Sabtu, 30 Juli 2016

PPG on Vacation (PPG Universitas Mulawarman), Bontang

Hai guys, kali ini aku mau berbagi keseruan liburan kami (PPG Angkatan IV UNMUL), liburan yang tidak membutuhkan waktu lama merancangnya, kami hanya diberi waktu seminggu untuk menentukan tujuan wisata dan segala keperluan dan teknik wisata yang akan kami laksanakan. Hal ini dikarenakan, waktu yang memang tidak banyak yang kami miliki antara selesainya kegiatan workshop dan peer teaching menuju ke kegiatan PPL di sekolah.

*****
Tidak semua rencana disetujuin guys, karena pertimbangan yang memang menurut kami ada benarnya juga. Rencana menginap batal. Kami tidak kecewa, malah berusaha memanfaatkan  kesempatan dan waktu yang diberikan oleh LPTK.
 Sesuai yang direncanakan dengan didampingi oleh 3 pihak dari LPTK lima mobil melaju menuju kota Bontang. Cahaya pagi belum menyambut, kala kami telah usai melakukan ibadah shubuh dan persiapan diri serta perlengkapan yang dibutuhkan. 


Bersamaan dengan rasa senang bercampur tak sabar untuk menikmati hari langkah ini, dihiasi sedikit kantuk yang masih saja membayangi beberapa teman terlihat sekali di mata-mata mereka. Go. Mobil kami beriringan menusuri jalan.  Pagi menyambut kami dibalik jendela mobil, matahari cerah tersenyum menemani.
Foto by Ryan


*****
Karena Tugu Katulistiwa tidak jauh dari jalan raya menuju Kota Bontang, sayang rasanya melewatkannya begitu saja. Sesuai rencana sang kordinator perjalanan (Ryan Rifai), kami harus mampir beristirahat dan tnetu mengenal wisata satu ini, sebelum berjalan menuju bangunan tugu. Kami duduk bersama dan menikmati sarapan. 
Foto by Irham

*****
Perjalan masih jauh guys. Kita harus melanjutkan laju kendaraan kita. Perjalanan Samarinda ke Bontang sebenarnya bisa ditempuh 3 jam, namun karena tadi terpotong wisata Tugu Katulistiwa, kami sampai di pelabuhan penyebrangan di kota Bontang sekitar pukul 11. 15. 

Foto by Cecep R

Tujuan wisata berikutnya yaitu sebuah pulau kecil yang membutuhkan 45 menit perjalanan laut dengan kapal. Kami mennyewa dua buah kapal ,emuju pulau tersebut. Wajah-wajah senang itu terpancar dari senyum teman-teman PPG. 
Foto by Mi Nurmi

Angin berhenbus, suara ombak dan gerakkan kapal naik turun terhampas gelombang air. Canda dan tawa tercipta dalam suasana matahari yang mendukung, tidak terik dan tidak mendung. Yah. Meskipun ada beberapa teman yang sepertinya tidak biasa melakukan perjalanan jauh (bermasalah dengan perut, dan akhirnya mabuk). Namun, itu bukan sebuah kendala yang begitu berarti, saat kapal sudah mendekati pulau yang dituju. Wajah-wajah itu berubah drastis, seolah tak sabar ingin turun dari kapal dan menginjakkan kaki di dermaga. 

Memasang spanduk dan melebarkan terpal untuk duduk bersama, melingkar dalam kebersamaan membuka kegiatan wisata yang akan lebih banyak kita habiskan dipulau ini. Pulau yang dikenal dengan nama 'Pulau Beras Basah'. 
Foto by Irham


Dibuka dengan doa, dan penyampaian dari pembina asrama yang juga sebagai salah satu utusan LPTK mengiring kegiatan wisata ini. Lalu penyampaian dari ketua kordinator kegiatan Wisata.  Seperti jangan mainan dipantai sendirian, silahkan makan yang sudah merasa lapar, waktu kepulangan, dan informasi lain. Setelahnya kita boleh beraktivitas bebas sesuai keinginan selama itu menjaga keselamatan. Hehehe,
Foto by Irham

*****
Ada yang langsung bermain dipantai, ada beberapa yang makan, ada yang sibuk selfie, ada pula yang tak sabar untuk mencoba banana boat. 
Foto by Ryan Rifai

Foto by Dewi

Foto by Mi Nurmi

Foto by Valentino Liu

Foto by Indah

Foto By Valen

Hari yang menyenangkan. Sesuai kesepakatan. Kembali dari pulau menuju Kota Bontang pukul 17.00 dan tujuan selanjutnya di kota yaitu cafe singapura yang tak jauh dari belabuhan.

