Sabtu, 15 Oktober 2022

Juara Lomba Sekolah Peduli Rupiah (SPR) 2022

Pagi ini, aku membuka intagram sebelum berangkat kerja. Rutinitas yang sulit dihindari. Bukan membuka atau membaca hal-hal yang berhubungan dengan selebriti atau sejenisnya. Aku lebih suka dengan informasi seputar hobi-ku atau berbagai aktivitas lomba. Yah, tak jarang membaca informasi di akun resmi pemerintah, seperti bidang pendidikan dan kesehatan.

Postingan Bank Indonesia sangat menari bagiku. Sebuah agenda yang sejak 2018 sesungguhnya sudah mulai dilaksanakan, hanya saja covid membuat acara ini membuatku tak tau atau memangtak dilaksanakan, entahlah. Sebuah acara lomba yang diusung untuk mengedukasi pelajar untuk mencintai mata uang Indonesia yaitu rupiah.

Untuk tahun ini lomba hingga jenjang SD. Terkhusus SMP memiliki 3 bidang lomba, Vidio orasi cinta bangga paham rupiah, poster non digital, dan mading 2 dimensi. 

Waktu pendaftaran hingga batas upload karya sangatlah singkat. Hal ini membuatku sebagai guru membimbing sangatlah sibuk dan dituntut mampu mengatur dengan baik, selain jam mengajar yang banyak, siswa/i di sekolah kami diwaktu bersamaan mempersiapkan dan melaksanakan lomba peringatan kemerdekaan Indonesia. Sekolah yang merupakan pondok pesantren yang belajar di sekolah hingga pukul 15.30 WITA dan dilanjutkan aktivitas asrama membuat persiapan dan membuatan karya tidak dapat dilakukan selain sore hari.

***
Belum kuputuskan kapan akan menghadap kepala sekolah untuk mendiskusikan keikut sertaan dalam lomba SPR ini. 15 Juli 2022, di jam istirahat pesan whatsapp dari kepala sekolah yang mengirim file pdf dan poster kegiatan yang artinya aku tak perlu lagi menghadap untuk meminta pesetujuan apakah boleh ikut. Ku isi link registrasi untuk mengikuti Opening Day Sekolah Peduli Rupiah. Esoknya, 16 Juli 2022 di akhir pekan, ku ikuti kegiatan via zoom. Semestinya siswa yang terdaftar dianjurkan untuk ikut sertas karena ada pembekalan dan ada kuis berhadiah pula. namun sayang karena ini akhir pekan dan kami belum memilih siswa yang ikut serta, cukup saya sebagai guru pembimbing yang mewakili meski kurasa sayang sekali.

Senin, 18 Juli, ku panggil beberapa siswa untuk menjadi pesan berantai, untuk yang berminta silahkan menemui saya.

Kamis, 27 Juli 2022, kepala sekolah mengirim file pdf persyaratan dan petunjuk pelaksanaan lomba dari Bank Indonesia.

Jumat, 29 Juli 2022. Aku melapor melalui whatsapp bahwa saya telah mendaftarkan 10 siswa/i untuk lomba vidio orasi, 5 siswa poster, 1 tim untuk lomba mading (karena lomba mading dibatasi 1 tim untuk masing-masing sekolah).

Intruksi bagi siswa yang mengikuti lomba orasi untuk membuat narasi dan berkunsultasi telah saya beritahukan bahkan sebelum pendaftaran. Namun padatnya aktivitas mereka membuat mereka tidak semuanya kondusif.  Sehingga ketika waktu pembuatan vidio dilaksanakan, memakan waktu cukup lama, hal ini dikarenakan siswa yang sering kali berhenti/tidak menguasai orasi mereka. 

Diwaktu yang sama saya harus mempersiapkan perlengkapan mading, mendiskusikan cara membuat dan tentu mengawasi pembuatan karena proses harus didokumentasikan dalam bentuk vidio dan foto.
Begitu pula dengan siswi yang mengikuti poster non digital. Konsultasi dan membuatan butuh pengawasan dan arahan. Namun karena  waktu sore hanya terbatas, mereka melanjutkan pembuatan diasrama dan kembali konsultasi dihari-hari tersisa sebelum unggah karya.
















Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya. Salam kenal. Saya Nurmi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.