Sabtu, 22 Agustus 2015

Yes dan Lina




Namanya, Yes. Siswa kelas 2. Dia masuk daftar anak yang nakal tapi pandai. Dia juga sangat suka bermain bola. Sampai rela merengek agar bolanya ku kembalikan. Bagaimana tidak aku tahan bola itu sehari. Saat aku mengajar, bola itu melayang masuk ke dalam kelas. Saat aku keluar, taman di depan kelas semua rusak. Bunga-bunga tercabut. Bagaimanapun dia anak yang baik, selalu menyapaku, bahkan berteriak memanggil namaku saat aku lewat di depan rumahnya. Sesungguhnya dia hanya butuh perhatian. Dia tak memiliki saudara, orang tuanya sibuk ke kebun.

Namanya, Lina. Anak yang aktif dan pede. Dia memang tak sepandai temannya yang lain tapi dia tidak pemalu. Harusnya dia sudah kelas 4 saat aku datang, kata bapak guru dia tidak naik kelas.

Meskipun terkesan lamban menerima pelajaran. Senangnya saya, karena dia anak yang rajin bimbingan belajar. Sekarang Lina sudah bisa membaca walau terbata, saat masa tugasku berakhir dia sudah kelas 4.

Senin, 17 Agustus 2015

Minggu, 16 Agustus 2015

Suasana Upacara 17 Agustus 2015 di Distrik Usilimo, Jayawijaya - Papua

Dengan siswa/i SD Inpres Isaima setelah upacara mendera. 

Pagi-pagi sekali aku sudah siap dengan pakaian rapiku. Ya, aku memang tinggal di perumahan guru di Kurulu sebulan ini menemani kenalan yang sudah seperti kaka saya sendiri, (Kak Arha, Lulusan CPNS melalui jalur khusus, GGD).

Saat aku membuka pintu rumah, ku lihat anak-anak petugas pengibar bedera di distrik Kurulu lewat. Lekas ku panggil dan ku ajak berfoto, maklum saja saya tidak akan melihat mereka mengibarkan bendera nanti karena aku akan upacara di distrik Usilimo bersama dengan siswa/i ku dari SD Inpres Isaima, dan aku bertugas membacakan teks UUD 1945.

---
Sebari menunggu siswa/i yang belum datang, aku dan beberapa siswa memasang bendera merah-putih pada sebuah kayu yang akan kami bawa menuju lokasi upacara bendera hari ini.


With bapak guru dan siswa/i ku

Hallo kakak. Nama saya Sito

Salam kenal saya Fani Logo

Bapak guru yang membagikan biskuit sekolah sebelum kami berjalan kaki menuju tempat upacara

Mari kita pergi










Lihat lah kami, siap menyongsong masa depan dengan bangga. Kami rela berjalan kaki hanya untuk mengikuti upacara. Meski kaki ini tak beralas, semangat kami tak pernah pudar. Apa kau tak iri dengan kami yang tak kenal menyerah.
Masyarakat biasa juga mengikuti upacara bendera loh. Nasionalisme itu selalu ada di mana saja kawan. Jangan takut untuk berubah lebih baik. Ayo cintai bangsa ini, jadilah anak negri yang berbakti tak kenal menyerah.

Pengibaran sang merah-putih diiringi oleh lagu Indonesia Raya



Pembacaan teks 'Undang-undang Dasar 1945'

Saya, Kepsek, Ibu Wira, dan Bapk guru (Kaken Wetipo). Kamilah penghidup SD Inpres Isaima. Hanya kami yang selalu setia mendidik anak-anak ini.


With pengibar bendera, Samuel dan Agus.


*****
Ini Pengalaamanku. Apa pengalamanamu?



*****
Terimakasih atas kunjungan dan komentar blognya. Salam kenal :)