Ini bukan pertama kalinya saya melihat danau ini, danau yang berada diketinggian lebih dari 3.300 Mdp, konon katanya kalau belum ke Wamena maka belum ke Papua. Jika keWamena rugi tidak melihat danau tertinggi di Indonesia ini.
Untuk mencapai Danau Habema, yang dalam bahasa setempat bernama Yuginopa berada di zona inti Taman Nasional Lorenz, Papua.
Area Habema mempunyai luas kurang lebih sekitar 224,35 hektar dengan
keliling 9.79 kilometer Nama Habema diambil dari seorang perwira
Belanda yang bernama Letnan D Habema, yang mengawal ekspedisi HA Lorentz
untuk mencapai puncak Ettiakup (sebutan masyarakat lokal untuk Gunung
Trikora) pada tahun 1909. Pada masa pemerintahan Belanda, Gunung Trikora
dikenal dengan nama Wilhelminatop. Baru pada 1963 namanya berubah
menjadi Trikora (Tri Komando Rakyat) setelah perintah Presiden pertama
Indonesia, Soekarno, untuk merebut Papua Barat.
Dahulu, puncak Gunung Trikora dan sekitar Danau Habema dihiasi dengan
salju. Tapi beberapa tahun terakhir, salju di Trikora menipis dan Habema
juga tidak pernah lagi dihiasi salju di sekitarnya. Tetapi Danau Habema
masih punya banyak keindahan lain yang bisa dinikmati. Mulai dari
bentang pemandangan padang rumput yang terlihat sejauh mata memandang,
embun di ujung dedaunan dan rerumputan, lalu air danau yang tenang,
serta masih banyak lagi.
![]() |
| Sarang semut yang menempel di pohon |
Dari kota Wamena, Danau ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam
dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jalur menuju Habema pun juga jadi
tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan off-road. Jika ingin mengunjungi Danau Habema, setelah mencapai gerbang
checkpoint, berupa sebuah bangunan gardu sederhana, harus menempuh
perjalanan sekitar 1 jam lagi dengan melewati tanah yang penuh dengan
lumpur, lumut dan kubangan air. Dan, jangan lupa mengenakan pakaian yang
bisa melindungi dari udara dingin, karena suhu di sekitar Danau Habema
rata-rata mencapai 7-8 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai 4 derajat
celcius.
04/04/2015
Danau ini bukan tujuan utama kami melakukan perjalanan hari ini, karena Desember 2014 bersama dengan bapak Bupati dan seluruh SM3T Jayawijaya telah ke danau ini.
Tujuan kami hari ini lebih jauh lagi dari danau ini. Sebuah Danau Hitam di kaki gunung Trikora. Saat perjalanan pulang kami mampir ke air terjun yang luar biasa (terdiri dari beberapa tingkat yang keren).
Dan juga tentu mampir sejenak menikmati danau Habema dari ke jauhan. Tidak heran jika daerah ini sering turun hujan. Selain itu kabut yang cepat sekali menutup danau dan pegunungan. Baru sebentar kami berfotoria, Hujan rintik turun dan kami harus secepatnya kembali ke kota Wamena.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.