Foto By Ryan Rifai

*****
Menikmati senja sebari menunggu pesanan makanan, sebagian lagi mengabadikan moment. 
Foto by Mi Nurmi

Thanks untuk Program PPG yang telah menyediakan dana untuk program ini.Thanks untuk LPTK yang memberikan kesempatn kepada kami untuk liburan.

Teman-teman yang melaksanakan sholat magrib telah usai, makanan telah dinikmati. Malam semakin gelap, saatnya untuk kembali ke Samarinda. Rumah kita setahun ini, asrama. 
========
Itu dia guys, garis besar cerita perjalan liburan kami. Cerita lengkapnya nanti dibuat postingan per sesi (Tugu Katulistiwa, Pulau Beras Basah dan Cafe Singapura). Saya akan bercerta detail tentang tiga hal tersebut.

Thank you guys, sudah berkunjung di blog ini. Mana jejaknya sayang? like atau komennya, atau sekalian semuanya?
========

Jumat, 29 Juli 2016

Tugu Khatulistiwa Santan Ulu Kalimantan Timur

Hai, pembaca semua. Kali ini Nurmi mau berbagi info wisata untuk kalian. Sekalian namba informasi untuk kalian yang belum tau, mungkin ada yang berkunjung ke Bontang terus mau mampir.

Tugu Equator adalah tugu penanda garis imajiner khatulistiwa yang berlokasi di atas bukit yang tidak jauh dari pinggir jalan raya Samarinda - Bontang. KM 25 Santan Ulu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Foto By Irham

Tugu ini dibangun tahun 1993 oleh suatu kegiatan yang dinamakan Karya Bakti Latsirtada. Pada tahun 2011 direnovasi oleh PT Kaltim Methanol Industri dan Kodim 0908/BTG.

Seperti yang dapat dilihat dari foto. Bangunan utama tugu ini berbentuk segi delapan dengan setiap sisinya memiliki pintu. Tinggi bangunan 30 meter, di puncak bangunan berbentuk seperti dua buah cincin yang bergabung seperti bola dunia, ditengahnya terdapat arah angin dan posisi persisi lokasi ini berdasarkan garis bumi. 00' 00' 00' dan 117o 21' 47' Bujur Timur.
Foto by Nurmi


 *****
Di desa Santan Ulu kita dapat menikmati fenomena hari tanpa bayangan. Secara ilmiah hari tanpa bayangan sebagai Transit Utama yakni tempat atau biasa disebut titik kulminasi. Hal ini karena matahari tengah singgah tepat di titik atas wilayah tersebut.

Fenomena ini memang tidak berpengaruh apa-apa, namun hanya terjadi di beberapa tempat, di Indonesia salah satunya ditempat ini, terjadi dua kali setahun yaitu pada tanggal 21-23 maret dan 21-24 september.

*****
Bagi sebagian besar orang tidak terlalu penting, bahkan tidak tau garis khatulistiwa yang merupakan trade mark negara ini, tetapi kita sendiri tidak berusaha mencari tahu.

Oke. mari kita menreview dan mengingat-ingat pelajaran IPS waktu kita sekolah.  Sesuai julukan Zamrud Khatulistiwa. Negara kita, Indonesia merupakan negara perlintasan garis katulistiwah terpanjang. Kurang lebih 1/11 panjang keseluruhan garis katulistiwa. Hal ini lah alasan beberapa kota di Indonesia merupakan lintasan garis katulistiwa. Pontianak, Kalimantan Barat. Bola katulistiwa di Alam Kabupaten Limapuluh Kota. Taman Equator  di Bonjol di Sumatra Barat.
Foto: doc Pribadi
*****
Di Riau juga berdiri tugu equator di kabuupaten Pelalawan. Di Sulawesi Tengah di Parigi Moutong.  Namun yang paling terkenal di Indonesia yaitu dipulau Kalimantan, Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat. Karena kepopulerannya kota Pontianak odentik dengan kota (garis) khatulistiwa.

*****
Sebagai warga Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, sudah seharusnya kita mengetahui keberadaan penanda khatulistiwa di wilayah sendiri. Iya kan? iya dong.

