Rabu, 16 Desember 2015

Istana Tak Bersahabat

Terjebak di sini, tempat yang jika boleh jujur aku suka, tidak untuk kategori keseluruhan. Pencahayaan yang kurang, suara berisik yang membuatku pusing, itu yang kubenci. Tempat ini, menjadi istanaku sekarang, istana untuk bersembunyi. Aku takut pada kenyataan.

Bauh hujan membuatku mengintip dibalik jendela. Hari mulai gelap   membuatku cepat menutup kaca karena air sedikit menyapa. Suara tertawa masih terdengar dari pemuda-pemuda tetangga sialan (maaf) terlalu berisik diwaktu senja menjemput malam. Ku harap hujan semakin deras, suaranya lebih indah dari canda mereka yang tak pantas disebut layak sebagai mahasiswa jurusan pendidikan. Ah, sudahlah. Aku hanya ingin istirahat sekarang. Di istana tak bersahabat ini. Setidaknya aku masih bisa bersembunyi.

Minggu, 13 Desember 2015

Pelangi anak desa #Part1 (Bimbingan Gratis Anak Desa)

Beberapa hari lalu hanya terlintas dibenakku. Tentang bimbingan belajar di desaku. Bagaimana aku mengajak anak-anak untuk belajar sedangkan aku bukan salah satu guru dari mereka. Bahkan aku tergolong jarang berada di desa ini, desa Maruat. SMP kos karena sekolah jauh dari rumah, SMA kos lalu tinggal dengan salah seorang guru karena sekolah lebih jauh lagi. Lalu kuliah di ibu kota provinsi membuatku lebih jarang menyaksikan perkembangan dan aktivitas di desaku. Lalu 2014 saya pergi ke ujung timur Indonesia. Papua. Sebagai seorang pendidik.
Bagaimana mengajak adik-adikku di desa ini untuk belajar jika tidak begitu akrab. Ragu, namun tetap ku coba.
Membina anak-anak desaku melihat dunia. Tidak ingin mereka mengalami hal yang sama denganku duli, mencari sendiri dengan meraba-raba demi mengimpikan masa depan. Berusaha keras sendiri dalam keterbatasan dan terus berlatih dalam bayang-bayang dilema takut akan terhenti.
Sejak SMP, aku sudah bermimpi suatu saat didesaku ada perpustakaan. Jika pemerintah tidak membantu suatu saat akan kubuatkan, begitu tekatku. Alhamdulillah sudah ada, digagas oleh salah seorang guru 'Indonesia Mengajar'--Ibu Vivin. 
Kini sudah ada bangunan sendiri meski kecil dan kekurangan buku--menurutku. Itu sudah patut di syukuri.
.
Kamis, 1 Desember 2015. 
Kutemu sang pengelolah--penanggungjawab--yang mengurusi--yang memegang kunci. Salah satu staf di kantor desa yang tergolong seumuran denganku.
Isna sangat setuju dengan ideku 'Bimbingan Gratis'.
Melalui dialah aku mengajak anak-anak, tentu jika aku bertemu dijalan kuberitahukan sendiri, atau mampir sejenak kerumah warga menginformasikan kepada orang tua.
.
13 Desember 2015
Hari ini desa kami diguyur hujan lebat. Sekarang sudah pukul 13.45. Aku mulai was-was. 
"Ada tidak ya anak yang datang." Pikirku berharap hujan cepat selesai. 
Beberapa menit sekali aku melirik jam dinding. Sedangkan hujan masih turun disertai angin kencang. Aduh, jadi gak ya hari ini mulai bimbel. 
Bersyukur saat jarum jam melewati angka 2 siang. Hujan berhenti.
Aku bersama adikku yang kelas 2 SMP meninggalkan rumah menuju tempat yang disepakati. Pepustakaan Matahari. Kami membawa sebuah papan tulis berukuran 1x1 meter. Tentu aku telah menyiapkan spidol sejak hari pertama aku memiliki ide kegiatan ini. 
Motor kami tak menghiraukan becek jalanan. Sampai ditempat tak seorangpun di sana. Bersyukur tadi kami telah meminta kunci sehingga kami bisa menyapu ruangan sebari menunggu--jika ada yang datang.
Sekitar 2 menit kemudian datanglah dua orang, disusul seorang lagi. 
Sekarang kami menyusun beberapa buku sebari bercanda atau berkeluh tentang sedikitnya anak manusia di sana (dalam ruangan perpus), datanglah seorang lagi. Seorang lagi. 
Lama menunggu, aku memulai kegiatan.
Aku membagikan kertas yang sudah kusiapkan darirumah, kuberikan kepada setiap yang hadir. Hanya enam, tapi aku tetap senang. 
"Tuliskan kata 'bahasa inggris' yang kalian ketahui lalu tulis juga bahasa indonesianya. Aku kasih waktu 20 menit."
"Tulis sebanyak-banyaknya. Nanti kita koreksi dan lihat seberapa banyak yang kalian ketahui. Okey?"
Semua sudah paham dan bersiap.
"Silahkan mulai."
Semua mengambil posisi 'PW'. Ada yang asik tengkurap, ada yang mengambil kursi dan menjadikannya meja. Ada yang menjadikan buku sebagai alas menulis, ada yang menjadikan lututnya sanggahan untuk menulis. Ada-ada saja. Sebelum waktu habis datang dua orang anak lagi.
.
Waktu habis. Dikumpulkan dan dikoreksi.
Kami tertawa bukan meledek hanya menghibur diri. Ada yang banyak menulis tapi salah dan terksan lucu.
Biar saja. Toh ini belajar, salah untuk nanti menjadi benar.
Setelah dikoreksi dan di skor diperolehlah pemenang pengetahuan kata. Tapi ini hanya lomba untuk mengetes diri.
Diakhir saatnya aku yang beraksi. Memberikan kesimpulan dari proses kegiatan tadi.
.
Ternyata pengetahuan tak terbatas oleh usia dan jenjang pendidikan. Otak kita adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa. Meskipun semakin tinggi jenjang pendidikan harusnya semakin baik. Jadi wajar jika semakin dianggap lebih tau.
Belajar adalah kuncinya. Meng-update otak kita salah satu caranya.
Aku memberikan motivasi perorangan dan mengambil contoh untuk keseluruhan.
Dan khusus kesimpulanya proses bimbel hari ini
"Perbanyak kosa kata. Perbanyak menulis, membaca, mendengarkan dan berbicara. Karena bahasa inggris butuh itu."
"Selamat berjuang"
--minggu depan belajar memperkenalkan diri.
.
Toh sore ini, adik-adikku (murid bimbel) terdiri dari beberapa jenjang. Seorang SD, dua SMP,  beberapa SMA dan juga pekerja yang sudah lulus SMA beberapa tahun lalu.
Jadi, inilah yang aku suka, karena belajar tak terbatas usia dan keadaan.
---
Semoga kedepannya lebih banyak yang datang. 
Amin.
---
Terima kasih semuanya untuk hari ini.
Terima kasih Tuhan karena menurunkan hujan hingga para petani di desa ini bisa mulai menanam padi.
Terima kasih mama bapak yang tanpa lelah berjuangan demi masa depan kami. Termaksud pendidikan kami. 
Terima kasih yang sudah hadir hari ini untuk sama-sama kita berlajar.
---
Semoga ilmu yang kita peroleh bermanfaat. 
Amin
---
Semoga yang baca blog ini gak lupa komen. :D
.

