Selasa, 20 September 2016

Rindu

-Rindu-

Sore ini, ketika sisa-sisa gerimis masih terasa di luar sana dan suasana sunyi begitu terasa di lingkungan asrama. Gadis itu bersandar di sisi dinding kamar, ranjang bagian kedua adalah miliknya, dengan sisi dinding yang lebih luas berapit ranjang terpampang beberapa foto yang niatnya memasang berharap bisa memompa semangat, entahlah itu tercapai atau tidak yang jelas sore ini ada yang ganjal dengan si gadis.

Lagu dengan alunan santai menyentuh rasa itu berulang berkali-kali. Bukan dari si blueLe (Leptop) yang menyala sedari tadi tapi bluePe (HP). Mungkin ia sedang berpikir tentang makna lagu atau sekedar menghapal, tapi apakah itu yang sebenarnya ia lakukan. Mengapa sekilas si gadis ingin menangis. Bukankah sudah lama iya berjanjilah tak akan menjadi lemah. Apa mungkin ia lupa, bahwa bersedih dan terlena dengan perasaan itu adalah hal sia-sia.

Si gadis tembem itu memejamkan mata, ketika ia membukanya berlahan, butiran bening itu terjatuh di sudut mata. Oh, No. Entah mengapa hatinya terasa sakit, seperti menahan rindu yang puluhan tahun.

Wajah-wajah itu seolah terlukis di langit-langit kamar, berputar-putar di sisi lampu. Ada tawa lebar dan ada wajah datar serta tangis.

Ketika ia memejamkan mata kembali, ingin membayangkan yang bahagia saja, ia tersenyum. Sosok istimewa, renta dan mungil, kulit keriput nan hitam menjulurkan tangan. Dan berkata 'Nak, ayo kita pergi ke kebun. Pasti kamu senang membantu kami.'  mereka berjalan pelan di pagi hari yang langkah mereka sedikit disapa dengan rerumputan yang basah.  Di pondok kecil itu, anak kecil dan seorang ibu tua tertawa menyambut mereka. Kala sang gadis ternyata memakai toga.

"Kak, ngapain pake itu. Sayang, nanti kotor. Nggak gampang loh dapatnya."

Si gadis tertawa, antara bahagia atau frustasi. Ia boleh berbangga karena telah mewujudkan keinginan mereka, tapi layakkah demikian jika ia akhirnya tak bisa menikmati pagi sedamai ini. Suasana hangat kebersamaan.  Seolah itu hanya sebuah impian yang tak kunjung tercapai. Jika egoisnya mulai hadir, si gadis ingin tinggal selamanya di sana, tempat ia lahir dan melukis hari-hari dengan suasana apa adanya untuk keadaan yang memang tak perlu dirisaukan agar menjadi seperti yang lain. Ah, sepertinya untuk saat ini, itu hanya sekedar harap dalam rentetan harapan.

Senja menghantar langkah mereka menuju rumah berdinding dan beratap nipa. Kadang ternak telah ditutup, asap mengepul dari dapur kayu, dan lampu dari botol yang dirancang sederhana menyala. Kadang kala keluhan adik akan susahnya belajar terdengar. Tapi,  itu malah melahirkan nasehat-nasehat kecil dari sang ayah. Ketika malam benar-benar gelap. Makanan tertata rapi dilantai dengan piring mengelilingi sejumlah penghuni rumah. Ah, senyum sumringah terlihat jelas di wajah sang adik.

"Kak, Umi duluan ya Ma." Setelah kata amin diujung doa. Si adik dengan duduk tak sabar sigap berkata pada ibunya untuk isyarat bagi semuanya. Bahwa si gadis yang jarang pulang itulah yang istimewa, maka ialah yang layak memulai makan malam itu. 

Suara ayam berkokok belum terdengar. Saat sentuhan lembut menyentuh bagian lengan si gadis. Di luar kelambu, seorang ibu tua berusaha menyadarkannya untuk bangun dan melaksanakan kewajiban. Suara lantang sang ayah terdengar jelas sedang mengalunkan ayat-ayat suci.

Saat sang gadis membuka mata dan duduk. Cahaya terang menyilaukan membuatnya tersadar. Ia berada jauh dari rumah dan itu semua hanya mimpi ditumbuhi kenangan masa-masa yang telah berlalu.

