Sabtu, 30 April 2016

MASCA (Malam Apresiasi Seni Chairil Anwar) XII


MASCA Adalah malam apresiasi seni Chairil Anwar. Ini bertama kalinya aku hadir dalam acara ini, padahal sudah tahun ke XII loh mereka mengadakan ini.


Penampilan dalam acara ini bukan hanya mahasiswa UNMUL atau Samarinda. AAAda juga yang datang dari Balikpapan dan Tenggarong loh. Sesuai dengan apa yang dikatakan MC, bahkan ada group-group yang baru terbentuk beberapa hari bahkan baru sore tadi untuk tampil di sini.

Aku tipe orang yang sulit mengingat sesuatu yang tidak menjadi fokusku, jadi maaf ya yang tampil, lupa tuh nama group kalian. Aku cuma fokus sama aksi panggung saja. Heheh.

Tau Chairil Anwar kan?
Ah, kasian deh kalau gak tau. Cari di mbah google ya.

Dalam malam seni ini, tidak hanya menampilkan dengan cara membaca saja, namun dengan berbagai versi. Pokoknya keren. 

Awalnnya tau tetang acara ini dari pembimbing kesenian yang mengajar kami setiap dua minggu sekali. Dua minggu lalu. Nah, tadi beliau mengulang informasi itu kembali, dan menambahkan informasi bahwa dibuka untuk umum. 
"Semalam sudah pementasan khusus mahasiswa. Malam ini untuk umum." katanya.

Pantas saja saat olahraga tadi pagi lapangan depan kampus yang biasa kami gunakan untuk pemanasan dan senam digunakan oleh sekelompok mahasiswa olahraga sehingga kami beralih ke taman dan ke GOR. Hingga siang setelah kami kerja bakti asrama mereka masih sibuk mempersiapkan perlengkapan, hingga sorepun mereka masih sibuk latihan. 

Malam setelah sholat isyah, aku dan beberapa teman menyempatkan diri untuk menonton. Acaranya menari, dan aku jadi lebih tau banyak lagi karya-karya Chairil Anwar, selain itu semangat saya untuk lebih banyak mencari informasi tentang sang penyair bertambah. :D




Sebelum pulang, bagi yang ingin menuliskan kesan dan kesannya sudah disediakan tempat teman. Warna-warni dengan berbagai bentuk. Ini suasana teman-teman PPG SM3T yang asik nulis pesan kesannya.

Ini beberapa diantaranya. Apa yang mereka tulis? Baca sendiri ya :)

Nah, aku juga gak mau ketinggalan ni untuk ngasih semangat teman-teman panitia MASCA. Begini kata-kata saya, simple dan jujur. Hehe

Suasana acara tampak foto dari belakang panggung, beberapa meter dari acara. (Dari depan asrama PPG SM-3T UNMUL) Angkatan IV.
*****
Berikut sedikit akan aku paparkan tentang sang PENYAIR.

Sumber foto  : http://ditowiarno.deviantart.com/art/CHAIRIL-ANWAR-in-WPAP-By-Rahmad-Widiantoro-505490896

Chairil Anwar, dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" karena dalam puisinya yang berjudul 'Aku'.
Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termaksud 70 puisi. Lahir 26 Juli 1922 di Medan dan wafat 28 April 1949 di Jakarta

Ingin tau lebih? Silahkan mencari informasi dan karya-karyanya, kalian akan jatuh cinta pada karya penyair ini.

*****
Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam Kenal.

Jumat, 29 April 2016

Tamu Inspirasi : Thanks (Selamat Datang di Asrama PPG SM-3T Universitas Mulawarman) #MSI #AlumniPPGPrajabatan

By : @minurmi1001

Diary - 28 April 2016

Tiada hari yang tidak sibuk sejak diri ini resmi menjadi salah satu peserta PPG Pasca SM3T yang berasrama. Berasrama bukanlah hal yang begitu sulit bagiku untuk menyesuaikan diri, karena sejak SMP hingga serjana aku telah terbiasa tidak tinggal dengan keluarga. Meskipun dalam konten yang berbeda antara hidup berasrama dengan (kos, tinggal dengan orang lain, tinggal dengan guru, menumpang, dll) namun kedua hal itu mengajarkan banyak hal, terutama pembelajaran untuk sikap dan kepribadian. 