Minggu, 06 Desember 2015

Para Mutiaraku #Part1 #Frans

Foto : Frans Walela and Paskalis Mabel
Para mutiara hitamku, setahun bersamanya membuatku mengerti bahwa hidup ini sering kali tak adil.
Frans, misalnya.
Anak yang tinggal di desa Wosi, sekitar 5 Km dari sekolah (SD Inpres Isaima) setiap hari datang sangat pagi. Di awal kedatanganku anak ini tidak bisa membaca sama halnya anak-anak yang lain. Ternyata Frans anak pindah dari SD Wosi bersamaan dengan semester kedatanganku.
Seiring waktu berlalu Frans menjadi anak yang perkembangan kemampuannya sangat pesat. Menjadi anak terpandai Matematika. Mengerjakan soal pecahan dengan cepat, padahal sebelumnya anak ini hapal perhalian 1 dan 2 saja tidak. 5+7 saja tidak tau.
Frans juga sudah bisa membaca, meski pelan. Saya sangat senang anak yang awalnya tak hapal abjad ini selalu hadir saat bimbingan belajar.
Frans adalah anak yang peka dan rajin. Tanpa di suruh anak ini membuat penggaris panjang dari kayu karena saya sering menggunakan pohon kecil yang ku ambil di sekitar sekolah. Frans yang pertama kali memotong botol minuman mengisinya dengan bunga warna-warni yang diambil di pinggir jalan lalu menyimpannya di meja saya.
Frans anak yang rela tidak pulang hingga jam 1 siang, menahan lapar demi mengerjakan soal dengan benar. Anak ini sering menolak saat saya menyuruhnya mengumpulkan besok. Baginya, menyerah adalah hal yang salah.
Tapi bagaimana jika keadaan tak berpihak padanya?
Ini bukan pertama kalinya, kepala sekolah mendatangi ruang kelasku--Kelas 5. Menanyakan hal yang sama. Surat dari kepala sekolah yang lama. Frans hanya menjawab 'tidak/belum' dengan rasa takut, aku sedih melihat ekspresi anakku satu itu.
Satu semester berlalu. Pembagian rapor. Libur sekolah. Januari 2015 masuk kembali. Sudah beberapa hari Frans tidak masuk sekolah. Aku bertanya pada teman-temannya dan dari adiknyalah aku tau alasan ketidak hadiran Frans.
Jadi apa yang terjadi dengan Frans?
#Bersambung
#SM3T #AngkatanIV #Jayawijaya #Papua
Frans Walela dan Kemai Logo (Foto By Me, 2015)

