Selasa, 27 Oktober 2015

Sumpah Pemuda (Pemuda Indonesia Kini)






Kamu pemuda Indonesia?

Lihat dirimu, dan tanyakan pada dirimu. Apa layak kau dijadikan penerus bangsa ini? Anak bangsa yang menjunjung tinggi nasionalisme dan terus berusaha berbakti untuk bangsa dan negara?

Apakah kamu pemuda mandiri yang terus berkarya untuk negeri? Atau kamu pemuda malas yang dimanjakan dengan pergaulan dan terjebak dengan segala yang negatif yang justru menjerumuskanmu lalu merenggut masa depanmu dan malah menjadi beban negara.

"Pemuda harapan bangsa, penerus masa depan bangsa." 

Sering sekali kita dengar kalimat itu. Pada dasarnya waktu terus berlanjut dan perubahan terus terjadi, namun rasa bebas berkarya dan kemajuan teknologi lantas membuat kita lupa akan nilai-nilai sejarah dan perjuangan untuk memerdekakan dan mejadikan bangsa ini bersatu. 

Satu Tanah Air, Indonesia
Satu Bangsa, Indonesia
Satu Bahasa, Indonesia

Indonesia yang beragam membuat kita begitu kaya akan SDM dan SDA. Bisa kah kita menjadi penerus bangsa yang tidak berdiam diri dan membiarkannya sirna begitu saja. 

Marilah kita menjadi pemuda penggerak. Lakukan hal kecil untuk perubahan besar. Jadilah contoh yang baik untuk adik-adik penerus kita, anak-anak kita.

Jadilah kawan untuk mereka yang malas atau mereka yang kurang beruntung karena terjebak keadaan atau permasalahan. Lalu tularkan semangatmu agar dia juga mampu meraih masa depan cerah.

Lalu bagaimana dengan senior-senior bahkan orang tua kita. Apa mereka bukan harapan bangsa? atau mereka bukan pemuda Indonesia?

Mungkin mereka hilaf, mari kita rangkul. Kita bujuk untuk ikut berperan dalam perubahan yang lebih baik. Perubahan apa? apa yang harus kita lalukan? Banyak hal. 

Tatap dirimu lagi dan tanyakan pada dirimu, apa yang bisa kalau lakukan untuk perubahan?

28 Oktober. Peringatan Sumpah Pemuda. Jangan cuma pada saat itu aja kamu ingat. Jangan cuma saat liat teman nulis status atau membagikan artikal kamu ingat lalu ikut-ikutan. Setelah itu sama saja seperti biasanya.

Kamu pemuda Indonesia?
Aktiflah jangan menjadi manusia pasif. 

Bagaimana dengan pemangku jabatan yang malah membuat bangsa ini semakin menyedihkan?
Kau ingin memakinya? Aku juga ingin tapi apa itu mengubah sesuatu yang sudah terjadi? 
Lalu kau ingin bertindak anarkis untuk menuntut perubahan? Apa itu tindakan benar? Kurasa tidak. Pemuda Indonesia cerdas tentu akan memiliki cara yang baik untuk menyelesaikan masalah, bukan bertindak berdasarkan ego.

===
Sumpah pemuda. Jangankan mengerti makna dan menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Ingat tanggalnya dan hapal isinya saja banyak yang kesusahan.

Bukan cuma sumpah pemuda, hal-hal bersejarah lain juga banyak yang melupakan, banyak yang acuh tak acuh untuk mengetahui dan memperlajarinya.

Oia, sering kali hal bersejarah justru tak dirawat dengan baik. Tak jarang malah dirusak jika berwisata. Ini salah siapa? Salah kamu yang tak menghargai dan tak memiliki cinta tanah air. Bukan saja itu, hal sederhana seperti "jangan membuang sampah sembarang" menjadi hal sulit. Melihat orang lain membuang sampah bukannya ditegur dengan sopan malah ikut-ikutan. Kalau sudah banjir malah menyalahkan pemerintah.

Hal sederhana lain. Seenaknya memakai listrik. Saat pemadaman bergilir ngocehnya minta apun, ngeluh bilang inilah itulah.

Ingin menikmati indah alam, mendaki gunung menikmati pantai. Bisa kah kau mensyukuri dengan menjaganya. Jangan membuang sampah, jangan menebang pohon sembarangan, jangan merusak. Bisa? kuharap bisa. Jika tidak, malulah dan mulai belajar menjaga kekayaan alam kita yang laur biasa.

Masalah moral, sopan santun, saling menghargai, gotong royong/saling membantu. Masihkah kamu memilikinya?

Lain lagi yang terpengaruh teknologi dan fashion yang begitu banyak pengaruhnya. Iya jika sudah berpenghasilan dari kerja hal baik. Lah kalau cuma modal minta atau minjem sana-sini. Kasian kan! kasian orang tua. Gaya hidup yang diluar batas kemampuan, karena pergaulan, mau dibilang orang kayak padahal hidup susah. Tidak bersyukur! kasian orang tua.

Jangan menjadi sampah masyarakat.
Jangan manja!

Banyak. Banyak sekali hal sederhana yang kita lakukan malah berdampak buruk. Masihkah kita mau egois. Lalu bagaimana dengan anak cucu kita kelak. Apa yang akan mereka nikmati? 

Jika sudah begitu masihkan membicarakan tentang nasionalisme. Masihkah bangga menjadi anak bangsa ini?
Masihnya tidak malu karena seperti "kacang lupa pada kulitnya"

===
Ayolah...
Mulai bergerak...
Tingkatkan semangatmu...
Lakukan berubahan kecil untuk hal besar. . .
Ajak mereka yang masih belum sadar. . .
Lalu kita hidup damai di bangsa dan tanah air tercinta ini. . . 

===
Untuk kamu yang sudah membuktikan cintamu pada negeri. 
Aku bangga, kami bangga, bangsa ini bangga...
Terus berjuang dan tak menyerah.





Sekedar curhatan hati dan ajakan dari anak bangsa yang menginginkan perubahan. :D

Nurmiati, S. Pd (SM3T Angkatan IV - Jayawijaya Papua)

2 komentar:

  1. Kolom komentarnya disembunyiin, :v

    ini pengalaman ekspedisi , daerah mana kak?

    BalasHapus
  2. Salah tempat komen ya... Hehe, Salam kenal :)

    BalasHapus

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.