Si gadis tersenyum, ia tersadar bahwa bukan bersedih obat kerinduan. Tapi keikhlasan dan pembuktian. Ia harus menerima keadaan seperti sebelum-sebelumnya, ia harus tetap fokus pada tugas-tugasnya, bukankah jarak tak mengubah rasa sayang dan memiliki diantara mereka. Biar saja, Tuhan yang akan menentukan. Penyesalan bukanlah penyelesaian, rasa bersalah dan ketidakinginan.

#Bagaimanamenurutkalian #inikisahku #bagaimanakisahkalian

Sabtu, 17 September 2016

Review Film "Kimi no Na wa" atau "Your Name"

Selamat malam semuanya. Kali ini Nurmi, mau nulis review film yang baru ditonton beberapa jam lalu. Emm, karena suka dengan film ini makanya langsung nulis review. Okey guys, langsung saja ya. 

====

Dari judulnya film ini berjudul "Kimi no Na wa" atau dalam bahasa inggris "Your Name" merupakan anime karya source original keempat sutradara Makoto Shinkai.

Direktur animasi : Masashi Andou
Genre : Drama School/ Romance/ Supernatural
Desain karakter : Masayoshi Tanaka
Rumah produksi : CoMix Wave Films
Negara : Jepang
Pengisi suara : Ryunesuke Kamiki (Taki Tachibana) dan Mone Kamishiraishi (Mitsuha Miyamizu)


 Sinopsis:
Mistuha adalah siswa SMA perempuan yang tinggal dipinggiran kota yang terletak di pegunungan jauh dari Tokyo. Ayahnya adalah walikota dan jarang berada dirumah. Mitshu tinggal bersama adik perempuanya yang masih berada di sekolah dasar dan neneknya.

Taki adalah siswa SMA laki-laki yang tinggal di pusat kota Tokyo. Dia menghabiskan waktu dengan teman-temannya, bekerja paruh waktu di sebuah restoran Italia, tertarik pada arsitektur dan seni rupa.

Suatu hari Mitsuha mendapat sebuah mimpi dimana dia adalah seorang cowok. Taki juga memiliki mimpi dimana dia adalah seorang siswi SMA disebuah kota dekat pegunungan yang belum pernah ia datangi. Apa rahasia dari mimpi yang mereka alami? dan bagaimana perjalanan cinta mereka? apakah mereka bisa bertemu dan mewujudkan mimpi indahnya didunia nyata?


Itu dia info sinopsi film ini. Jika ingin tau cerita detailnya silahkan ditonton. Namun karena Nurmi sudah nonton, berikut ini Nurmi akan berikan gambaran cerita filmnya, heheh. Jika kamu tipe orang yang tidak suka jika sudah tau ceritanya sebelum nonton. STOP untuk membaca postingan ini dan silahkan menonton filmnya terlebih dahulu, lalu kembali lagi ke sini dan kita bisa ngobrol tentang film ini, sekaligus meluruskan jika ternyata Nurmi ada  salah tulis atau salah memaknai film ini, hehe.

Film ini dimulai dengan cerita Mitsuha. Suatu pagi dia terbangun (tubuh mitsuha) dengan jiwa laki-laki yaitu Taki. 

Hari berikutnya saat dia dan kedua temannya berjalan menuju sekolah, Sayachin dan Tessie. Dia bertemu ayahnya yang sedang kampanye. Ayahnya menegurnya dengan nasehat "Berjalanya dengan penuh percaya diri." Namun Matsuha malah kesal karena sesungguhnya meninggalkan rumah dan memilih menjadi walikota. Bahkan saat sarapan pagi tadi, ketika adiknya menasehati untuk berdamai dengan ayahnya. Matsuha nya menanggapi dengan "Ini urusan orang dewasa".

Cerita selanjutnya saat di sekolah. Ketika guru menjelaskan pelajaran tentang "Tasogare" atau twilight yang berhubungan dengan garis dunia yang zaman kunonya disebut "Karetaso-doki" atau Kawatare atau "Who are you?". Saat seorang siswa bertanya, guru menjelaskan bahwa bahasa itu berasal dari daerah sekitar, Manula Itomori. Saat seorang siswa lagi menanggapi "Disini sih desa banget." Teman-temannya tertawa. Kecuali Matsuha  yang sedang terheran karena bukunya penuh dengan tulis-tulisan pertanyaan. 