Memag jika dibandingakan dengan tugu di Pontianak, Tugu Santan Ulu  lebih sederhana dan relatif baru. Apalagi prommosi pemerintah daerah mengenai keberadaan tugu ini minim. Setelah direnovasi oleh PT Kaltim Methanol Industri, bangunan ini diserahkan kembali ke Pemda. Sayanganya, bangunan ini terkesan tidak terawat atau dibiarkan begitu saja. .... sayang banget ya, Hiks hiks... :(

*****
Saat berkunjung ke sini. Ada penjaga portal roda 4. Cukup berikan beberapa uang untuk bisa masuk.

Sayangnya bangunan utama tugu terkunci rapat. Ternyata hanya hari tertentu yang ramai pengunjung, hari libur, maka bangunan akan dibuka.

Sebenarnya kunci dipegang oleh salah satu warga, namun karena waktu berkunjung kami sebentar, kami harus melanjutkan perjalanan, maka untuk saat ini tidak usah melihat bagian dalam, cukup mengintip-ngitip saja dari luar, hehhehe.

Foto : Doc Pribadi

*****
So, untuk teman-teman. Anda yang berkesempatan berkunjung ke Bontang jangan lupa menyisihkan waktu mampir ke Tugu Khatulistiwa Santan Ulu. Meski hanya sekedar mengambil foto dan mengamati garis khatulistiwa.

"Menapakkan kaki di dua belahan bumi"


======
Salam kenal. Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...

Senin, 25 Juli 2016

Observasi Sekolah PPL PPG SM3T di SMA Negeri 3 Samarinda

Seperti biasa, senin pagi ini kamar mandi asrama antri lagi. Em, ini sudah biasa namanya juga tinggal diasrama, tapi antrianya tidak sepanjang antrian dipom bensi kok. Hehehe.

Rutinitas setiap senin adalah upacara pengibaran bendera. Hari ini, berjalan lancar karena hari tidak hujan dan matahari cerah menambah semangat kami. Terlebih seperti yang disampaikan Azwar Annas sebagai pembina upacara, bahwa hari ini kami akan melakukan observasi ke sekolah sesuai dengan jadwal dan pembagian tempat PPL beberapa hari lalu. 

Upacara yang dilakukan didepan asrama, keterbatasan selalu kami usahakan untuk tak berarti apa-apa.  Rutinitas lain dipagi hari adalah sarapan. 

Semua telah selesai seperti terjadwal bahwa kami harus menuju sekolah tempat kami PPL 4 bulan kedepan. Dan, jumlah kami yang 30 orang peserta PPG SM3T Universitas Mulawarman ini terdiri dari dua prodi, yaitu pendidikan Fisika dan Pendidikan Bahasa Inggris. 

Saya (Nurmiati) dari pendidikan Fisika bersama Irham, Eka Wijayanti, Bagus Trihantoko dan Meygiver Onsu mendapat amanah untuk melaksanakan PPL di SMA Negeri 3 Samarinda. Sedangkan teman kami dari pendidikan Bahasa Inggris adalah Cecep Rianto, Normalida dan Amirullah Rembang.

****
Pukul 08:15 kami sampai ke sekolah. Sekolah ini berada di jalan Ir. H. Juanda No.20 Samarinda. Setelah memarkir rapih motor-motor kami di dekat pos satpam, kami menuju ruang tunggu sebari dua orang teman sedang masuk keruang TU dan menyampaikan niat kedatangan kami hari ini. 

Kami disuruh menunggu sejenak, lalu Eka Wijayanti sebagai kordinator yang kami pilih, saya dan Cecep mewakili teman-teman masuk menemui kepala sekolah dan menyampaikan surat pengantar untuk PPL dari LPTK UNMUL sekaligus menyampaikan tujuan kedatang kami hari ini. 

Sempat berbincang-bincang dengan kepala sekolah tentang beberapa hal, khususnya informasi yang sangat kami butuhkan, seperti jumlah guru pendidikan fisika dan bahasa inggris, teknik pembagian tugas ppl (guru pamong, jumlah kelas mengajar, dll). Setelah infomasi yang kami terima dari bapak kepala sekolah, Abdul Rozak Fahrudin, M.Pd terasa cukup. Karena beliau juga menyerahkan segala tata pelaksanaan dan pembagian kelas (tugas PPL) diserahkan kepada dua guru pamong. Kami  menuju raung guru untuk bertemu dengan guru pamong yang dimaksud. Baik Bahasa Inggris maupun Fisika. 

*****
Karena hari ini adalah hari pertama oriantasi siswa baru, maka kami harus menunggu guru pamong karena menjadi ketua panitia (Ibu Darma) sedangkan satu lagi guru pamong yang juga sudah hadir saat kami peer teaching di kampus (Pak Suyudi) sedang ke Jakarta mendampingi seorang siswa untuk pertandingan Catur Nasional.