Hari ini, hari dimana aku akan maju Peer Teaching dalam siklum 2. Setelah melalui hari-hari yang membiasakan diri dengan perangkat pembelajaran. Selain menyiapkan berbagai alat praktikum dan pendukung proses pembelajaran, ternyata mempersiapkan diri adalah hal yang paling utama. Bersyukur atas keyakinan dan doa, selesai juga siklus ke 2 ini. Alhamdulillah. Thanks God.

*****
Pulang dengan senyuman, kembali rasa bahagia lain membuat senyum ini lebih melebar dan rasa senang membuat bahagian. Agenda yang membuatku  tertipu semalam akan dipastikan malam ini akan terlaksana.
---Kemarin sore setelah pulang dari kegiatan Peer Teaching 1, untuk mempersiapkan Peer Teaching II, dengan izin dari asrama untuk menyiapkan segala perlengkapan maka dengan terburu-buru aku menuju kos adik mengeprint dan membeli perlengkapan praktikum yang kurang. Saat azhan isya berkumandang, melajulah motor hijau yang kupinjam kembali ke asrama.  Tak ingin ketinggalan agenda yang telah dibahas untuk mengenai perencanaan  dua malam sebelumnya, pelaksanaan malam ini.
Uppss. Ternyata agenda itu ditunda karena alasan yang logis, namun kecewaku tetap tak bisa kusembunyikan. Ya. Seharian ini, aku mengabaikan ponselku yang mulai eror selain itu kesibukan tidak mengisinkanku untuk bisa berselancar di dunia maya mencari informasi apapun itu, ternyata aku ketinggalan informasi  digroup. Okey. Fine. Aku tunggu malam berikutnya sebari terus berharap tidak akan ditunda lagi.

Rasa legah dan senang akan suasana magrib ini. Asrama mulai rame, kaka-kakak para Alumni PPG Prajabatan Kalimantan Timur mulai berkumpul. Setelah sholat jama'ah bersama, dipanggilah aku oleh seorang alumni.

"De. Boleh merepotkan?"
"Apa kak?"
"Ini kak Haerul kan suka kopi. Nanti bisa buatkan kopi?"


Wah, sebenarnya. Aku meng'iya'kan tanpa berpikir apapun. Hanya kopi kok, pikirku saat itu. Ternyata tidak ada penghuni asrama yang memiliki kopi, gelas (--hanya tempat air minum masing-masing).
Karena sebuah janji dan berniat melayani dengan sepenuh hati, maka berjalanlah kaki ini menuju toko terdekat. Oh, tidak ada yang kucari di sini. Berjalan lagi lebih jauh, menyebrang jalan raya dan memasuki mall. Mengambil dua buah gelas sesuai selera tentunya ---sebenarnya sudah lama ingin beli gelas untuk bisa menikmati teh hangat atau kopi padas, heheh.

Baru saja aku keluar dan menyebrang jalan raya lagi. Azan isya berkumandang, wah aku harus berjalan lebih cepat. Di depan aula asrama lebih banyak lagi alumni dari sebelumnya. Alhamdulillah masih sempat berja'maah.

:D

By : @minurmi1001


*****
Baru saja kami menoleh ke kanan lalu kekiri 'salam' tanda selesainya sholat. Sosok yang dinanti memasuki ruangan dan meletakkan tas di belakang kami, bertanya tempat wuduh.

*****
Beberapa menit kemudian aula asrama sudah dipenuhi oleh peserta PPG Pasca SM3T UNMUL dan Alumni PPG Prajabatan Kalimantan Timur.

*****
Acara dimulai dengan ucapan salam dari pembawa acara sebagai pembukaan. Dilanjutkan dengan menyanyikan Mars SM3T yang dipandu oleh Stovel (Peserta PPG SM3T Angkatan IV). Lalu sambutan ketua alumni tingkat provinsi, . Dan langsung penyampaian dari direktur MSI (Masyarakat SM3T Instittut). Sosok yang terlihat sekilas tidak special jika tidak tau siapa dirinya/ tidak mengenalnya. Sosok sederhana yang menginspirasi. Dan tentu beliau dkk telah berjasa banyak untuk kami.

Photo by : @minurmi1001
Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Kak Haer dalam Silaturahim kali ini.