Jumat, 27 November 2015

Lamunan malam ditemani secangkir susu coklat

Leptop menyala. Aku menghela napas entah karena letih atau kecewa dengan sakit kepala yang menyerang hingga tak bisa terlelap semaunya. Aku mencoba menulis lagi, merangkai kata-kata dalam layar meski aku tak tau untuk apa, toh akhirnya hanya tersimpan lalu suatu saat akan terabaikan pula atau bahkan aku tega menghapusnya.
Sekaleng susu coklat di atas kerdus makanan menarik perhatian. Oh, baiklah. Aku keluar kamar dan merebus terlalu banyak air tanpa perduli esok aku akan minum apa, galon sudah kosong.
Suara berisik itu berasal dari alas kaleng dihampaskan kelantai keramik sedangkan pisau tumpul membuat bekas di dua pinggiran sisi atas kaleng. Secangkir susuk coklat siap menemani.
Aku duduk kembali di kursi kayu yang mengingatkanku akan masa sekolah. Meja di depanku juga sama persis meja guru. Hanya saja milikku ini terbungkus nuasa pink oleh pemilik terdahulunya.
Bukan hanya karena alasan kamar yang luas tapi di sini aku bisa tenang tampa suara berisik seperti 2 tahun lalu yang kulalui. Meski ini bukan kamarku yang dulu yang bernuasa biru. Tak apa, aku masih senang bisa melakukan sesukaku di sini. Menempeli dinding dengan harapan dua tahun kedepan.
Tenang tanpa suara berisik. Hei, ternyata aku salah. Tetangga kos itu berisik setiap malam, tertawa semaunya bersama teman-temannya. Walau tak setiap malam tapi itu mengangguku, terlalu larut hingga membuyarkan segala ideku, tak jarang membuatku sulit terlelap.
Malam ini damai. Setelah melipat rapi mukena dan sejadah. Aku mulai menulis semampuku. Maklum saja, kepalaku terlalu sakit untuk membuat cerita yang menarik.
---
Susu coklatku sudah setengah. Jam dinding yang biasanya bergerak kekanan kiri seperti bandul abadi tak lagi bergerak karena aku menghadiahkan kalung padanya. Hanya suara jarumnya yang serasa seirama dengan detak jantungku. 
---
Susu coklat hampir habis tapi aku belum menambahkan satu katapun disetengah halaman ketikanku. Aku duduk menghadap jendela. Menatapsatu persatu bagian. Jendela kaca yang tertutup jilbab kuning sebagai gorden. Di depannya depnnya terdapat papan memanjang dengan berbagai hal diatasnya. Rajutan yang belum selesai.  Tas mungil berisi obat dan keperluan mendesak. Hah. Apa yang sebenarnya ku lakukan. Kenapa malah tidak terlelap padahal suara gitar tetangga sudah tak ada. 
---
Sebuah buku juga telah kubaca tadi sore. Dengan ending yang membuat kecewa. Tetap saja aku suka kata-kata di setiap buku yang ia tulis (Sangpenulisterkenal).
---
Eh. Tiba-tiba fokusku teralih dengan suara kembang api di luar. Aku berdiri, membuka pintu kamar, berjalan ke kanan dan membuka pintu menuju teras loteng kos. Ah. Aku menunggu beberapa detik tak ada yang kuharapkan. Aku kecewa.

Jumat, 20 November 2015

Pengumuman 11 Pendamping Terpilih Program Menyapa Negeriku

20 November 2015. Pengumuman 11 Pendamping Terpilih Program#MenyapaNegeriku Kemristekdikti
Salam Masyarakat SM-3T Indonesia
Dari 220 pengirim pengusulan proposal menjadi pendamping program #MenyapaNegeriku, setelah diseleksi oleh panitia dengan penuh pertimbangan atas beberapa parameter yang mendasar, semisal prasyarat kesesuaian situasi dan akses ke lokasi yang ditawarkan, keberadaan peserta SM-3T Angkatan V di lokasi pengabdian, kelengkapan informasi yang tertera dalam proposal, maka Berikut kami sampaikan 11 nama pendamping yang dinyatakan lulus seleksi:Da
Juni Safitri, S. Pd. sebagai Pendamping Aceh Timur
Paryanto, S. Pd. sebagai Pendamping Ende
Mutiatul Khoiroh, S. Pd. Pendamping Jayawijaya
Ujang Miftahurrahman, S. Pd., Gr. sebagai Pendamping Kep. Anambas
Dian Rachmawati Suprapto, S. Pd. sebagai Pendamping Kep. Sitaro
Asmardi, S. Pd., Gr. sebagai Pendamping Raja Ampat
Nurhabibah, S. Pd. sebagai Pendamping Simeulue
Normalida Safitri, S. Pd. sebagai Pendamping Sorong
Novita Nilasari, S. Pd. Gr. sebagai Pendamping Sumba Timur
Nurmala Sari, S. Pd. sebagai Pendamping Teluk Bintuni
Erniwati Silitonga, S.Pd sebagai Pendamping Berau
Selanjutnya, Agar yang tersebut namanya di atas untuk segera menyusun Konsep Pendampingan peserta program #MenyapaNegeriku, yang terdiri dari konten sebagai berikut:
#Gambaran rute perjalanan, mulai berangkat dari Jakarta ke titik lokasi pengabdian, begitupun rute pulangnya serta informasi ketersediaan pesawat dan atau kapal dalam setiap minggunya (Pulang-Pergi)
#Informasi Lokasi penginapan di kota dan di lokasi desa pengabdian nantinya
#Agenda yang disusun untuk pendampingan peserta di lokasi (pelibatan peserta dampingan di sekolah dan di tengah masyarakat dalam menyebarkan inspirasi dan kontribusi mereka)
#Rancangan yang dibuat untuk proses adaptasi peserta dampingan dengan situasi, kultur dan kebiasaan masyarakat setempat
#Akses, rute dan informasi objek wisata terdekat dari lokasi pengabdian
Kami juga bisa menyampaikan bahwa direncanakan pada hari Selasa (24/11) nanti, 11 pendamping terpilih tersebut akan diundang ke Jakarta untuk agenda pemaparan dan diskusi Konsep Pendampingan yang telah pendamping rancang tersebut di depan panitia dan pengelola program Dikti. Informasi resmi mengenai undangan tersebut, akan dikirim via email masing-masing.
Atas perhatian Anda, kami haturkan limpah terima kasih
Kerjasama MSI dengan Panitia Khusus Program #MenyapaNegeriku Kemristekdikti