Lumayan lama menunggu, kami (saya dan teman-teman) sempat berdiskusi tetang hal yang terlintas di benak tentang keadaan sekolah. Yah meskipun sesekali canda mewarnai pembicaraan dan tawa yang sengaja ditahan. Karena kami sedang duduk di ruangan guru yang luas dengan berbagai guru bidang studi dengan kesibukan mereka.

Ibu Hj. ......(--Maaf saya lupa, hilaf) guru pamong Bahasa Inggris lebih dulu datang menemui. Lalu setengah jam berikutnya guru pamong Pendidikan Fisika.

*****
Ya, kami tetap memperkenalkan diri meskipun sudah pernah bertemu saat kegiatan workshop dan Peerteaching di kampus. Dan, dilanjutkan dengan sesi wawancara (diskusi, tanya jawab prihal keadaan sekolah, siswa, dan pembelajaran selama ini, kendala dan hal lain yang dihadapi guru ataupun siswa bahkan kendala dari sekolah), kami juga mendiskusikan tentang pembagian tugas PPL karena kami terdiri dari beberapa orang.

Jangan kira sesi ini kaku, justru terasa sangat membuat bersemangat, tidak sabar ingin membuktikan secara langsung apa sih yang tertutur oleh sang guru pamong.  Sesekali tawa terdengar dari kami.

"Harapan kami, baik Bahasa Inggris maupun Fisika, semoga amanh yang dipercayakan kepada kami, dapat kami laksanakan dengan baik, bertanggung jawab dan mendapatkan hasil yang baik serta maksimal. Amin."





Karena jadwal observasi kami hanya sampai dengan 12.15 dan kami merasa sudah cukup menemukan problem untuk menindaklanjuti dalam bentuk penyusunan PTK sesuai tuntutan dari LPTK dan kemdikbut sebagai penyelenggara PPG Pasca SM3T ini. Kami berpamitan untuk kembali ke kampus karena akan ada penyampaian kembali dari instruktur yang ditunjuk LPTK untuk membahas mengenai PTK terjadwal 13.30 hingga 17.30.

Tentu ucapan terima kasih tak lupa kami ucapkan pada guru, dan kepala sekolah yang telah menyambut dengan hangat dan senang hati. Ini menjadi motivasi untuk melakukan yang terbaik nanti dalam melaksanakan tugas.

Berbekal surat pemerimaan PPL (sebagai surat balas) ke LPTK, kami kembali ke kampus untuk mengikuti kegiatan yang dijadwalkan. 

Thanks---- <3  -----

Senin, 25 Juli 2016

Sabtu, 23 Juli 2016

Pengertian Pembelajaran Berbasis Inkuiri


Kata inkuiri berasal dari bahasa inggris, yaitu 'to inquire' yang berarti bertanya atau menyeleidiki.

Menurut beberapa ahli :
  1. Joyce dan Well (2000) mengemukakan bahwa inti dari pembelajaran inkuiri adalah keterlibatan peserta didik dalam masalah penyelidikan (investigasi), dengann menghadapkan mereka dalam penyelidikan nyata. membantu mereka mengidentifikasi masalah konseptual dan metodolagis, dan meminta mereka merancang cara mengatasi masalah. Melalui inkuiri peserta didik belajar menjadi ilmuan dalam menyusun pengetahuan, selain itu menghargai ilmu pengetahuan, mengetahui keterbatasan dan kepergantungan pengetahuan satu dengan yang lain.
  2. Ong dan Borich (2006, pembelajaran berbasis inkuiri adalah belajar melalui berbagai kegiatan termaksuk melakukan observasi, mengajukan pertanyaan, mencari dan menggunakan informasi untuk mengetahui dengan jelas peristiwa melalui percobaan, mengggunakan alat alat untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data, mengajukan pertanyaan, menjelaskan dan memprediksi serta mengkomunikasikan hasil. 
  3. Menurut Nation Research Council (2000), pembelajaran berbasis inkuiri mengacu pada cara ilmuan bekerja ketika mempelajari alam, yaitu mencari penjelasan melalui bukti yang dikumpulkan dari dunia di sekitar mereka. Pembelajaran inkuiri meliputi kegiatan mengajukan pertanyaan, menyelidiki masalah atau topik, dan menggunakan berbagai sumber daya untuk menemukan solusi.
  4. Wayne Welch, seorang pendidik sains di Universitas Mennesota berpendapat bahwa teknik yang dibutuhkan untuk mengajar ilmu pengetahuan alam yang efektif adalah sama dengan yang digunakan untuk penyelidikan ilmiah yang efektif. 
  5. Wilson and Murdoch (2004)
  6. Callahan and Kelleough (1992), mengelompokkan inkuiri berdasarkan banyaknya keterlibatan peserta didik dalam akitvitas inkuiri. Yaitu menjadi 3 tingaktan.
  7. Menurut Colburn (2000), pembelajaran inkuriri terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu ingkuiri terstuktur, inkuiri terbimbing, ingkuiri terbuka dan siklus belajar.
  8. Llewellyn (2007) mengelompokkkan inkuiri berdasarkan tingkat dominasi peran guru atau peserta didik, yaitu menjadi 4 tipe. Inkuiri demostrasi, inkuiri terstuktur, inkuiri terbimbing dan inkuiri penuh.
  9. Banchi and Bell (2008) membagi inkuiri menjadi 4 tingkatan dari ringkat bawah sampai tingkat tinggi. Inkuiri konfirmasi, inkuiri terstuktur, inkuiri terbimbing, inkuiri terbuka. 


