Bahagia itu sederhana kawan. Jika kita masih diberi kesempatan untuk bersama-sama dan tersenyum bersama. Itu sudah cukup membuat hati dan perasaan ini menjadi hangat.
"Karena ksempatan belum tentu datang kembali. Begitu juga kebersamaan, Nikmati selagi bisa. Setiap waktu takdir dapat berubah. belum tentu esok kita masih bisa tersenyum bersama."
*****
Suasana olahraga pagi yang sama saja seperti kemarin dan akhir pekan sebelum-sebelumnya dua bulan ini. Dilanjutkan kerja bakti bersama setelah istirahat dan sarapan pagi.
--Yang non muslim tentu harus ibadah minggu.
--Berita yang selalu dinanti, pembina kegiatan hari ini berhalangan hadir. Maaf. Bukan berarti kami tak suka. Kami hanya butuh istirahat/ piknik menghilangkan penat yang menumpuk di sini. Kepala dan perasaan ini. Hehehe
Sempat ragu, namun persiapan tetap dilakukan. Pukul 11.15. Kami bersama-sama meminta izin untuk melakukan perjalanan wisata. Bersyukur kami diberi izin, bahkan diberikan pinjaman kedaraan karena keterbatan jumlah kendaraan dan jumlah kami.
Go. . . .
Hal seperti inilah yang selalu dinanti setelah berhari-hari hingga memasuki siklus kedua berkutik dengan perangkat pembelajaran, bercengkrama dengan leptop dan alat praktikum setiap harinya.
Yes. Be happy guys. :)
Sembari menunggu yang lain, demi sebuah kebersamaan, disamping kami-kami yang dalam foto ini sudah lupa jalan menuju lokasi/ada yang tidak tau. Menunggu, agar tidak membosankan maka perlu diabadikan.
| Foto by : Valen |
Langit gelap mulai menangis kawan, satu persatu butiran mulai membasahi jalan. Motor-motor kita masih melaju seolah tak perduli. Tapi air jatuh semakin deras, berhentilah kita di pinggiran toko bersama dengan orang-orang yang mungkin takut sakit atau memiliki alasan lain untuk tidak melanjutkan perjalan.
Tak lama berpikir, kita melanjutkan perjalan tanpa perduli resiko. Aku tau semangat kalian yang ingin menikmati hujan dan lebih membuat perjalanan ini menantang. Amankan berbagai barang berharga untuk dititipkan pada rombongan di dalam mobil. Go, kita melaju kembali, tertawa sesekali. Menikmati wajah basah kita, membiarkan air hujan membasahi pakaian dan tubuh kita, seolah begitu bahagia, seperti tumbuhan yang terus menanti hujan dan harapan itu terwujud.
Sambil terus saling menjaga, namun kejahilan tetap saja tercipta. Sengaja melewati air-air yang mulai tergenang dipinggir jalan agar mengenai kawan yang beriringan lalu tertawa. Hahaha.
Sisa rintik-rintik hujan masih terasa. Kita memasuki pemukiman, melewatinya. Mata kita mulai memancarkan ketidaksabaran akan hal menyenangkan. Pemandangan, kebersamaan dan tentu hal ini bisa jadi hal langkah yang bisa kita lakukan disela-sela kesibukan kita.
Kami berhenti didekat taman setelah melewati jembatan. Dari atas jemabatan sebelumnya kita bisa melihat pulau Kumala secara keseluruhan. Tapi bukan pulau itu tujuan kami. Mungkin dilain kesempatan. Semoga Tuhan memberi kesempatan. Amin.
Tidak ingin terlalu lama berada disatu tempat, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Ups. Kami (Aku, Stovel, Daniel, Indri, Adi, dan Giver) tertinggal, lebih tepatnya tadi kami tidak tau mereka berbelok ke arah mana. Setelah bertanya, arah kami berlawanan. Kembali lah kami ke jemtana tadi. Lagi-lagi kami tak sejalan. Dengan Pedenya kami terus saja berjalan hingga merasa perlu untuk kembali berbalik arah karena sudah melewati dua pertinggaan, dan tepat di depan saja, sekitar 10 meter di depan kami kembali ada pertigaan yang menunjukan jalan menuju Samarinda. OMG.