sumber : Posting Group SM3T

Pendaftaran Ekspedisi NKRI yang pada awal 2016 akan dilakukan di Papua Barat

Jakarta - Kopassus kembali menggelar Ekspedisi NKRI yang pada awal 2016 akan dilakukan di Papua Barat. Korps baret merah pun mengajak serta mahasiswa yang berminat bergabung dalam ekspedisi tahunan ini. Kegiatan program ekspedisi akan mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para ahli. Kegiatannya adalah meng-eksplore potensi alam yang kali ini sasarannya adalah seluruh wilayah di Papua Barat. 
"Kegiatan berupa penjelajahan, penelitian lintas keilmuan dan pengabdian masyarakat. Semua dari berbagai komponen," ungkap Kabagops ekspedisi Letkol Inf Rachmad PS dalam acara sosialisasi Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 di Balai Komando, Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim, Selasa (3/11/2015).

Hadir dalam acara sosialisasi Danjen Kopassus Mayjen TNI Herindra, sejumlah komandan satuan seperti Dangrup 3 Kolonel Inf Richard Tampubolon, Dansat 81 Gultor Kopassus Kolonel Inf Thevi Zebua dan petinggi di jajaran korps baret merah. Selain itu sosialisasi juga dihadiri perwakilan perguruan tinggi, mahasiswa, perwakilan TNI/Polri, dan tenaga ahli. "Ekspedisi akan diikuti oleh 1.200 peserta dari pusat dan daerah. Baik dari TNI/Polri, tenaga ahli, mahasiswa, umum atau relawan, dan juga kementerian/lembaga/instansi," kata Rachmad. 

Tujuan dari ekspedisi adalah untuk mendata dan memetakan semua potensi SDA dan SDM, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan meningkatkan pertahanan keamanan nasional. Tak hanya itu, program ini secara spesifik akan melakukan penelitian mengenai kehutanan, flora dan fauna, geologi, potensi becana, dan sosial budaya. "Termasuk membuka daerah terisolir, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial serta kesadaran akan pertahanan dan keamanan wilayah. Selain penelitian peserta juga akan mengajar masyarakat," jelas Rachmad. 

Namun untuk bisa ikut dalam seleksi ini tidak bisa sembarangan. Kopassus akan melakukan seleksi bagi seluruh peserta. Pasalnya kegiatan ini memerlukan fisik dan psikologi yang bagus mengingat waktunya cukup lama dan area penjelajahan mulai dari gunung, hutan, hingga pantai. Secara keseluruhan kegiatan akan berlangsung selama kurang lebih 5 bulan. Untuk terjun ke lapangan diagendakan akan berlangsung selama 3,5 bulan untuk mengitari wilayah-wilayah di Papua Barat. "Untuk mahasiswa hanya boleh bagi mereka yang sudah akan melaksanakan skripsi. Harus ada surat rekomendasi dari kampus dan surat izin dari orangtua. Pendaftaran untuk wilayah Jabodetabek langsung ke Mako Kopassus, tapi yang di daerah di masing-masing kodam," tutur Rachmad. 

Kopassus juga membuka pendaftaran melalui situs online dan dapat diakses di www.ekspedisinkri.com dengan tanggal pendaftaran serta pengumpulan berkas mulai dari 5 November sampai 24 Desember 2015. Pengumuman seleksi administratif pada 25 Desember 2015. Bagi mereka yang lulus tahap ini, seleksi tahap 2 akan dilakukan pada 5 sampai 8 Januari 2016. Jika berhasil lolos untuk seleksi fisik, maka otomatis peserta akan ikut dalam ekspedisi. Namun sebelumnya peserta akan mendapat pembinaan di Pusdik Kopassus Batujajar mulai 10-27 Januari 2016. 

"Kita hanya bawa yang sehat. Gimana bisa nolong masyarakat kalau nggak bisa nolong diri sendiri. Minimal harus bisa renang, dan kita ada tes psikologis. Pelaksanaan mulai 1 Februari sampai 31 Mei 2016," tutur Rachmad. 