  • Pemaparan 4 pilar perjuangan perjalan khalayak SM-3T. Tentang, sejarah dan inisiasi terbentuknya Masyarakat SM-3T Institute sebagai wadah penyambung informasi dan partisipasi peserta kepedulian sosial terhadap sesama.
  •  Deskripsi kerangka konseptual program-program keasramaan bagi peserta PPG SM-3T Indonesia.
  • Paparan dan sinkronisasi program Hardiknas 2016 Khas Masyarakat SM-3T Indonesia.
Foto By @minurmi1001


Diskusi, yang memberikan kesempatan untuk bertanya, baik dari pihak Peserta PPG maupun Alumni.


Foto By @minurmi1001

Diakhir diskusi. Perwakilan PPG SM-3T mewakili teman-teman untuk menyampaikan terima kasih atas kedatangan kak Haer selaku direktur MSI dan kakak Alumni PPG Prajabatan Kalimantan Timur yang menyempatkan hadir bersama kami untuk bersilaturahmi dan berdiskusi selaku bagian dari Masyarakat SM-3T Indonesia.
Puncak Acara ditutup dengan rencana pola pendampingan khusus bagi alumni (yang dirilis dalam waktu dekat) terkait persiapan pelaksanaan GGD II.
Foto by @minurmi1001

"Semoga  kehangatan yang diperlihatkan dalam perjumpaan singkat ini selalu terjaga dan tetap menginspirasi kita unutk selalu proaktif berpiir dan berjuang untuk masa depan anak-anak Ibu Pertiwi di waktu mendatang" Akhiruddin Haer.
Foto by @minurmi1001

*****
Acara yang ditutup sekitar pukul 22.15 ini, membuatku lebih memiliki semangat lagi agar senantiasa melakukan yang terbaik untuk anak-anak bangsa ini. Lebih bersemangat untuk bermanfaat untuk sesama. Lebih berjuang lagi dan lagi. Dimulai dari adik-adik dikeluargaku, adik-adik di kampungku, dan adik-adik dimanupun takdir akan mempertemukan kita nanti. :D


*****
Setelah acar selesai, masih bisa berdiskusi kecil-kecilan dengan kakak alumni dan kak Haer sembari menunggu beliau akan kembali (pulang) menuju Balikpapan pukul 02.00 dini hari karena pukul 6 pagi akan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Ada tawa dan banyak pelajaran yang dapat dipetik. Senang (jujur), semoga harapan dan cita-cita kita bersama akan anak-anak bangsa ini terwujud. Amin.


*****
Berikut suasana foto bersama dan selfi, dan foto-foto bonus. :)
Sumber : Facebook

Amin. Samapi jumpa lagi dilain kesempatan. Thanks Sudah datang kak Haer dan kakak--temannya (maaf saya lupa namanya, hehe)
With Kak Haer
Thanks, kak Haru/ Haer atas kehadiranya di tengah-tengah kami malam ini. Sangat menginspirasi kami untuk lebih menikmati dan bersyukur atas setiap proses.

#Maaf untuk pelayanan yang kurang maksimal, kami yakin kakak-kakak semua memaklumi keadaan kami. Sekali lagi terima kasih banyak atas kebersamaan dan inspirasinya.

:D

Foto Bersama : PPG SM-3T angkatan IV, Alumni, dan Kak Haer

---
Komentar ada sangat membantu penulis dalam proses perbaikan tulisan/postingan. Membuat semaking semangat. Jadi jangan lupa ninggalin jejak ya. Thanks....

:)

Minggu, 24 April 2016

Hilangkan Penat, Kebersamaan Kita Menikmati Alam (Bukit Biru, Tenggarong)

Bahagia itu sederhana kawan. Jika kita masih diberi kesempatan untuk bersama-sama dan tersenyum bersama. Itu sudah cukup membuat hati dan perasaan ini menjadi hangat.

"Karena ksempatan belum tentu datang kembali. Begitu juga kebersamaan, Nikmati selagi bisa. Setiap waktu takdir dapat berubah. belum tentu esok kita masih bisa tersenyum bersama."


*****
Suasana olahraga pagi yang sama saja seperti kemarin dan akhir pekan sebelum-sebelumnya dua bulan ini. Dilanjutkan kerja bakti bersama setelah istirahat dan sarapan pagi.