"Siapa kamu?"

Saat guru menyuru Matsuha meneruskan. Ia terkagut dan sontak berdiri. 

"Wah. Hari ini kamu ingat namamu." Kata sang guru. Sontak semua teman-temannya semakin tertawa.
Ternyata setiap apa yang terjadi Mistuha lupa ketika dirinya kembali kesemula. Sayachin bercerita semua yang terjadi kemarin. Bagi kedua gadis ini, kota itu terlalu kecil dan kehidupan di sana sangat membosankan, sehingga mereka berharap bisa hidup di Tokyo. Sedangankan Teshiee, saat Matsuha pulang dan Sayachin menanyakan tentang rencana masa depan, ia hanya menjawab--ingin menjalani kehidupan seperti biasanya di kota itu.

Berikutnya, cerita ketika Matsuha, adiknya dan neneknya sedang menganyam benang untuk acara di kuil. Percakapan mereka membahas tentang tradisi kuil yang merupakan tugas penting keluarga mereka.Mistuha dan adiknyalah yang melakukan muchikamizake.

*****
Cerita selanjutnya tentang Taki yang terbagung dengan jiwa perempuan. Sama syoknya dengan Mitsuha. Haha, bisa bayangkan feminimnya Taki gimana? nonton deh filmnya biar tau sendiri.

Saat ke sekolah sempat menyasar, terlambat, tidak bawa bento, berbicara pake logat daerah. Inilah hari dimana jiwa Matsuha berda dalam raga Taki. Sangat senang diajak ke cafe. Saat note hpnya mengingatkan tentang terlambat bekerja, ia malah nggak tau tempat kerjanya di mana. Hahah, ternyata di restoran. Dia kewalahan. Saat seseorang mencari masalah, dia membangkang lalu ada senior cewek yang mengatasi orang pembuat onar.  Ternyata roknya disobek. Di sana Taki (Matsuha) membantu seniornya. Ah, benar-benar feminim (dia ngapain ya? nonton filmnya deh). Heheh

Saat berterima kasih karena sudah dibantu hari ini, malah seniornya bilang kalau dia khawatir karena kemarin Taki berkelahi. 

Sampai dirumah, saat melihat hp Taki, Mastuha merasa sungguh enak bisa tinggal di Tokyo. Catatan yang rapi dan selama melihat foto-foto ternyata di sana juga ada foto senior kerja Taki. Membuat Matsuha meninggalkan catatan kejadian selama ia berada dalam tubuh Taki, membuat Taki terheran saat peringatan catatan berbunyi saat sarapan bersama ayahnya. Hahah, ada gambar love-lovenya dalam catatan lagi. Ckckck.

*****
Setelah berpikir dengan melihat catatan HPnya (Taki). 

Matsuha. Menginat ia bangun dengan tangan penuh tulisan pertanyaan. Setelah kejadian dikelas dan catatan penuh pertanyaan. Setelah diceritakan oleh Sayachin sikap anehnya yang tiba-tiba pintang melukis dan berani menendang kursi saat temannya membicarakan kehidupannya, dll. Sepulang sekolah saat memeriksa bukunya yang lain yang ternyata penuh tulisan pertanyaan dan gambar lagi. 

Mereka sadar bahwa ternyata selama ini, bukan hanya sekedar mimpi. Pemicunya adalah tidur, penyebabnya masih misteri. Hahaha, begitu mereka menganggapnya.

Mereka saling meninggalkan catatan dan pesan di ponsel untuk menjaga gaya hidup mereka (peraturan sih, biar hidup mereka tidak mencolok berubah dikehidupan nyata). 

Setelah itu banyak yang mulai terjadi.

Saat menjadi matsuha, Taki menggendong neneknya untuk menuju tempat  penyimpanan persembahan kuil yang jauh di gunung. Yang di film ini diceritakan juga nanti saat tidak bisa bertukar tempat lagi Taki menggambar tempat itu. Mencari kota tempat Matsuha. 


Di film ini Matsuha juga membantu Taki mendekati (melancarkan hubunganya) dengan senoirnya yang sudah lama Taki suka. Namun sayang seniornya menyadari bahwa Taki yang sebenarnya tidak menyukainya lagi namun menyukai orang lain. Di penghujung kencan seniornya mengatakan itu.

