Sabtu, 04 April 2015

Nekat mau ikut (Danau Hitam dan kaki Trikora)








 Danau Hitam begitu aku menyebutnya. Mungkin karena saat pertama melihanya, warna hitamlah yang terlintas dibenakku, dari kejauhan saya tidak bisa melihat sesungguhna, apakah danau itu dalam sekali atau dangkal. Selain itu memang terlihat sangat gitam. Bahkan saat aku melihat teman-teman turun dan ternyata dangkal, aku masih belum bisa melihat dasarnya dengan jelas. Tidak kotor, tapi karena dasarnya memang gelap, bisa dibilang semi batuan.





Sabtu,4 April 2015
Berangkatnya pagi bangett... bahkan matahari belum menampakkan wajahnya

Danau Habema 'lagi'


Ini bukan pertama kalinya saya melihat danau ini, danau yang berada diketinggian lebih dari 3.300 Mdp, konon katanya kalau belum ke Wamena maka belum ke Papua. Jika keWamena rugi tidak melihat danau tertinggi di Indonesia ini.



Untuk mencapai Danau Habema, yang dalam bahasa setempat bernama Yuginopa berada di zona inti Taman Nasional Lorenz, Papua. Area Habema mempunyai luas kurang lebih sekitar 224,35 hektar dengan keliling 9.79 kilometer  Nama Habema diambil dari seorang perwira Belanda yang bernama Letnan D Habema, yang mengawal ekspedisi HA Lorentz untuk mencapai puncak  Ettiakup (sebutan masyarakat lokal untuk Gunung Trikora) pada tahun 1909. Pada masa pemerintahan Belanda, Gunung Trikora dikenal dengan nama Wilhelminatop. Baru pada 1963 namanya berubah menjadi Trikora (Tri Komando Rakyat) setelah perintah Presiden pertama Indonesia, Soekarno, untuk merebut Papua Barat. 


Dahulu, puncak Gunung Trikora dan sekitar Danau Habema dihiasi dengan salju. Tapi beberapa tahun terakhir, salju di Trikora menipis dan Habema juga tidak pernah lagi dihiasi salju di sekitarnya. Tetapi Danau Habema masih punya banyak keindahan lain yang bisa dinikmati. Mulai dari bentang pemandangan padang rumput yang terlihat sejauh mata memandang, embun di ujung dedaunan dan rerumputan, lalu air danau yang tenang, serta masih banyak lagi.
Sarang semut yang menempel di pohon

Dari kota Wamena, Danau ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jalur menuju Habema pun juga jadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan off-road. Jika ingin mengunjungi Danau Habema, setelah mencapai gerbang checkpoint, berupa sebuah bangunan gardu sederhana, harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam lagi dengan melewati tanah yang penuh dengan lumpur, lumut dan kubangan air. Dan, jangan lupa mengenakan pakaian yang bisa melindungi dari udara dingin, karena suhu di sekitar Danau Habema rata-rata mencapai 7-8 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai 4 derajat celcius.