Sabtu, 13 Juni 2015

Goa Kontilola lagi dan lagi (With Muti dan murid Isaima)

Ina, Kelena, Mepia, Elemina, Dorkas

Tempat peristirahatan yang dibuat berkesan sebagai Honai (perhatikan atap)









Paskalis Mabel

Romina Entama, Kelena Walela, Dorkas Mabel
Mari kita pulang anak-anakku (muridku). Hari semakin siang dan perut sudah mulai lapar, kalian juga harus pulang, rumah jauh dan Mama sudah menunggu,


Ini salah satu aktivitas masyarakat Papua. Menebang dan memotong-motong serta membelanya dengan kampak. Lalu, kayu ini akan dijual sebagai kayu bakar.

Inilah cara kami berinteraksi satu sama lain. Jika bertemu saling menyapa atau berjabat tangan sebagai rasa senang dan saling menghormati satu sama lain.
Mereka ramah dan murah senyum. Jangan malu untuk menyapa dan bercerita dengan mereka karena mereka memiliki sifat 'Welcome' yang luar biasa. Yah, meskipun sebagian besar dari mereka, terutama Mama-mama dan teteh-tetej tidak bisa berbahasa Indonesia, jika tidak mengerti aku sih tersenyum saja. Heheh...
Goa Kontilola sangat dekat dari jalan antar kabupaten. Hanya sekitar 185 meter.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.