Di film ini. Ternyata neneknya juga menyadari apa yang terjadi pada Matsuha, karena sesunggunya neneknya, ibunya juga mengalami hal yang sama.

Dalam film ini, saat Mitsuha bersama teman-temannya mengikuti festival ternyata ada hujan meteor dan terjadi di kota mereka. 

Setelah kencan berakhir, Taki menyadari bahwa ada nomor Mitsuha di HPnya namun saat dia menghubunginya tidak bisa. Karena tidak bisa bertukar tubuh juga. Taki memutuskan untuk pergi mencari Matsuha dan melihatnya langsung.

Lama mencari ternyata dia tidak berhasil. Bermodalkan gambarnya ia bertanya sana sini. Hingga saat ia makan siang dilestoran. Iya bertanya, ternyata suami pemilik toko dulu tinggal di sana. Kota tempat terjadinya meteor. Ia mengantarkan untuk melihat langsung tempat dari SMA Matsuha. Danau dan seluruh pinggiran kota habis.

Ternyata, kejadian komet itu sudah 3 tahun lalu. 

Bagaimana bisa? bagaimana cerita selanjutnya? Ah, ternyata kalian harus nonton ya agar tau. Nurmi sudah ngantuk ni untuk bercerita lebih banyak. Hehehe,

Ah, sayang sekali ya. Nurmi harus berhenti cerita di sini padahal ini baru cerita dimenit ke 50 dari 143 menit film ini.

====

Intinya cerita ini berpusat pada dua tokoh itu. Matsuha dan Taki. Bagaimana Taki menyaksikan proses kehidupan Mitsuha dari lahir hingga dalma mimpinya? Bagimana Taki berusaha mengenyelamatkan masyarakat dari jatuhnya meteor. Meyakinkan walikota dan meminta bantuan Sayachin dan Tasiee.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Matsuha? Kenapa Taki sering memakai gelang dari ayaman benang merah yang mirip dengan ikat rambut Mitsuha dalam mimpinya? kenapa ia memakainya sejak 3 tahun lalu?

Ah, silahkan nonton film yang dirilis pada bulan Agustus 2016 ini di 85 negara. Wow, 

wajar saja, retingnya mencapai 8.6 ya.... :)

=====

Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan kpomentarnya. Salam kenal,

Contoh Soal tentang Hukum Kepler dan Pembahsannya

Nomor 1

Dua planet A dan B mengorbit matahari. Perbandingan antara jarak planet A dengan planet B ke matahari RA : RB = 1 : 4. Apabila periode planet A mengelilingi matahari adalah 88 hari, maka periode planet B adalah...
A. 500 hari
B. 704 hari
C. 724 hari
D. 825 hari
E. 850 hari


Nomor 2

Planet A dan B masing-masing berjarak rata-rata sebesar P dan Q terhadap matahari. Planet A mengitari dengan periode T. Jika P = 4 Q, maka B mengitari matahari dengan periode...
A. 1/12 T
B. 1/10 T
C. 1/8 T
D. 1/6 T
E. 1/4 T 



Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan kpomentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Selasa, 13 September 2016

George Ohm, Penemu Hukum Ohm








Georg Simon Ohm (16 Maret 1789 – 6 Juli 1854) adalah seorang fisikawan Jerman yang banyak mengemukakan teori di bidang elektrisitas. Karyanya yang paling dikenal adalah teori mengenai hubungan antara aliran listrik, tegangan, dan tahanan konduktor di dalam sirkuit, yang umum disebut Hukum Ohm.

Biografi

Georg Ohm dilahirkan dari pasangan Johann Wolfgang Ohm, seorang tukang kunci, dan Maria Elizabeth Beck, seorang penjahit. Walaupun ayahnya hanya berprofesi sebagai tukang kunci, namun dia mampu memberikan anak-anaknya pendidikan yang tinggi melalui ajarannya sendiri. Sebenarnya Georg Ohm terlahir sebagai 7 bersaudara, namun hanya 3 yang bertahan melewati masa kecilnya, yaitu Georg, Martin (matematikawan terkenal), dan Elizabeth Barbara. Pada tahun 1805, Ohm masuk ke Universitas Erlangen namun keluar di semester ketiga dan kemudian pergi mengajar matematika di sekolah Gottstadt bei Nydaud, Swiss. Georg Ohm meninggalkan sekolah tersebut pada Maret 1809 untuk menjadi guru privat di Neuchâtel. Atas nasihat dari Karl Christian von Langsdorf, dia kembali melanjutkan studi di bidang matematika dan pada April 1811, dia kembali ke Universitas Erlangen.