=====
Salam kenal. Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...

Senin, 11 Juli 2016

You and me

Seperti mentari itu baru terlihat memercikkan semangat baru, dirimu hadir dan sengaja mengubah arah perjalananku. Sosok yang sesungguhnya tak pernah kuinginkan sebelumnya. Kaku, sok tau dan sedikit keras kepala. Hanya berdiam diri mengamati, seolah memiliki sihir membuat diri ini tertarik untuk mengintip sedikit fokusmu, lalu aku berlahan membuka diri kala itu kau tawarkan untuk sedikit mengerti harimu yang membosankan--katamu dan mungkin bagi mereka.

Aku mulai terbiasa, membuka diri dan membiarkan imajinasiku mengikuti arus yang kau ciptakan. Aku tau ini tidak salah karena sebenarnya duniamu tak begitu berbeda. Aku menyukai perubahan kecil yang kau lakukan, sesekali menghadirkan tawa tanpa kuduga. Hei, kau tau? Aku pernah merasa dipermainkan waktu. Aku bertanya-tanya. Apa kau sengaja? Mengajariku melukis lebih ceria, mencampurkan warna lebih indah. Tapi apa kau sadar kau tetap sama? Hanya memiliki abu-abu dan biru saja.

Aku melangkah ke Timur hingga aku mengabaikan sesuatu yang berharga. Kamu, kamu yang sengaja kubiarkan memudarkan warnamu hariku. Aku gagal menyusuri jalan ini. Aku masih mencampurkan warnamu dengan warna-warna indah di sini. Dan, kau kembali. Aku tersenyum lebih. Di senja itu, meski waktu kita tak sama, warna langit kita tak sama, dan duduk jauh ditempat berbeda. Ada rindu kita tersampaikan melalui suara diam meresapi alam sesekali suara malu-malu ingin bertanya.

"Terlalu banyak warna indah di sini. Aku hampir lupa bagaimana memilih yang benar, semuanya membuatku bahagia. Mungkin yang sedikit pudar lebih baik dan menarik." 

Malu-malu ku katakan rinduku. Aku yakin kau memahaminya. Tersirat yang tersampaikan, begitu selama ini kau mengajariku. Dan, semua lebih terasa menyejukkan. Tak perlulah kita berteriak sekuat tenaga dan berlari terlalu kencang. Cukuplah jujur pada perasaan dan harapan. Bukankah begitu?
Telingaku terlalu peka, aku menangkap suara-suara pelukis bahagiamu, kau menahan tawa dan sengaja menahan diri untuk cepat menanggapi.

"Ehem."

Ada kesal yang tertahan, kala bayangan teresenyum-senyum menahan tawa dan bahagiamu yang membludak terlintas di benak ku.

"Apa ada yang salah?"

Tanya ku meluruskan. Kau malah lebih banyak bicara, pipiku menjadi merah yang tersamarkan merah senja. Kurasa selama ini aku kurang peka untuk menyadari kita tetap sama. Sadarkah kita terlalu banyak waktu terlewati begitu saja hingga kita tak bisa mengingat semuanya, yang kutau, dirimu yang suka menyendiri itu adalah sosok yang tidak bisa terabaikan, dan aku pernah menangis tersedu-sedu tanpa malu pada mahluk sok jenius sepertimu.

Ya. Kini kita telah jauh berjalan. Pada harapanku, pada harapanmu, dan mungkin impian kita. Tunggulah waktu berpihak pada kita lagi, tunggulah. Bukankah kita percaya takdir dan kita serahkan padaNYA. Amin.

I need you. Your special.