Sabtu, 23 September 2017

1000 Buku untuk Anak Negeri dari MSI Kaltim (Desa Selengot, Pesisir Kabupaten Paser)

Memperingati Hari Lahir SM-3T yang ke-6. MSI (Masyarakat SM-3T Institute) Kalimantan Timur dan Kaltara memprakarsai sebuah kegiatan "1000 Buku untuk Anak Negeri". Mengingat pengabdian alumni haruslah terus berlanjut dan pertimbangan untuk membantu meningkatkan minat baca Indonesia khususnya pelajar yang berada di sekolah-sekolah dengan akses yang sulit dan minimnya perhatian untuk menfasilitasi keingintahuan mereka. Maka, berdasarkan rapat pada tanggal 27 Agustus 2017 bertepat di Basecare yang berada di Samarinda tergagaslah agenda ini.

Foto Bersama dengan siswa/siswi dan guru SDN 005 Tanjung Harapan

Kegiatan pengumpulan donasi buku dan dana dilaksanakan 1- 17 september 2017 di beberapa lokasi. Samarinda, Balikpapan, Penajam, kabupaten Paser serta mendapat kiriman dari beberapa teman MSI di Tarakan. Bersyukur kegiatan ini mendapat respon yang positif sehingga bisa memperoleh donasi buku yang maksimal. Pengumpulan donasi buku bisa MSI Kaltim kumpulkan dengan menjemput ke lokasi-lokasi donatur, adapula donatur yang dengan senang hati mengantarkan langsung ke tempat pengumpulan donasi.
Pemilahan Buku Donasi SD dan SMP. Nurmiati (Alumni SM3T Jayawijaya) dan Eka Wijayanti (Alumni SM3T Sorong)

Pemilihan sekolah dilakukan berdasarkan informasi dari teman guru alumni SM-3T angkatan IV (Ernawati) yang saat ini mengajar sekolah pesisir di kabupaten Paser. Kabupaten yang sesungguhnya masih memiliki banyak daerah-daerah yang sulit diakses dan sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian. Dengan mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan peserta didik yang kekurangan buku. Sekolah tujuan donasi yaitu SDN 005 Tanjung Harapan dan SMP N 4 Tanjung Harapan yang terletak di desa Selengot kecematan Tanjung Harapan kabupaten Paser. Desa ini tergolong sulit untuk dijangkau dan memerlukan waktu yang lama menuju lokasi karena berada di sebuah pulau.

Samarinda, 17 September 2017. Merupakan rapat  terakhir sebelum pendistribusian, rapat yang dilaksanakan secara langsung dan melalui group whatsapps ini, membahas perihal keberangkatan dan berbagai hal tentang kemungkinan kendala serta solusi yang harus ditempuh.

Kendala utama adalah terbatasnya tenaga untuk mendistribusikan donasi buku yang banyak. Hanya lima anggota yang akan berangkat menuju lokasi dikarena berbagi hal. Alumni SM-3T angkatan IV inipun berada dilokasi yang berbeda-beda. Irham, Charles Yulianto Nggata, Faul Samara, Nurmiati dan Mutiatul Khoiroh. Kendala berikutnya adalah keterbatas dana yang dimiliki dikarenakan sebentarnya batas donasi dan berkurangnya tenaga pendistribusi. Sehingga rencana untuk menggunakan mobil di 2/3 perjalan dibatalkan karena akan memerlukan biaya yang tidak sedikit dan mempertimbangkan dana utama akan digunakan untuk perahu menuju desa. Namun itu semua bukanlah penghalang untuk terus menjadi bermanfaat dan mengabdi. Melangkah maju untuk pendidik anak-anak Indonesia yang lebih baik.

20 September 2017. Perjalanan darat dimulai dari kota Samarinda menuju kota Balikpapan, dilanjutkan menggunakan kapal Fery ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Keesokan harinya, tepat pukul 07:30 Perjalanan dimulai menuju Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Setelah Isoma dan menunggu Pak Guru Iksan (guru SD tujuan) yang akan berangkat bersama dan penunjuk jalan. Perjalan Grogot menuju desa Lori dimulai. Jalan aspal yang tak mulus hanya menemani beberapa menit, berganti jalan berbatu besar menanjak dan menurun sangat panjang. Lalu jalan perkebunan sawit dan tanah merah yang berdebu. Bersyukur hari ini tidak hujan. Setelah 3 jam melewati jalan satu-satunya menuju desa Lori ini. Sampailah di pelabuhan Lori yang digunakan sebagai pusat menuju daerah-daerah yang hanya bisa dijangkau dengan perahu. 