Setelah menutar. OH MY GOD. Kami menyaksikan hal yang tragis. Sebuah mobil telah menabrak tiang listrik dengan posisi mobil miring sebagian diatas selokan yang lumayan lebar. Saat Stovel memelankan motornya, sontak aku berteriak karena melihat wajah gadis yang di dalam mobil penuh darah.Belum ada seorang pun yang menolong (Maklum saja, belum satu menit lalu kami berpapasan dengan mobil pengangkut barang tersebut). Cepat kami menolong hingga datanglah orang lain yang ikut membantu. Semakin banyak orang yang menolong. Intinya dengan berbagai cara dilakukan agar sang ayah yang terjepit bisa dikeluarkan dari mobil, sedangkan sang anak gadis secepatnya dibawah kepuskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan, pelipisnya mengalami luka sobek yang lumayan dalam. Dalam keadaan ini aku masih sempat mengucap syukur setelah memastikan bukan matanya yang terkena. --Bisa bayangkan jika matanya yang mengeluarkan darah?
Beberapa menit kemudian mobil polisi datang, cepat ku ajak teman-teman untuk meninggalkan lokasi dan menunggu rombongan lain yang dari tadi sibuk menghubungi kami di tempat lain. Dari pengalaman, bahwa yang menolong pertamalah yang akan dijadikan saksi, dan urusannya bakalan panjang. sedangkan kami tidak ada waktu untuk itu (hari ini, besok, atau besok-besoknya). Hahaha
Ternyata teman yang lain tadi sedang sholat. Bagus menghampiri kami malas bolak-balik. Kami menunggu di pertigaan. Kebetulan yang Sholat dari rombongan nyasar ini hanya aku saja. Dan terdapat menjid diseberang jalan.
Belum selesai aku sholat terdengar suara Indri memanggil karena mereka sudah datang. Kuteruskan sholatku dan kuhampiri mereka setelahnya. Ternyata mereka sedang makan siang. Hahahaha.
*****
Perus sudah kenyang. Cuaca kembali cerah. Bagus sudah datang kembali (membeli gorengan). Perjalanan dilanjutkan.
Tidak terlalu jauh dari lokasi awal. Kami berbelok ke kiri dan memasuki perkampungan. Disuguhi hamparan sawah dan suasana kampung. Aku teringat rumah. Aku jadi rindu keluarga, meskipun suasa kampungku sangat berbeda dengan ini.
*****
Yuhui.
Sampai juga kita di desa yang dituju. Wisata Puncak (Bukit Biru)
Oia, Di sini kita akan menitipkan motor kita (sewa parkir Rp 5000)
| Foto by : Ryan |
Istirahat sebenatr kita kembali melanjutkan perjalanan.
Go. Go. Go guys.
Hei, ternyata semakin sulit pendakian ini. Jalannya sudah terlalu miring kali ini. Kita harus saling bahu membahu untuk menuju puncak. Beruntung ada tali yang memudahkan kita.
![]() |
| Foto by : Giver |
| @minurmi1001 |
| @minurmi1001 |
| @minurmi1001 |
Beginilah wajah-wajah capek tapi senang kami.
Karena langit kembali gelap. Mari kita kembali kawan. :D
| By : @minurmi1001 |
Ya ampun. Itu keringat parah banget. Masa bodo' ah. Yang penting Happy :)
With, Kak Umin
Tuhan, terimahkasih kesempatan ini. Aku belajar apa arti rasa syukur dari indahnya karuniamu. Biarkan Alam mengajarkanku untuk tegar, sabar dan terus berjuang.
*****
Sebelum pulang. Kita mampir dulu dong. Sekalian yang belum sholat Azhar sholat dulu. Kita yang sudah, selfi dulu dong. Hehehe.
Ekspresikanlah perasaanmu, suka maupun duka. Biarkan mentari yang menjadi saksinya. Ukirlah senyum-senyum dibalik perjalanan kita, percayalah senja esok masih akan setia menanti kebahagian kita. #Senyum
"Bukan bahagialah baru tersenyum, tapi tersenyumlah agar kau bahagia."
Karena senja sebentar lagi menyapa, yuk mari kawan kita pulang. Sesuai janji kita harus secepatnya sampai ke asrama.
*****
Alhamdulillah semua baik-baik saja sampai asrama. Meskipun lelah melanda, tetap melakukan kewajiban sholat berjamaah dan masih sempat mengerjakan tugas untuk workshop esok.
*****
Jadi kapan dan kemana kita berikutnya ????
====
-Thanks like, komentar dan kunjungan blognya. :D
-Yang merasa ada diantara foto-foto ini, silahkan diambil :)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.