Pada 25 Oktober 1811, Ohm memperoleh gelar doktor di bidang matematika dari Erlangen dan bergabung sebagai staf dosen matematika. Menyadari bahwa pekerjaan tersebut tidak memiliki prospek yang baik dan uang yang diterima sedikit, maka dia meninggalkan pekerjaan tersebut dan menerima tawaran pemerintah Bavaria. Tawaran untuk mengajar sebagai guru matematika dan fisika di sebuah sekolah berkualitas rendah di Bamberg diterimanya pada Januari 1813. Dia juga bekerja sebagai penulis buku sekolah dasar tentang geometri, namun Ohm tidak merasa bahagia dengan pekerjaannya. Pada Februari 1816, sekolah tersebut ditutup dan pemerintah Bavaria mengirimnya ke sekolah yang penuh sesak di Bamberg untuk mengajar matematika. Pada 11 September 1817, Georg Ohm menerima tawaran mengajar matematika dan fisika di Gimnasium Jesuit, Cologne. Di tempat itu, dia mulai melakukan berbagai eksperimen hingga kepindahannya ke Berlin pada Maret 1928 karena antusiasme terhadap karyanya tidak terlalu baik.

Pada tahun 1833, Ohm mendapatkan pekerjaan dan gelar profesor dari salah satu universitas di Nüremberg. Meskipun demikian, universitas tersebut bukanlah yang dicita-citakan olehnya. Pengakuan dan penghargaan masyarakat terhadap karya-karya besar Ohm terlambat dia terima dan untuk mendapatkannya pun, dia harus berusaha susah payah dan dalam waktu yang lama. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hubungannya yang tidak terlalu baik dengan beberapa tokoh berkuasa, seperti Johannes Schultz, tokoh berpengaruh dalam departemen pendidikan Berlin, dan Georg Friedrich Pohl, profesor fisika di kota tersebut. Royal Society memberikan penghargaan Medali Copley pada Ohm pada tahun 1841 dan setahun kemudian, dia menjadi anggota Royal Society. Akademi Berlin dan Turin juga memilih Ohm sebagai anggota, dan pada tahun 1845, ia menjadi anggota penuh Akademi Bavaria. Pada tahun 1849, Ohm mengambil jabatan di Munich sebagai kurator Akademi Bavaria dan mulai mengajar di Universitas Munich. Dua tahun sebelum kematiannya, dia berhasil meraih ambisinya menjadi ketua bidang studi fisika di Universitas Munich.

Penemuan

Naskah ilmiah yang pertama kali dipublikasikan oleh Ohm berisi tentang pemeriksaan penurunan gaya elektromagnetik yang dihasilkan oleh suatu kawat yang diperpanjang ukurannya. Naskah tersebut memperlihatkan hubungan matematis yang murni berdasarkan pada eksperimen yang dilakukannya. Setahun kemudian, pada 1826, Ohm mempublikasikan dua naskah ilmiah yang memberikan gambaran tentang konduksi model sirkuit yang didasarkan oleh studi Fourier tentang konduksi panas. Di dalamnya, dia juga mengajukan suatu teori untuk menerangkan tentang elektrisitas galvanik. Naskah kedua yang ditulisnya pada tahun tersebut memuat langkah awal dari teori komprehensif yang berperan untuk mendukung penerbitan bukunya yang terkenal berisi hukum Ohm (1827).

Ketika sel elektrokimia baru ditemukan oleh Alessandro Volta, Omh menggunakannya untuk eksperimennya hingga menghasilkan hukum Ohm. Dengan bantuan peralatan yang dibuat sendiri, Ohm mengemukakan bahwa arus listrik yang mengalir melalui kawat sebanding dengan luas penampang dan berbanding terbalik dengan panjang kawat tersebut. Hukum Ohm tersebut dituliskannya dalam buku berjudul Die galvanische Kette, mathematisch bearbeitet (1827).

Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan kpomentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.