Ombak sore yang tinggi dan arah perahu yang berlawanan dengan arah datangnya angin membuat kami harus berbasah diri dengan semburan air asin. Meski begitu wajah senang terlihat jelas dari kami ketika melihat laut luas di sisi kiri kapal dan langit biru terhampar berhias awan putih di atas kami. Seolah rindu akan pengalaman menantang. Cukuplah kami yang basah, beruntung sang pemilik kapal sudah menyiapkan terpal untuk menutup kardus-kardus buku donasi. 

Akses menuju  desa Selengot dari desa Lori harus menggunakan perahu dengan sewa sekitar 300.000,- untuk sekali jalan dengan durasi perjalanan 1 jam hingga 1,5 jam.


Menghitung menit-menit terbenamnya matahari, perahu memasuki sungai diantara jembatan-jembatan dan rumah warga. Ibu guru Erna, ibu guru Dewi, beberapa siswa SMP serta masyarakat menyambut dengan ramah. Di suguhi pula makanan sari laut, suasana makan bersama guru-guru SD dan SMP yang serasa hangat dengan dilanjutkan dengan obrolan seputar pendidikan.

Jumat, 22 September 2017. Sebelum kegiatan Donasi dimulai. Bersama dengan siswa/i SD dan SMP serta guru-guru berjalan mengelilingi kampung pesisir sebagai kegiatan olahraga pagi. 

Penyerahan donasi di SMP N 4 Tanjung Harapan disambut oleh Wakil kepala sekolah. Sedangkan di SD N 005 Tanjung Harapan diterima langsung oleh Kepala sekolah.
Penyerahan Simbolis Donasi Buku oleh MSI Kaltim (Charles Yulianto Nggata) kepada Kepala Sekolah SDN 005 Tanjung Harapan

Antusias peserta didik dan guru-guru sekolah sangatlah terasa. Terpancar dari raut wajah bahagia menyambut dan mengikuti kegiatan yang kami lakukan. 

"Kegiatan ini sangat membantu. Terutama untuk sekolah kami yang memang sangat kekurangan buku. Anak-anak di sini kesulitan dalam belajar karena keterbatasan tersebut." Tutur Ibu Dewi (Guru SMP).

Agenda ini merupakan kegiatan pertama yang diperoleh oleh SMP ini dari pihak luar. Sekolah yang hanya terdiri dari 3 kelas ini dibangun 2013 dan sebelumnya merupakan sekolah satu atap dengan SD. 

Foto bersama dengan Wakasek, guru dan siswa/i SMPN 4 Tanjung Harapan

Tidak semua donasi dapat disalurkan pada waktu yang bersamaan sehingga akan dikirim melalui kantor Pos dengan memanfaatkan pengiriman gratis setiap tanggal 17 setiap bulannya. 

Harapan kami para alumni SM3T untuk disetiap kegiatan apapun mendapat respon positif dan bantuan masyarakat Indonesia untuk melancarkan setiap kegiatan di manapun di Nusantara ini.

"Semoga, kedepannya ada GGD 3 dan penempatannya bisa berdasarkan daerah asal. Karena di Kalimantan Timur juga masih banyak daerah 3T." ungkap Mutiatul Khoiroh sebagai alumni SM-3T Angkatan IV dan telah menyelesaikan PPG asal Long Ikis kabupaten Paser.