--Yang non muslim tentu harus ibadah minggu. 
--Berita yang selalu dinanti, pembina kegiatan hari ini berhalangan hadir. Maaf. Bukan berarti kami tak suka. Kami hanya butuh istirahat/ piknik menghilangkan penat yang menumpuk di sini. Kepala dan perasaan ini. Hehehe

Sempat ragu, namun persiapan tetap dilakukan. Pukul 11.15. Kami bersama-sama meminta izin untuk melakukan perjalanan wisata. Bersyukur kami diberi izin, bahkan diberikan pinjaman kedaraan karena keterbatan jumlah kendaraan dan jumlah kami.

Go. . . .

Hal seperti inilah yang selalu dinanti setelah berhari-hari hingga memasuki siklus kedua berkutik dengan perangkat pembelajaran, bercengkrama dengan leptop dan alat praktikum setiap harinya.

Yes. Be happy guys. :)


Sembari menunggu yang lain, demi sebuah kebersamaan, disamping kami-kami yang dalam foto ini sudah lupa jalan menuju lokasi/ada yang tidak tau. Menunggu, agar tidak membosankan maka perlu diabadikan.

Foto by : Valen
Langit gelap mulai menangis kawan, satu persatu butiran mulai membasahi jalan. Motor-motor kita masih melaju seolah tak perduli. Tapi air jatuh semakin deras, berhentilah kita di pinggiran toko bersama dengan orang-orang yang mungkin takut sakit atau memiliki alasan lain untuk tidak melanjutkan perjalan.

Tak lama berpikir, kita melanjutkan perjalan tanpa perduli resiko. Aku tau semangat kalian yang ingin menikmati hujan dan lebih membuat perjalanan ini menantang. Amankan berbagai barang berharga untuk dititipkan pada rombongan di dalam mobil. Go, kita melaju kembali, tertawa sesekali. Menikmati wajah basah kita, membiarkan air hujan membasahi pakaian dan tubuh kita, seolah begitu bahagia, seperti tumbuhan yang terus menanti hujan dan harapan itu terwujud.

Sambil terus saling menjaga, namun kejahilan tetap saja tercipta. Sengaja melewati air-air yang mulai tergenang dipinggir jalan agar mengenai kawan yang beriringan lalu tertawa. Hahaha.

Sisa rintik-rintik hujan masih terasa. Kita memasuki pemukiman, melewatinya. Mata kita mulai memancarkan ketidaksabaran akan hal menyenangkan. Pemandangan, kebersamaan dan tentu hal ini bisa jadi hal langkah yang bisa kita lakukan disela-sela kesibukan kita.
 


Kami berhenti didekat taman setelah melewati jembatan. Dari atas jemabatan sebelumnya kita bisa melihat pulau Kumala secara keseluruhan. Tapi bukan pulau itu tujuan kami. Mungkin dilain kesempatan. Semoga Tuhan memberi kesempatan. Amin.
Tidak ingin terlalu lama berada disatu tempat, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Ups. Kami (Aku, Stovel, Daniel, Indri, Adi, dan Giver) tertinggal, lebih tepatnya tadi kami tidak tau mereka berbelok ke arah mana. Setelah bertanya, arah kami berlawanan. Kembali lah kami ke jemtana tadi. Lagi-lagi kami tak sejalan. Dengan Pedenya kami terus saja berjalan hingga merasa perlu untuk kembali berbalik arah karena sudah melewati dua pertinggaan, dan tepat di depan saja, sekitar 10 meter di depan kami kembali ada pertigaan yang menunjukan jalan menuju Samarinda. OMG.

Setelah menutar. OH MY GOD. Kami menyaksikan hal yang tragis. Sebuah mobil telah menabrak tiang listrik dengan posisi mobil miring sebagian diatas selokan yang lumayan lebar. Saat Stovel memelankan motornya, sontak aku berteriak karena melihat wajah gadis yang di dalam mobil penuh darah. 

Belum ada seorang pun yang menolong (Maklum saja, belum satu menit lalu kami berpapasan dengan mobil pengangkut barang tersebut). Cepat kami menolong hingga datanglah orang lain yang ikut membantu. Semakin banyak orang yang menolong. Intinya dengan berbagai cara dilakukan agar sang ayah yang terjepit bisa dikeluarkan dari mobil, sedangkan sang anak gadis secepatnya dibawah kepuskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan, pelipisnya mengalami luka sobek yang lumayan dalam. Dalam keadaan ini aku masih sempat mengucap syukur setelah memastikan bukan matanya yang terkena. --Bisa bayangkan jika matanya yang mengeluarkan darah?

