Jumat, 27 November 2015

Lamunan malam ditemani secangkir susu coklat

Leptop menyala. Aku menghela napas entah karena letih atau kecewa dengan sakit kepala yang menyerang hingga tak bisa terlelap semaunya. Aku mencoba menulis lagi, merangkai kata-kata dalam layar meski aku tak tau untuk apa, toh akhirnya hanya tersimpan lalu suatu saat akan terabaikan pula atau bahkan aku tega menghapusnya.
Sekaleng susu coklat di atas kerdus makanan menarik perhatian. Oh, baiklah. Aku keluar kamar dan merebus terlalu banyak air tanpa perduli esok aku akan minum apa, galon sudah kosong.
Suara berisik itu berasal dari alas kaleng dihampaskan kelantai keramik sedangkan pisau tumpul membuat bekas di dua pinggiran sisi atas kaleng. Secangkir susuk coklat siap menemani.
Aku duduk kembali di kursi kayu yang mengingatkanku akan masa sekolah. Meja di depanku juga sama persis meja guru. Hanya saja milikku ini terbungkus nuasa pink oleh pemilik terdahulunya.
Bukan hanya karena alasan kamar yang luas tapi di sini aku bisa tenang tampa suara berisik seperti 2 tahun lalu yang kulalui. Meski ini bukan kamarku yang dulu yang bernuasa biru. Tak apa, aku masih senang bisa melakukan sesukaku di sini. Menempeli dinding dengan harapan dua tahun kedepan.
Tenang tanpa suara berisik. Hei, ternyata aku salah. Tetangga kos itu berisik setiap malam, tertawa semaunya bersama teman-temannya. Walau tak setiap malam tapi itu mengangguku, terlalu larut hingga membuyarkan segala ideku, tak jarang membuatku sulit terlelap.
Malam ini damai. Setelah melipat rapi mukena dan sejadah. Aku mulai menulis semampuku. Maklum saja, kepalaku terlalu sakit untuk membuat cerita yang menarik.
---
Susu coklatku sudah setengah. Jam dinding yang biasanya bergerak kekanan kiri seperti bandul abadi tak lagi bergerak karena aku menghadiahkan kalung padanya. Hanya suara jarumnya yang serasa seirama dengan detak jantungku. 
---
Susu coklat hampir habis tapi aku belum menambahkan satu katapun disetengah halaman ketikanku. Aku duduk menghadap jendela. Menatapsatu persatu bagian. Jendela kaca yang tertutup jilbab kuning sebagai gorden. Di depannya depnnya terdapat papan memanjang dengan berbagai hal diatasnya. Rajutan yang belum selesai.  Tas mungil berisi obat dan keperluan mendesak. Hah. Apa yang sebenarnya ku lakukan. Kenapa malah tidak terlelap padahal suara gitar tetangga sudah tak ada. 
---
Sebuah buku juga telah kubaca tadi sore. Dengan ending yang membuat kecewa. Tetap saja aku suka kata-kata di setiap buku yang ia tulis (Sangpenulisterkenal).
---
Eh. Tiba-tiba fokusku teralih dengan suara kembang api di luar. Aku berdiri, membuka pintu kamar, berjalan ke kanan dan membuka pintu menuju teras loteng kos. Ah. Aku menunggu beberapa detik tak ada yang kuharapkan. Aku kecewa.

