Aku tipe yang tidak menikmati masa kuliah dengan baik untuk kegiatan selain kegiatan yang wajib diikuti.
Tipe anak kuliah yang sambil kerja dari awal-awal menjadi mahasiswa hingga lulus. Porsi kuliah dan kerjanya sama. Meski begitu masih punya teman yang lumayan. Satu jurursan ya pasti kelan ya. Tapi, lebih bnayak teman yang dekat itu berbeda fakultas dan jurusannya macam-macam. Entah ketemu di seminar atau komunitas kampus atau luar kampus.
Mahasiswa yang masuk daftar yang nggak mau jadi pengurus (repot jangka panjang), tapi jadi panitia event kecil-kecilan sampai event nasional, its oke. Alasannya waktu itu fokus pada kegiatan yang diminati dan kegiatan wajib saja, IPK di atas 3 biar bisa tetap mengurus beasiswa. DAN ALASAN UTAMANYA ADALAH AKU MAHASISWA PEKERJA. Agar bisa bebas ke sana kemari tanpa harus terjebak di kampus adalah alasan tidak ingin menjadi pengurus inti dalam sebuah organisasi jangka panjang.
Waktu itu saya dapat beasiswa yang akan menjamin hingga lulus kuliah namun itu di luar Kalimantan, tapi tidak saya ambil karena beberapa pertimbangan. Aku anggap itu gagal mendapatkan meskipun itu pilihan saya. Padahal beasiswa lainpun sudah saya relakan untuk beasiswa ini.
Tetap melangkah dengan ekonomi keluarga yang sederhana. Mendaftar dan hidup beberapa bulan sebagai mahasiswa dengan uang tabungan selama SMA. Di awal kuliah dihantui dengan salah jurusan. Saya mau Matematika namun keterima di FISIKA. Yah, memang pilihan saya Fisika dan Matematika. Salah Strategi.
Praktikum yang padat di tahun pertama hal lazim untuk semua mahasiswa jurusan MIPA. Di jalani saja. Meski tidak rela, dan berniat mengganti jurusan (mendaftal lagi) di tahun berikutnya. Namun ternyata bertahan karena nilai baik-baik saja dan mendapatkan berbagai beasiswa.
Jalan selalu ada yang tidak disangka. Toh, akhirnya mengikhlaskan/merelakan 1 beasiswa tak apa untuk beberapa beasiswa yang berbeda berikutnya. Saat itu sangat membantu meringankan beban orang tua. meski sebenarnya saya tipe anak yang tidak akan meminta dan akan terus berusaha sendiri hingga akhirnya menangis dan mau tak mau akan bercerita jika tak menemukan solusi sendiri.
Untuk yang membaca ceritaku ini. Percayalah untuk anak yang punya tekat dan peka tidak akan menyerah. Mereka akan berjuang untuk jalannya. Kepercayaan yang dibutuhkan. Biarkan mereka memilih jalannya.
Untuk kalian yang lagi dilema. Apakah mau mau kuliah atau kerja?
Ingat kuliah atau kerja terserah. Ikuti kata hati tapi jadilah orang peka tanpa bersedih, andai kata keadaan keluarga tak mendukungmu. Bukan mereka, hanya saja keadaan kerap kali menghampaskan harapan.
Ada jalan. Banyak jalan. Tetap optimis dan dahulukan prioritas.
Biasiswa sekarang ada banyak jika ingin kuliah. Namun seiring waktu pesaingnya juga banyak.
Kamu minder karena tidak terlalu pintar?
Ups, STOP untuk menghakimi diri. Ada jalan. Yuk berusaha. Jangan lupa doannya untuk menggunungkan kemungkinan.
Kamu kerja dulu juga boleh kok. Jangan terlena dan lupa untuk meningkatkan skill/ kemampuan diri dan status jelas dalam pendidika ya. Kita tidak boleh munafik kan disaat sekarang jenjang pendidikan punya peran penting dalam proses awal meskipun bukan penentu utama kelak orang berpendidikan akan bertahan. Pahami bahwa ada sesuatu yanghanya bisa diraih dalam jangka tertentu dan waktu tertentu. Kamu tinggal di Indonesia yang sistemnya seperti itu.
Pada akhirnya. Toh, hukum alam dan sistem berlaku. Yang punya skill dan sosial yang baiklah yang bertahan dan mampu bersaing dan melejit. intinya, BERGERAKLAH!!! Jangan skakmat tak tau mau melakukan apa dan tidak memiliki keinginan menjadi lebih.
YANG MEMBAHAGIAKAN dari apa yang dijalani adalah menikmati. Belajar dari proses. Menikmati lelahnya, meroketkan semangat, menguatkan rasa, bersyukur atas sehat dan setiap kesempatan. Berterimakasih terhadap diri sendiri karena mampu melalui rintangan. Tentu bonusnya untuk mendapatkan teman, link (koneksi), bahkan dari orang lain uamh tak kenal kemudia memperlakukan mu seperti kelurga, hari bulan tahun mereka tetap bersamamu, menjadi seperti keluarga sesungguhnya...
Semua itu PROSES, proses untuk memulai. Apakah kamu berani untuk memulai langkah yang kamu pilih???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.