Hai, pembaca semua. Kali ini Nurmi mau berbagi info wisata untuk kalian. Sekalian namba informasi untuk kalian yang belum tau, mungkin ada yang berkunjung ke Bontang terus mau mampir.
Tugu Equator adalah tugu penanda garis imajiner khatulistiwa yang berlokasi di atas bukit yang tidak jauh dari pinggir jalan raya Samarinda - Bontang. KM 25 Santan Ulu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tugu Equator adalah tugu penanda garis imajiner khatulistiwa yang berlokasi di atas bukit yang tidak jauh dari pinggir jalan raya Samarinda - Bontang. KM 25 Santan Ulu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
| Foto By Irham |
Tugu ini dibangun tahun 1993 oleh suatu kegiatan yang dinamakan Karya Bakti Latsirtada. Pada tahun 2011 direnovasi oleh PT Kaltim Methanol Industri dan Kodim 0908/BTG.
Seperti yang dapat dilihat dari foto. Bangunan utama tugu ini berbentuk segi delapan dengan setiap sisinya memiliki pintu. Tinggi bangunan 30 meter, di puncak bangunan berbentuk seperti dua buah cincin yang bergabung seperti bola dunia, ditengahnya terdapat arah angin dan posisi persisi lokasi ini berdasarkan garis bumi. 00' 00' 00' dan 117o 21' 47' Bujur Timur.
| Foto by Nurmi |
*****
Di desa Santan Ulu kita dapat menikmati fenomena hari tanpa bayangan. Secara ilmiah hari tanpa bayangan sebagai Transit Utama yakni tempat atau biasa disebut titik kulminasi. Hal ini karena matahari tengah singgah tepat di titik atas wilayah tersebut.
Fenomena ini memang tidak berpengaruh apa-apa, namun hanya terjadi di beberapa tempat, di Indonesia salah satunya ditempat ini, terjadi dua kali setahun yaitu pada tanggal 21-23 maret dan 21-24 september.
*****
Bagi sebagian besar orang tidak terlalu penting, bahkan tidak tau garis khatulistiwa yang merupakan trade mark negara ini, tetapi kita sendiri tidak berusaha mencari tahu.
Oke. mari kita menreview dan mengingat-ingat pelajaran IPS waktu kita sekolah. Sesuai julukan Zamrud Khatulistiwa. Negara kita, Indonesia merupakan negara perlintasan garis katulistiwah terpanjang. Kurang lebih 1/11 panjang keseluruhan garis katulistiwa. Hal ini lah alasan beberapa kota di Indonesia merupakan lintasan garis katulistiwa. Pontianak, Kalimantan Barat. Bola katulistiwa di Alam Kabupaten Limapuluh Kota. Taman Equator di Bonjol di Sumatra Barat.
| Foto: doc Pribadi |
*****
*****
Sebagai warga Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, sudah seharusnya kita mengetahui keberadaan penanda khatulistiwa di wilayah sendiri. Iya kan? iya dong.
Memag jika dibandingakan dengan tugu di Pontianak, Tugu Santan Ulu lebih sederhana dan relatif baru. Apalagi prommosi pemerintah daerah mengenai keberadaan tugu ini minim. Setelah direnovasi oleh PT Kaltim Methanol Industri, bangunan ini diserahkan kembali ke Pemda. Sayanganya, bangunan ini terkesan tidak terawat atau dibiarkan begitu saja. .... sayang banget ya, Hiks hiks... :(
*****
Saat berkunjung ke sini. Ada penjaga portal roda 4. Cukup berikan beberapa uang untuk bisa masuk.
Sayangnya bangunan utama tugu terkunci rapat. Ternyata hanya hari tertentu yang ramai pengunjung, hari libur, maka bangunan akan dibuka.
Sebenarnya kunci dipegang oleh salah satu warga, namun karena waktu berkunjung kami sebentar, kami harus melanjutkan perjalanan, maka untuk saat ini tidak usah melihat bagian dalam, cukup mengintip-ngitip saja dari luar, hehhehe.
*****
So, untuk teman-teman. Anda yang berkesempatan berkunjung ke Bontang jangan lupa menyisihkan waktu mampir ke Tugu Khatulistiwa Santan Ulu. Meski hanya sekedar mengambil foto dan mengamati garis khatulistiwa.
"Menapakkan kaki di dua belahan bumi"
Di Riau juga berdiri tugu equator di kabuupaten Pelalawan. Di Sulawesi Tengah di Parigi Moutong. Namun yang paling terkenal di Indonesia yaitu dipulau Kalimantan, Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat. Karena kepopulerannya kota Pontianak odentik dengan kota (garis) khatulistiwa.
*****
Sebagai warga Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, sudah seharusnya kita mengetahui keberadaan penanda khatulistiwa di wilayah sendiri. Iya kan? iya dong.
Memag jika dibandingakan dengan tugu di Pontianak, Tugu Santan Ulu lebih sederhana dan relatif baru. Apalagi prommosi pemerintah daerah mengenai keberadaan tugu ini minim. Setelah direnovasi oleh PT Kaltim Methanol Industri, bangunan ini diserahkan kembali ke Pemda. Sayanganya, bangunan ini terkesan tidak terawat atau dibiarkan begitu saja. .... sayang banget ya, Hiks hiks... :(
*****
Saat berkunjung ke sini. Ada penjaga portal roda 4. Cukup berikan beberapa uang untuk bisa masuk.
Sayangnya bangunan utama tugu terkunci rapat. Ternyata hanya hari tertentu yang ramai pengunjung, hari libur, maka bangunan akan dibuka.
Sebenarnya kunci dipegang oleh salah satu warga, namun karena waktu berkunjung kami sebentar, kami harus melanjutkan perjalanan, maka untuk saat ini tidak usah melihat bagian dalam, cukup mengintip-ngitip saja dari luar, hehhehe.
| Foto : Doc Pribadi |
*****
So, untuk teman-teman. Anda yang berkesempatan berkunjung ke Bontang jangan lupa menyisihkan waktu mampir ke Tugu Khatulistiwa Santan Ulu. Meski hanya sekedar mengambil foto dan mengamati garis khatulistiwa.
"Menapakkan kaki di dua belahan bumi"
======
Salam kenal. Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...
Halo, Nurmi. Salam kenal juga.
BalasHapusSaya selalu ingin pergi ke daerah Indonesia lainnya seperti ke tugu khatulistiwa yang kamu ceritain itu. Semoga nanti ada rejeki dan kesempatan ke sana ya.
Salam kenal Alma. Amin, :)
BalasHapusThanks atas kunjungan blognya. SEring-sering ya. Hehehe