Jumat, 20 November 2015

Pengumuman 11 Pendamping Terpilih Program Menyapa Negeriku

20 November 2015. Pengumuman 11 Pendamping Terpilih Program#MenyapaNegeriku Kemristekdikti
Salam Masyarakat SM-3T Indonesia
Dari 220 pengirim pengusulan proposal menjadi pendamping program #MenyapaNegeriku, setelah diseleksi oleh panitia dengan penuh pertimbangan atas beberapa parameter yang mendasar, semisal prasyarat kesesuaian situasi dan akses ke lokasi yang ditawarkan, keberadaan peserta SM-3T Angkatan V di lokasi pengabdian, kelengkapan informasi yang tertera dalam proposal, maka Berikut kami sampaikan 11 nama pendamping yang dinyatakan lulus seleksi:Da
Juni Safitri, S. Pd. sebagai Pendamping Aceh Timur
Paryanto, S. Pd. sebagai Pendamping Ende
Mutiatul Khoiroh, S. Pd. Pendamping Jayawijaya
Ujang Miftahurrahman, S. Pd., Gr. sebagai Pendamping Kep. Anambas
Dian Rachmawati Suprapto, S. Pd. sebagai Pendamping Kep. Sitaro
Asmardi, S. Pd., Gr. sebagai Pendamping Raja Ampat
Nurhabibah, S. Pd. sebagai Pendamping Simeulue
Normalida Safitri, S. Pd. sebagai Pendamping Sorong
Novita Nilasari, S. Pd. Gr. sebagai Pendamping Sumba Timur
Nurmala Sari, S. Pd. sebagai Pendamping Teluk Bintuni
Erniwati Silitonga, S.Pd sebagai Pendamping Berau
Selanjutnya, Agar yang tersebut namanya di atas untuk segera menyusun Konsep Pendampingan peserta program #MenyapaNegeriku, yang terdiri dari konten sebagai berikut:
#Gambaran rute perjalanan, mulai berangkat dari Jakarta ke titik lokasi pengabdian, begitupun rute pulangnya serta informasi ketersediaan pesawat dan atau kapal dalam setiap minggunya (Pulang-Pergi)
#Informasi Lokasi penginapan di kota dan di lokasi desa pengabdian nantinya
#Agenda yang disusun untuk pendampingan peserta di lokasi (pelibatan peserta dampingan di sekolah dan di tengah masyarakat dalam menyebarkan inspirasi dan kontribusi mereka)
#Rancangan yang dibuat untuk proses adaptasi peserta dampingan dengan situasi, kultur dan kebiasaan masyarakat setempat
#Akses, rute dan informasi objek wisata terdekat dari lokasi pengabdian
Kami juga bisa menyampaikan bahwa direncanakan pada hari Selasa (24/11) nanti, 11 pendamping terpilih tersebut akan diundang ke Jakarta untuk agenda pemaparan dan diskusi Konsep Pendampingan yang telah pendamping rancang tersebut di depan panitia dan pengelola program Dikti. Informasi resmi mengenai undangan tersebut, akan dikirim via email masing-masing.
Atas perhatian Anda, kami haturkan limpah terima kasih
Kerjasama MSI dengan Panitia Khusus Program #MenyapaNegeriku Kemristekdikti


sumber : Posting Group SM3T

Pendaftaran Ekspedisi NKRI yang pada awal 2016 akan dilakukan di Papua Barat

Jakarta - Kopassus kembali menggelar Ekspedisi NKRI yang pada awal 2016 akan dilakukan di Papua Barat. Korps baret merah pun mengajak serta mahasiswa yang berminat bergabung dalam ekspedisi tahunan ini. Kegiatan program ekspedisi akan mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para ahli. Kegiatannya adalah meng-eksplore potensi alam yang kali ini sasarannya adalah seluruh wilayah di Papua Barat. 
"Kegiatan berupa penjelajahan, penelitian lintas keilmuan dan pengabdian masyarakat. Semua dari berbagai komponen," ungkap Kabagops ekspedisi Letkol Inf Rachmad PS dalam acara sosialisasi Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 di Balai Komando, Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim, Selasa (3/11/2015).

Hadir dalam acara sosialisasi Danjen Kopassus Mayjen TNI Herindra, sejumlah komandan satuan seperti Dangrup 3 Kolonel Inf Richard Tampubolon, Dansat 81 Gultor Kopassus Kolonel Inf Thevi Zebua dan petinggi di jajaran korps baret merah. Selain itu sosialisasi juga dihadiri perwakilan perguruan tinggi, mahasiswa, perwakilan TNI/Polri, dan tenaga ahli. "Ekspedisi akan diikuti oleh 1.200 peserta dari pusat dan daerah. Baik dari TNI/Polri, tenaga ahli, mahasiswa, umum atau relawan, dan juga kementerian/lembaga/instansi," kata Rachmad. 

