Aku
tak bisa terpejam lagi. Saat ini sudah pukul 11:55. Mungkin aku terlalu
risau akan sesuatu. Sedikit penyesalan. Ada harapan yang ragu juga.
Ah.
Aku bingung sendiri atas perasaan ini. Pikiranku tiada hentinya akan
perencanaan tapi tubuhku masih asik begini-begini saja, berguling2 di
kasur sesekali duduk di bangku menatap layar leptop atau malah keluar
kamar hanya untuk memasak dan makan (jikaa sudah tak bisa menahan
lapar). Kurasa aku benar-benar mengasingkan diri, lari dari kesibukkan
dan memalaskan diri. Seminggu ini. Huh,
Atau
aku melarikan diri dari sesuatu yang sesungguhnya aku sudah tak
terbiasa. Entahlah. Sudah seminggu aku begini. Ku harap semangat kemarin
pagi datang lagi esok hari, dan aku tak membuangnya lagi lalu merasa
bersalah lagi.
Semoga
perencanaan ini bukan hanya sebuah harapan semata. Aku ingin bergerak,
ingin meletihkan diri lagi. Kurasa cukup sudah. Bagaimana mewujudkan
bertemu dengan orang-orang hebat jika aku sendiri malas meng'hebat'kan
diri... Hehehe,
Sekarang
sudah 12:05. Aku masih duduk di kursi ini. Kamar yang seminggu ini
menjadi saksi kemalasanku. Bahkan tumpukan buku yang menanti di baca,
dilirik saja ogah apalagi dibaca.
Suara instrumen terdengar dari leptop putih yang rencana akan ku jual,
Ahhh... Keuangan mulai menipis.
Ahhh... Keuangan mulai menipis.
Suara
orang tertawa masih terdengar di tetangga kos. Berisik! Tapi biarkan
saja, toh mereka anak-anak cowok yang terbiasa ngalong.
Sepanjang
blok B dan Blok C ini memang kos cowok. Orang-orang tidak akan
menyangka bahwa rumah yang tembus kedua blok itu, lotengnya sebuah kos
putri khusus muslim. Sudahlah, tak penting. Tempat ini nyaman, meski
sekarang terasa sunyi tapi dulu ramai dengan ikatan persahabatan
penghuni. Ya. Mereka sudah lulus dan kembali ke daerah masing-masinh.
Akupun sudah tamat kuliah dari awal tahun lalu. Tapi aku kembali lagi ke
kota ini, meski menempati kamar yang berbeda, kebiasaanku masih sama.
Asik menghias kamar dengan karya. Haha
Okey. Itu curhatan gak jelas saya malam ini.
Sekarang
sudah 12:15. Aku mulai terbayang -bayang lagi setahun pengabdianku di
Papua. Itu sangat berarti, tapi kenapa aku kesulitan menatanya dalam
kata. Seminggu yang gagal bagiku. Oh, ya baiknya aku matikan musik,
berwudhu lalu terlelap. Semoga cepat terlelap dan besok bangun dengan
semangat baru. Bukan si pemalas lagi.
Bye-bye. Have a nice dream.
Samarinda, 23/11/2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.