November 2015



Aku tak bisa terpejam lagi. Saat ini sudah pukul 11:55. Mungkin aku terlalu risau akan sesuatu. Sedikit penyesalan. Ada harapan yang ragu juga.
Ah. Aku bingung sendiri atas perasaan ini. Pikiranku tiada hentinya akan perencanaan tapi tubuhku masih asik begini-begini saja, berguling2 di kasur sesekali duduk di bangku menatap layar leptop atau malah keluar kamar hanya untuk memasak dan makan (jikaa sudah tak bisa menahan lapar). Kurasa aku benar-benar mengasingkan diri, lari dari kesibukkan dan memalaskan diri. Seminggu ini. Huh,
Atau aku melarikan diri dari sesuatu yang sesungguhnya aku sudah tak terbiasa. Entahlah. Sudah seminggu aku begini. Ku harap semangat kemarin pagi datang lagi esok hari, dan aku tak membuangnya lagi lalu merasa bersalah lagi. 

Semoga perencanaan ini bukan hanya sebuah harapan semata. Aku ingin bergerak, ingin meletihkan diri lagi. Kurasa cukup sudah. Bagaimana mewujudkan bertemu dengan orang-orang hebat jika aku sendiri malas meng'hebat'kan diri... Hehehe,
Sekarang sudah 12:05. Aku masih duduk di kursi ini. Kamar yang seminggu ini menjadi saksi kemalasanku. Bahkan tumpukan buku yang menanti di baca, dilirik saja ogah apalagi dibaca.
Suara instrumen terdengar dari leptop putih yang rencana akan ku jual,
Ahhh... Keuangan mulai menipis.
Suara orang tertawa masih terdengar di tetangga kos. Berisik! Tapi biarkan saja, toh mereka anak-anak cowok yang terbiasa ngalong. 

Sepanjang blok B dan Blok C ini memang kos cowok. Orang-orang tidak akan menyangka bahwa rumah yang tembus kedua blok itu, lotengnya sebuah kos putri khusus muslim. Sudahlah, tak penting. Tempat ini nyaman, meski sekarang terasa sunyi tapi dulu ramai dengan ikatan persahabatan penghuni. Ya. Mereka sudah lulus dan kembali ke daerah masing-masinh. Akupun sudah tamat kuliah dari awal tahun lalu. Tapi aku kembali lagi ke kota ini, meski menempati kamar yang berbeda, kebiasaanku masih sama. Asik menghias kamar dengan karya. Haha

Okey. Itu curhatan gak jelas saya malam ini.
Sekarang sudah 12:15. Aku mulai terbayang -bayang lagi setahun pengabdianku di Papua. Itu sangat berarti, tapi kenapa aku kesulitan menatanya dalam kata. Seminggu yang gagal bagiku. Oh, ya baiknya aku matikan musik, berwudhu lalu terlelap. Semoga cepat terlelap dan besok bangun dengan semangat baru. Bukan si pemalas lagi.

Bye-bye. Have a nice dream.  

Samarinda, 23/11/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.