Selain mahasiswa, ekspedisi ini juga mengajak peserta dari umum atau relawan yang memiliki kompetensi dalam bidang kegiatan alam terbuka atau keterampilan lainnya. Seperti fotografi, sinematografi, SAR, komputer, media, dll. Sementara itu menurut Danjen Kopassus, Papua Barat dipilih sebagai lokasi ekspedisi pada 2016 untuk bergantian. Tahun lalu ekspedisi digelar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. 

"Emang ini kan agenda tahunan sejak 2011 dimulai dari Sumatera sampai Bali dan Nusa Tenggara tahun ini. Kita lakukan supaya kita bisa explore potensi yang ada di Indonesia," ucap Herindra di lokasi yang sama. "Ini kolaborasi antara TNI, mahasiswa dan komponen lain dengan harapan kita bisa tahu tentang Indonesia karena masih banyak wilayah Indonesia yang belum dieksplore. Tidak ada biaya untuk peserta baik pendaftaran maupun saat pelaksanaan. Berkas Pendaftaran, Tata Cara Pendaftar Peserta Eksp NKRI Pabar 2016.
rar - https://t.co/v9TvF3QOmc 

 Lets join!

Minggu, 15 November 2015

Minggu, 15 November 2015

AAku lelah... Terlalu lelah untuk berpikir bagaimana melalui ini semua dengan cepat... Aku ingin melarikan diri saja. Tapi rasanya percuma. Toh aku yang memulai semuanya, membiarkan diri berjalan tanpah prioritas utama...

Oh, yah. Salahku yang menganggap semua ini akan mudah terlalui. Andai saja aku tak dimanjakan keinginan dan keadaan yang begitu santai, tentu aku tak akan merasakan hal seperti ini.

Berada dalam kebimbangan. Merasa salah kats dan salah tindakan.

Ya sudah sih... Aku capeee,

Kuharap esok kuterbangun tanpah beban dan kembali melangkah pasti memulai hari baru... Amin.

Rabu, 28 Oktober 2015

Kosa Kata dalam Bahasa Jepang

aitai 会いたい = kangen, ingin bertemu, dari “au” 会う (=bertemu)

zutto ずっと = terus-terusan, sejak dulu

furetai 触れたい = ingin menyentuh, dari “fureru” (=sentuh)

motto もっと = lebih lagi

kimi 君 = kamu

yokogao 横顔 = wajah tampak samping

kirei na きれいな = cantik

yubisaki 指先 = ujung jari

naze なぜ = mengapa

toozakatte yuku 遠ざかって行く= pergi menjauh, dari toozakaru + iku/yuku

hitomi 瞳 = mata, bola mata

tojiru 閉じる = menutup

…te mo ~ても= meski …

mimi 耳 = telinga

fusagu ふさぐ = menutupi

hanikamu はにかむ = tersipu-sipu

egao 笑顔 = senyum, wajah yang tersenyum

atataka na 暖かな = hangat

kioku 記憶 = ingatan, memori

ima 今 = sekarang

ima mo 今も = sekarang pun

wasureru 忘れる = lupa

wasurerarenai 忘れられない = tidak bisa lupa

ai 愛 = cinta

dake だけ = hanya

sotto そっと = dengan diam=diam, dengan lembut

oshieru 教える = mengajarkan

nee ねえ = eh (untuk memanggil)

dôshite どうして = mengapa

sayonara サヨナラ= salam perpisahan, “sayonara, sayonara, sampai berjumpa pula…”

kotoba 言葉 = kata-kata

naku 無く= tanpa, dari nai (=tidak ada)

nagareru 流れる = mengalir

toki 時 = masa, waktu

mune 胸 = dada

…sô ~そう = seakan ….

harisakesô 張り裂けそう= seolah akan meledak/tercabik

ataeru 与える = memberikan

kiete yuku 消えてゆく= pergi menghilang, kieru (menghilang) + yuku/iku (pergi)

suteru 捨てる = membuang

suterarenai 捨てられない = tidak bisa membuang

ano… あの~ = …itu

hibi 日々 = hari-hari

kotae 答え = jawaban

nai ない = tidak ada

…mama ~まま = tetap…

dakishimeru 抱きしめる = mendekap, memeluk

dakishimetai 抱きしめたい = ingin mendekap

naku 泣く = menangis

nakitai 泣きたい = ingin menangis

nakitaku naru 泣きたくなる = jadi ingin menangis

daisuki na 大好きな = tercinta, sangat disuka

hito 人 = orang

daisuki na hito 大好きな人 = orang tercinta

…ni ~に = untuk, pada…

okuru 送る = mengirimkan

okuru ai 送る愛 = cinta yang dikirimkan

haruka na 遥かな = nun jauh

sora 空 = langit

miageru 見上げる = menengadah

…nagara ~ながら = sambil…

tomedonai とめどない= tak putus-putus

kono… この~ = …ini

itoshisa 愛しさ = perasaan cinta

afuredasu 溢れ出す = meluap

oto 音 = suara

maebure 前触れ = peringatan sebelumnya, pertanda

aizu 合図 = isyarat

====
Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Selasa, 27 Oktober 2015

Sumpah Pemuda (Pemuda Indonesia Kini)






Kamu pemuda Indonesia?