Agenda ini terlaksana dengan lancar. Namun, karena kendala air surut, waktu dan perhitungan jarak kepulangan tertunda semalam. Sabtu, 23 September 2017 bersamaan dengan matahari menyapa rombongan meninggalkan desa. Pukul 19.10 Wita Charles sampai di Balikpapan. Pukul 22.20 Wita. Irham dan Faul Samara sampai di Samarinda. 
Terimakasih banyak untuk seluruh teman-teman MSI Kaltim-Kaltara, para donatur dan seluruh pihak yang telah membantu dalam  kegiatan "1000 Buku untuk Anak Negeri" sehingga terlaksana dengan lancar. Semoga menjadi pahala dan teruslah menjadi kita semua sosok yang bermanfaat bagi orang lain serta menginspirasi. 
Terimakasih banyak untuk seluruh pihak SDN 005 Tanjung Harapan, SMPN 4 Tanjung Harapan dan seluruh warga desa Selengot yang telah menyambut dengan keramahan, suguhan sari laut yang luar biasa, dan berbagai olahan makanan khas. 

Salam MBMI (Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia)

Nurmiati dan BaseCcare Kaltim

Untuk dokumenasi lebih lengkap bisa di lihat dengan KLIK DI SINI

Rabu, 13 September 2017

GGD III apakah akan ada?

Hai pembaca blog Nurmi. Kali ini saya ingin berbagi informasi yang sebagian besar dari kalian para serjana muda nantikan, terutama bagi peserta SM3T yang telah menyelesaikan PPG.



di lansir dari Situsberbagi.com

Selamat malam sahabat situs berbagi. Kabar kembira bagi para Guru honorer yang ingin menjadi Guru Garis Depan (GGD) sebagai pintu masuk untuk menjadi PNS. Rekrutmen untuk tahun depan akan memprioritaskan guru honorer. Kuotanya pun diperkirakan mencapai 17 Ribu GGD yang akan direkrut. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Dirjen GTK seperti dilansir dari JPNN.Com. Berikut informasi selengkapnya

Kemendikbud berencana merekrut 17 ribu GGD. Hal ini untuk memenuhi kekurang guru di wilayah terpencil, perbatasan, dan terisolir.

"Tahun depan kami tetap akan usulkan GGD. Cuma mungkin ada perubahan pola. Kan ada beberapa daerah usulkan agar guru yang penuhi syarat dan sudah lama mengabdi di daerah terpencil itu dimasukkan. Nah ini yang mungkin akan ada perubahan itu," kata Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hamid Muhammad usai pelepasan GGD di Jakarta, Selasa (12/9).

Dia menyebutkan, guru honorer yang sudah mengabdi di daerah 3T dan memenuhi syarat, mendapat prioritas. Syaratnya mereka harus berijazah S1 dan berusia maksimal 35 tahun.
Selain dari honorer, lulusan S1 umum juga diberikan peluang dengan lebih dulu merekrut mereka dan menjalani program pendidikan profesi guru (PPG) selama duasemester.

"Jadi harus sekolah PPG dulu, tanpa itu kan nggak bisa mengajar," ujarnya. Dia mengakui jumlah GGD yang akan direkrut tahun depan sangat banyak. Itu sebabnya tenaga yang direkrut berasal dari honorer maupun umum karena sulit mencari lulusan PPG.

"Ya kalau cari lulusan PPG itu nggak ada orangnya. Wong tahun kemarin saja kuota 7.000, yang kami dapat hanya 6.296 orang. Kemenristekdikti bilang tahun ini prgram PPG-nya sangat sedikit. Kalau kami syaratkan harus PPG ya nggak mungkin dan susah," tuturnya.

Solusinya, menurut Hamid, akan dibahas dengan Kemenristekdikti. Apakah pola rekrutmennya dari S1. Setelah diperoleh calon terbaik kemudian ditetapkan jadi GGD, baru jalani PPG. Begitu selesai PPG, GGD ini langsung ditempatkan ke lokasi pengabdian masing-masing.

"Jumlah 17 ribu ini masih belum final ya karena menunggu keputusan Menteri Keuangan. Kalau anggarannya ada dan disetujui, berarti tahun depan kuotanya segitu," tandasnya.

sumber : jpnn.com

Demikian informasi ini kami bagikan, semoga menjadi semangat bagi rekan-rekan guru honorer. Bahwa ada kesempatan untuk menjadi PNS melalui program Guru Garis Depan (GGD) yang kembali akan direkrut. Kuotanya diperkirakan 17 ribu dan memprioritaskan guru honorer S1 yang telah mengabdi lama. Semoga bermanfaat. Terima kasih