan yang masih banjir, menunggulah kami.
"Tunggu ya, jalan masih banjir. tunggu sebentar lagi ya."

"Iya. Mau gimana lagi."

Datang dengan pemandangan yang tidak begitu buruk tapi tetap saja menyebalkan rasanya. Menenteng helm, sepatu dan mengangkat rok. Hahaha, semakin membuat senyum ini bersembunyi karena motor teman mati tiba-tiba karena air berlebihan semalam.

'Tak ada yang bisa menghalangi tekat dan niat baik meraih sukses' begitu teringat candaan nan serius teman lama.

Okey. Tetap berangkat. Meski ini sudah melewati jadwal.
Ampun deh, jalan raya juga banjir. Ini simpang jalan raya. Banjir lumayan dalam, macet karena lampu merah dan banyak kendaraan macett. Rok basah, apalagi sepatu. Macetnya panjang banget.

Pukul 8.25 Wita, barulah kami sampai di kampus Bangris--begitu sebut mahasiswa karena kampus FKIP jurusan IPS berada di jalan Bangris.

Menarik napas pelan dan menghembuskannya perlahan untuk menenangkan diri. Melangka pasti menuju aula tempat acara. Absensi sudah tidak ada dimeja registrasi. Bersyukurnya langsung disuruh masuk tanpa ditanya begini begitu.

Ini suasana yang tak kusuka. Menjadi pusat perhati, semua pandangan tertuju pada kami. Aku tersenyum seadanya, mengisyaratkan apa yang terjadi dan mengharap mereka mengerti tak usah menatapku. Hahaha.

Rasa tenang menyelimuti saat kusadari bukan hanya kami yang mengalami hal tersebut. Banyak yang lebih terlambat lagi.

Saat istirahat, barulah kami mengisi absensi.
.


Pemateri kedua
---
Setidaknya peristiwa susah senang selalu menghasilkan suatu pembelajaran. Apapun yang terjadi tetaplah bersyukur. :)
---
Waktunya istirahat (Gaduh ya heheh)
Bareng sama beberapa teman sedang menikmati cemilan yang disedikan panitia
, dinikamti saat istirahat
=====
Ini kisahku, bagaimana dengan kisah PPL kalian?

Selasa, 01 Januari 2013

Harusnya Kau Tau


Kami berjanji akan menjadi sahabat selamanya. Apapun itu tak akan mengubah rasa solit, kasih sayang, perhatian, dan perasaan ini. Meski waktu dapat mengubah sesuatu hingga menghilangkannya. Tapi tidak dengan persahabatan kami. Amin
Sebenarnya, aku sedang risau.

Apakah ini perasaanku saja, 
Ada keinginan dan rasa memiliki?

Rasa sakit, sesak, gelisah, insomnia, kerinduan, dan sedikit kebencian.

Kupikir, dengan berlalunya waktu semuanya akan menjadi biasa saja. Justru malah seperti gelas kosong yang berdebu. 

*****
Begitu cueknya kah diriku kini hingga rasanya kelimat itu begitu cocok denganku. Smua menghilang bagiku. (Mungkin perasaanku saja, atau memang nyatanya begitu)

 Semua berubah terhadapku, jika waktu mungkin aku mampu memahaminya. Tetapi tidak untuk rasa persahabatan ini.

~~ Oh, Tuhan. Hamba yakin Kau lebih tau tentang perasaan ini. Maka tunjukan cahaya penerang itu untuk petunjuk arah perasaan gelisah dan kerinduan ini..

~~ Oh, angin tolong aku yang mulai tersesat dalam dilema ini. katakan pada langit dan alam ini menurunkan hujan. Mungkin saja butiran air itu dapat menyejukkan jiwaku yang terhalang pilihan bertahan atau benar - benar menghilang.

~~ Bolehkah aku jujur padanya bahwa persahabatan ini terasa hanpa sekarang! semuanya telah menjadi sedingn salju. Harunsnya dia menyadari itu. Bahwa aku sedikit benci dengan ke-ada-an ini. Terkadang membuatku insomnia, terkadang sesak di sini, di hati ini hingga terasa begitu menyakitkan.

~~Mungkin aku masih berharap pada waktu yang akan menghapus perasaan ini. Namun aku meskipun aku takut bila semuanya menjadi kosong dan terselimut debu. Entah mengapa aku menyakini itu yang kan terjadi.

OHHH, Maaf aku tak mampu untuk sekokoh dulu terkadap janjiku.

01012013 , Special for HH