Lihat dirimu, dan tanyakan pada dirimu. Apa layak kau dijadikan penerus bangsa ini? Anak bangsa yang menjunjung tinggi nasionalisme dan terus berusaha berbakti untuk bangsa dan negara?

Apakah kamu pemuda mandiri yang terus berkarya untuk negeri? Atau kamu pemuda malas yang dimanjakan dengan pergaulan dan terjebak dengan segala yang negatif yang justru menjerumuskanmu lalu merenggut masa depanmu dan malah menjadi beban negara.

"Pemuda harapan bangsa, penerus masa depan bangsa." 

Sering sekali kita dengar kalimat itu. Pada dasarnya waktu terus berlanjut dan perubahan terus terjadi, namun rasa bebas berkarya dan kemajuan teknologi lantas membuat kita lupa akan nilai-nilai sejarah dan perjuangan untuk memerdekakan dan mejadikan bangsa ini bersatu. 

Satu Tanah Air, Indonesia
Satu Bangsa, Indonesia
Satu Bahasa, Indonesia

Indonesia yang beragam membuat kita begitu kaya akan SDM dan SDA. Bisa kah kita menjadi penerus bangsa yang tidak berdiam diri dan membiarkannya sirna begitu saja. 

Marilah kita menjadi pemuda penggerak. Lakukan hal kecil untuk perubahan besar. Jadilah contoh yang baik untuk adik-adik penerus kita, anak-anak kita.

Jadilah kawan untuk mereka yang malas atau mereka yang kurang beruntung karena terjebak keadaan atau permasalahan. Lalu tularkan semangatmu agar dia juga mampu meraih masa depan cerah.

Lalu bagaimana dengan senior-senior bahkan orang tua kita. Apa mereka bukan harapan bangsa? atau mereka bukan pemuda Indonesia?

Mungkin mereka hilaf, mari kita rangkul. Kita bujuk untuk ikut berperan dalam perubahan yang lebih baik. Perubahan apa? apa yang harus kita lalukan? Banyak hal. 

Tatap dirimu lagi dan tanyakan pada dirimu, apa yang bisa kalau lakukan untuk perubahan?

28 Oktober. Peringatan Sumpah Pemuda. Jangan cuma pada saat itu aja kamu ingat. Jangan cuma saat liat teman nulis status atau membagikan artikal kamu ingat lalu ikut-ikutan. Setelah itu sama saja seperti biasanya.

Kamu pemuda Indonesia?
Aktiflah jangan menjadi manusia pasif. 

Bagaimana dengan pemangku jabatan yang malah membuat bangsa ini semakin menyedihkan?
Kau ingin memakinya? Aku juga ingin tapi apa itu mengubah sesuatu yang sudah terjadi? 
Lalu kau ingin bertindak anarkis untuk menuntut perubahan? Apa itu tindakan benar? Kurasa tidak. Pemuda Indonesia cerdas tentu akan memiliki cara yang baik untuk menyelesaikan masalah, bukan bertindak berdasarkan ego.

===
Sumpah pemuda. Jangankan mengerti makna dan menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Ingat tanggalnya dan hapal isinya saja banyak yang kesusahan.

Bukan cuma sumpah pemuda, hal-hal bersejarah lain juga banyak yang melupakan, banyak yang acuh tak acuh untuk mengetahui dan memperlajarinya.

Oia, sering kali hal bersejarah justru tak dirawat dengan baik. Tak jarang malah dirusak jika berwisata. Ini salah siapa? Salah kamu yang tak menghargai dan tak memiliki cinta tanah air. Bukan saja itu, hal sederhana seperti "jangan membuang sampah sembarang" menjadi hal sulit. Melihat orang lain membuang sampah bukannya ditegur dengan sopan malah ikut-ikutan. Kalau sudah banjir malah menyalahkan pemerintah.

Hal sederhana lain. Seenaknya memakai listrik. Saat pemadaman bergilir ngocehnya minta apun, ngeluh bilang inilah itulah.

Ingin menikmati indah alam, mendaki gunung menikmati pantai. Bisa kah kau mensyukuri dengan menjaganya. Jangan membuang sampah, jangan menebang pohon sembarangan, jangan merusak. Bisa? kuharap bisa. Jika tidak, malulah dan mulai belajar menjaga kekayaan alam kita yang laur biasa.

Masalah moral, sopan santun, saling menghargai, gotong royong/saling membantu. Masihkah kamu memilikinya?

Lain lagi yang terpengaruh teknologi dan fashion yang begitu banyak pengaruhnya. Iya jika sudah berpenghasilan dari kerja hal baik. Lah kalau cuma modal minta atau minjem sana-sini. Kasian kan! kasian orang tua. Gaya hidup yang diluar batas kemampuan, karena pergaulan, mau dibilang orang kayak padahal hidup susah. Tidak bersyukur! kasian orang tua.

Jangan menjadi sampah masyarakat.
Jangan manja!

Banyak. Banyak sekali hal sederhana yang kita lakukan malah berdampak buruk. Masihkah kita mau egois. Lalu bagaimana dengan anak cucu kita kelak. Apa yang akan mereka nikmati? 