Beberapa menit kemudian mobil polisi datang, cepat ku ajak teman-teman untuk meninggalkan lokasi dan menunggu rombongan lain yang dari tadi sibuk menghubungi kami di tempat lain. Dari pengalaman, bahwa yang menolong pertamalah yang akan dijadikan saksi, dan urusannya bakalan panjang. sedangkan kami  tidak ada waktu untuk itu (hari ini, besok, atau besok-besoknya). Hahaha



Ternyata teman yang lain tadi sedang sholat. Bagus menghampiri kami  malas bolak-balik. Kami menunggu di pertigaan. Kebetulan yang Sholat dari rombongan nyasar ini hanya aku saja. Dan terdapat menjid diseberang jalan.

Belum selesai aku sholat terdengar suara Indri memanggil karena mereka sudah datang. Kuteruskan sholatku dan kuhampiri mereka setelahnya. Ternyata mereka sedang makan siang. Hahahaha.

*****
Perus sudah kenyang. Cuaca kembali cerah. Bagus sudah datang kembali (membeli gorengan). Perjalanan dilanjutkan. 

Tidak terlalu jauh dari lokasi awal. Kami berbelok ke kiri dan memasuki perkampungan. Disuguhi hamparan sawah dan suasana kampung. Aku teringat rumah. Aku jadi rindu keluarga, meskipun suasa kampungku sangat berbeda dengan ini.

*****
Yuhui.
Sampai juga kita di desa yang dituju. Wisata Puncak (Bukit Biru)
Oia, Di sini kita akan menitipkan motor kita (sewa parkir Rp 5000)

Ada juga mesjid yang dekat, jadi untuk teman-teman yang mau kesini dan tidak sempat sholat di jalan sebelumnya, bisa sholat dulu sebelum mendaki. :D

Foto by : Ryan
Melewati jalan kecil di samping rumah warga, kita akan memasuki hutan yang tidak terlalu lebat. Perjalanan di awal belum begitu berat meskipun menanjak. Lebih dari 10 menit berjalan, kami menemukan pos peristirahatan, mungkin ini dulunya warung atau ini memang dibuat untuk istirahat saat hujan. Entahlah. Tak ada seorangpun yang bisa ditanyai.

Istirahat sebenatr kita kembali melanjutkan perjalanan.
Go. Go. Go guys.
Hei, ternyata semakin sulit pendakian ini. Jalannya sudah terlalu miring kali ini. Kita harus saling bahu membahu untuk menuju puncak. Beruntung ada tali yang memudahkan kita.

Foto by : Giver
Ini masih setengah jalan kawan-kawan. Jika letih silahkan beristirahat.

@minurmi1001


@minurmi1001

@minurmi1001



Beginilah wajah-wajah capek tapi senang kami.

Karena langit kembali gelap. Mari kita kembali kawan. :D

By : @minurmi1001

Ya ampun. Itu keringat parah banget. Masa bodo' ah. Yang penting Happy :)
 With, Kak Umin
 Tuhan, terimahkasih kesempatan ini. Aku belajar apa arti rasa syukur dari indahnya karuniamu. Biarkan Alam mengajarkanku untuk tegar, sabar dan terus berjuang.


*****
Sebelum pulang. Kita mampir dulu dong. Sekalian yang belum sholat Azhar sholat dulu. Kita yang sudah, selfi dulu dong. Hehehe.

Ekspresikanlah perasaanmu, suka maupun duka. Biarkan mentari yang menjadi saksinya.  Ukirlah senyum-senyum dibalik perjalanan kita, percayalah senja esok masih akan setia menanti kebahagian kita. #Senyum

"Bukan bahagialah baru tersenyum, tapi tersenyumlah agar kau bahagia."



Karena senja sebentar lagi menyapa, yuk mari kawan kita pulang. Sesuai janji kita harus secepatnya sampai ke asrama.

*****
Alhamdulillah semua baik-baik saja sampai asrama. Meskipun lelah melanda, tetap melakukan kewajiban sholat berjamaah dan masih sempat mengerjakan tugas untuk workshop esok.

*****
Jadi kapan dan kemana kita berikutnya ????


====
-Thanks like, komentar dan kunjungan blognya. :D
-Yang merasa ada diantara foto-foto ini, silahkan diambil :)