Tujuan dari ekspedisi adalah untuk mendata dan memetakan semua potensi SDA dan SDM, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan meningkatkan pertahanan keamanan nasional. Tak hanya itu, program ini secara spesifik akan melakukan penelitian mengenai kehutanan, flora dan fauna, geologi, potensi becana, dan sosial budaya. "Termasuk membuka daerah terisolir, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial serta kesadaran akan pertahanan dan keamanan wilayah. Selain penelitian peserta juga akan mengajar masyarakat," jelas Rachmad. 

Namun untuk bisa ikut dalam seleksi ini tidak bisa sembarangan. Kopassus akan melakukan seleksi bagi seluruh peserta. Pasalnya kegiatan ini memerlukan fisik dan psikologi yang bagus mengingat waktunya cukup lama dan area penjelajahan mulai dari gunung, hutan, hingga pantai. Secara keseluruhan kegiatan akan berlangsung selama kurang lebih 5 bulan. Untuk terjun ke lapangan diagendakan akan berlangsung selama 3,5 bulan untuk mengitari wilayah-wilayah di Papua Barat. "Untuk mahasiswa hanya boleh bagi mereka yang sudah akan melaksanakan skripsi. Harus ada surat rekomendasi dari kampus dan surat izin dari orangtua. Pendaftaran untuk wilayah Jabodetabek langsung ke Mako Kopassus, tapi yang di daerah di masing-masing kodam," tutur Rachmad. 

Kopassus juga membuka pendaftaran melalui situs online dan dapat diakses di www.ekspedisinkri.com dengan tanggal pendaftaran serta pengumpulan berkas mulai dari 5 November sampai 24 Desember 2015. Pengumuman seleksi administratif pada 25 Desember 2015. Bagi mereka yang lulus tahap ini, seleksi tahap 2 akan dilakukan pada 5 sampai 8 Januari 2016. Jika berhasil lolos untuk seleksi fisik, maka otomatis peserta akan ikut dalam ekspedisi. Namun sebelumnya peserta akan mendapat pembinaan di Pusdik Kopassus Batujajar mulai 10-27 Januari 2016. 

"Kita hanya bawa yang sehat. Gimana bisa nolong masyarakat kalau nggak bisa nolong diri sendiri. Minimal harus bisa renang, dan kita ada tes psikologis. Pelaksanaan mulai 1 Februari sampai 31 Mei 2016," tutur Rachmad. 

Selain mahasiswa, ekspedisi ini juga mengajak peserta dari umum atau relawan yang memiliki kompetensi dalam bidang kegiatan alam terbuka atau keterampilan lainnya. Seperti fotografi, sinematografi, SAR, komputer, media, dll. Sementara itu menurut Danjen Kopassus, Papua Barat dipilih sebagai lokasi ekspedisi pada 2016 untuk bergantian. Tahun lalu ekspedisi digelar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. 

"Emang ini kan agenda tahunan sejak 2011 dimulai dari Sumatera sampai Bali dan Nusa Tenggara tahun ini. Kita lakukan supaya kita bisa explore potensi yang ada di Indonesia," ucap Herindra di lokasi yang sama. "Ini kolaborasi antara TNI, mahasiswa dan komponen lain dengan harapan kita bisa tahu tentang Indonesia karena masih banyak wilayah Indonesia yang belum dieksplore. Tidak ada biaya untuk peserta baik pendaftaran maupun saat pelaksanaan. Berkas Pendaftaran, Tata Cara Pendaftar Peserta Eksp NKRI Pabar 2016.
rar - https://t.co/v9TvF3QOmc 

 Lets join!

Minggu, 15 November 2015

Minggu, 15 November 2015

AAku lelah... Terlalu lelah untuk berpikir bagaimana melalui ini semua dengan cepat... Aku ingin melarikan diri saja. Tapi rasanya percuma. Toh aku yang memulai semuanya, membiarkan diri berjalan tanpah prioritas utama...

Oh, yah. Salahku yang menganggap semua ini akan mudah terlalui. Andai saja aku tak dimanjakan keinginan dan keadaan yang begitu santai, tentu aku tak akan merasakan hal seperti ini.

Berada dalam kebimbangan. Merasa salah kats dan salah tindakan.

Ya sudah sih... Aku capeee,

Kuharap esok kuterbangun tanpah beban dan kembali melangkah pasti memulai hari baru... Amin.