Jika sudah begitu masihkan membicarakan tentang nasionalisme. Masihkah bangga menjadi anak bangsa ini?
Masihnya tidak malu karena seperti "kacang lupa pada kulitnya"

===
Ayolah...
Mulai bergerak...
Tingkatkan semangatmu...
Lakukan berubahan kecil untuk hal besar. . .
Ajak mereka yang masih belum sadar. . .
Lalu kita hidup damai di bangsa dan tanah air tercinta ini. . . 

===
Untuk kamu yang sudah membuktikan cintamu pada negeri. 
Aku bangga, kami bangga, bangsa ini bangga...
Terus berjuang dan tak menyerah.





Sekedar curhatan hati dan ajakan dari anak bangsa yang menginginkan perubahan. :D

Nurmiati, S. Pd (SM3T Angkatan IV - Jayawijaya Papua)

Senin, 26 Oktober 2015

Bahasa Jepang sehari-hari

Hallo, guys. Kali ini Nurmi mau post tentang bahasa Jepang lagi ini. Selamat belajar ya. Ini diperoleh dari berbagai sumber, semoga bermanfaat. :)


Selamat pagi. Ohayō gozaimasu. おはようございます。

Selamat siang. Konnichiwa. こんにちは。

Selamat malam. Konbanwa. こんばんは。

Selamat jalan. Sayōnara. さようなら。

Sampai jumpa. Ja, mata. じゃ、また。

Selamat tidur. Oyasumi nasai. お休みなさい。

Ya . Hai. はい。

Tidak. Iie. いいえ。

Apa kabar? Ogenki desu ka? お元気ですか?

Baik-baik saja. Hai, genki desu. はい、元気です。
 
Hai, okagesama de. はい、おかげさまで。

Ya, syukurlah. Hai, okagesama de. はい、お陰さまで。

ama tak berjumpa. Ohisashiburi des(u). お久しぶりです。

Lama tak mengabari Anda. Gobusata shite orimas(u). ご無沙汰しております。


Permisi. Sumimasen. すみません。

Maaf. Gomen nasai. ごめんなさい。

Tidak apa-apa. Daijōbu desu. 大丈夫です。

Minta tolong. Onegai shimasu. お願いします。

Terima kasih. Arigatō gozaimasu. ありがとうございます。

Terima kasih kembali. Dō itashimashite. どういたしまして。

Salam kenal. Hajimemashite. はじめまして。

Siapa nama Anda? Onamae wa nan desu ka? お名前は何ですか?

Nama saya … …to mōshimasu. …と申します。

Senang berkenalan. Dōzo yoroshiku. どうぞよろしく。

Yoroshiku onegai shimasu. よろしくお願いします。

Sama-sama. Kochira koso. こちらこそ。

Silakan. Dōzo. どうぞ。

Selamat datang. *kepada tamu Irasshai. いらっしゃい。

Silakan masuk. Dōzo ohairi kudasai. どうぞお入り下さい。


Di mana toilet? Toire wa doko desu ka? トイレはどこですか?

Saya tidak mengerti. Wakarimasen. 分かりません。

Tolong! Tasukete! 助けて!

Awas! Abunai! 危ない!

Apakah Anda bisa bicara bahasa Inggris?  Eigo ga hanasemasu ka? 英語が話せますか?

Saya tidak bisa bahasa Jepang. Nihon’go ga dekimasen. 日本語ができません。

(Tolong katakan) sekali lagi. Mō ichido (itte kudasai). もう一度(言ってください)。

Saya kangen. Aitakatta des(u). 会いたかったです。



=====
Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Pendaftaran Kegiatan Indonesia Menyapa bagi Alumni SM-3T



Kemristekdikti bersama Yayasan Masyarakat SM-3T Intitute mengajak alumni SM-3T yang terpilih untuk kembali merasakan suasana pengabdian di lokasi pengabdian SM-3T semula melalui pendampingan kegiatan Indonesia Menyapa. Peserta yang akan didampingi dalam kegiatan ini berasal dari pihak di luar SM-3T.
Peserta yang tergolong sebagai tokoh masyarakat dari berbagai kalangan tersebut akan kita ajak merasakan kehidupan pendidik di daerah sasaran SM-3T selama 5 hari (termasuk lama perjalanan). Kegiatan Indonesia Menyapa ini membutuhkan 10-15 alumni SM-3T yang terpilih untuk menjadi pendamping bagi peserta.
Bagi yang berminat, silahkan mengajukan proposal pengajuan diri menjadi pendamping dengan kerangka proposal berupa;

1) Deskripsi Lokasi Pengabdian SM-3T Anda (Profil Daerah/Demografis/Geografis, Gambaran Akses/Rute yang ditempuh menuju Lokasi, Keunikan Sosial Budaya, Daya Tarik Wisata, Kondisi Keamanan)

2) Biodata Anda (Nama Lengkap, Tempat Tanggal Lahir, Alamat Lengkap, Nomor Hp, Alamat Email, Riwayat Pendidikan, Riwayat Pekerjaan, Pengalaman Organisasi)

3) Lampiran 5 Foto pengalaman terbaik Anda waktu menjadi peserta SM-3T beserta keterangannya, Lampiran 5 Foto Kemenarikan Geografis/Wisata Daerah Pengabdian SM-3T Anda beserta keterangannya)

Kegiatan ini tidak diperuntukkan bagi para alumni yang sementara mengikuti PPG SM-3T atau terikat oleh instansi tertentu (mengingat kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, sebagai antisipasi resiko meninggalkan aktivitas wajib Anda)
Perihal biaya Akomodasi, Transportasi dan Konsumsi bagi pendamping ditanggung oleh panitia kegiatan.

