Hari
ini bangun dari mimpi. Aku sadar beberapa hari berlalu, dan tak ada
yang berubah. Yah. Kini aku yakin bawha aku benar-benar melarikan diri.
Terlepas dari keinginan beristirahat yang sangat kubutuhkan. Aku memang hanya membuang waktu, menyia-nyiakannya.
Ya.
Aku tak bisa mengembalikannya. Sudah tercatat segalanya. Dan aku masih
berpikit kini. Apa esok aku terjebak lagi, di sini. Di hari membosankan
meratapi hal tak jelas. Padahal aku bis jika aku mau.
Ku harap tidak.
Aku
sudah membayangkan menghirup udara pagi yang segar. Lalu berjalan di
rerumputan. Semoga ini bukan hanya sekedar mimpi lagi lalu aku berakhir
tergeletak tak sanggup menopang kepala yang berat dan menghadirkan rasa
sakit.
Aku
ingin memakan masakanku sendiri. Sudah lama aku tak menyentuh peralatan
itu, apa aku masih bisa merasakan dengan baik. Kuharap iya.
Emosi
harus kutahan. Harus kubuang jauh-jauh. Jangan memikirkan hal yang tak
jelas atau berlebihan itu akan hanya membuat tak bahagia.
Hmm...
Semoga esok sungguh bukan mimpi. Aku ingin bertemu beberapa orang yang
mungkin akan memberikan warna kembali. Kuharao bisa. Amin.
Oia, untuk yang lagi sibuk menyapa negeri, selamat berjuang.
Untuk yang sedang belajar keras. Aku percaya padamu. Kamu pasti bisa, yakin dan lalui.
Untuk mama-bapak. Aku sayang padamu, tunggu ya Ma. Aku masih berusaha. Nanti ada saatnya kita dapat yang kita inginkan.
---Adeku. Maaf karena aku semakin senitif dan melampiaskan padamu. Kuliah yang rajin ya.
Untuk diriku. Mulailah berubah!
Samarinda, 4/12/2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.