Silahkan mengirimkan proposal Anda ke alamat email: masyarakatsm3tinstitute@gmail.com dengan judul email 'Proposal Indonesia Menyapa' dengan batas waktu pengiriman sampai tanggal 5 November 2015.

Proposal yang diterima sampai batas waktu tersebut, selanjutnya akan diseleksi oleh Tim Dikti untuk memperoleh 10-15 peserta beserta daerah sasaran yang terpilih...

Hormat kami
MSI.

Sumber: Fanpage SM-3T

Minggu, 04 Oktober 2015

Lirik dan Terjemahan - AAA - Aishiteru no ni, Aisenai (Aku Mencintaimu Namun Aku Tak Bisa)

ROMAJI:

Doushite taisetsu na mono tte hakanaku utsuro
Yasashisa ga hohoemi sae iro wo kaete iku
Togaru kotoba narabete butsuke atta kimochi wa
Nage tsuketa bun no hageshisa de boku no mune wo kiri tsukeru

Aishiteru no ni aisenai
Sunda hitomi ga naosara ni mabushi sugite iradachi ga tsunoru
Dakishimetakute dakenakute
Ikiba nakusu boku no te kara
Kobore ochiteku nee kimi no koto wo aishiteru

Itsukara mayotta no kana hagureta futari
Motomereba motomeru hodo ai wo mi ushinau
Doko ni iru no oshiete hoshii mono wa nakatta
Mayoi mo naku suki da to ieba kimi no moto he yukeru kana

Modoritai no ni modorenai
Mujaki sugiteta ano basho wa kioku no naka hizashi ni yureteru
Wakaritai no ni wakaranai
Mogaki nagara kizutsuketeta
Tsutaetai kotoba nee kimi no koto wo aishiteru

Aa kanau nara douka namae mo shiranai mama no futari kara
Mou ichido deatte tadori naoshite mitai kimi to

Nanimo iwazu kimi wo daite shimaeba ii no kai
Nee namidairo ni somaru hoho mo terasenai mama nureru kokoro
Machigai to machigai ga majiwari kojirete
Semete ano hi made no maki modoshi kata wo nee oshiete

Aishiteru no ni aisenai
Sunda hitomi ga naosara ni mabushi sugite iradachi ga tsunoru
Dakishimetakute dakenakute
Ikiba nakusu boku no te kara
Kobore ochiteku nee kimi no koto wo aishiteru



Terjemahan :


Mengapa hal yang berharga menghilang secara perlahan?
Bahkan kebaikan dan senyumanmu pun sudah mulai berubah
Dengan kata-kata tajam, perasaan kita saling berbenturan
Saling melemparkan kemarahan, meninggalkan luka yang tak tersembuhkan

Aku mencintaimu namun aku tak bisa
Matamu menjadi semakin cerah, terlalu bersinar dan membuatku tak kuat menahannya
Aku ingin memelukmu namun aku tak bisa
Aku kehilangan arah, kemudian dari tanganku
Seolah ada yang lepas, hei, ingin kukatakan padamu "aku mencintaimu"

Sejak kapan kesalahan itu terjadi? Kita bedua pun saling menjauh
Semakin aku menginginkannya, semakin aku kehilangan cintamu
Katakanlah dimana kau sekarang? Namun hal yang kuinginkan sudah hilang
Jika tanpa ragu berkata "aku mencintaimu", apakah aku dapat bersamamu?

Aku ingin kembali namun aku tak bisa
Tempat yang terlalu suci itu bergetar di cahaya matahari di dalam kenanganku
Aku ingin mengerti namun aku tak bisa
Saat bertengkar aku semakin melukaimu
Hal yang ingin diucapkan, hei, ingin kukatakan padamu "aku mencintaimu"

Ah, jika bisa aku ingin kita berdua kembali ke saat kita tak saling kenal nama
Aku ingin bertemu denganmu sekali lagi dan kembali bersamamu

Bolehkah aku memelukmu tanpa mengucapkan kata-kata?
Hei, mukamu pucat sementara air mata mewarnai pipimu dan membasahi hatimu
Kesalahan dan kesalahan berputar, menjadi semakin buruk
Hei, katakanlah bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke hari itu?

Aku mencintaimu namun aku tak bisa
Matamu menjadi semakin cerah, terlalu bersinar dan membuatku tak kuat menahannya
Aku ingin memelukmu namun aku tak bisa
Aku kehilangan arah, kemudian dari tanganku
Seolah ada yang lepas, hei, ingin kukatakan padamu "aku mencintaimu"




*****
Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...