Sabtu, 16 Agustus 2014

Lakukan

Lakukanlah! Bertindak.

Jika kamu tidak melakukan apa-apa lalu hasil apa yang akan kau tunggu? Mana mungkin sesuatu itu datang dengan sendirinya, butuh kerja keras dan doa dong....

Tak perduli apa bisik-bisik kanan-kiri yang menggoda agar goyah atas keyakinan dan keputusan yang ku pilih, aku akan tetap kokoh. Bukan masalah egois atau bermimpi terlalu tinggi, namun ini soal perubahan yang lebih besar.

Jika dulu aku anak yang terbelenggu karena rasa minder, berlahan itu berubah seiring pengalaman keras hidup yang terlalui, selain itu pendidikan yang ku lalui dan pengetahuan yang bertambah membuatku berubah.

Kepedulian yang meningkat. Cita-cita saya simple sebenarnya dari dulu sejak mengenal yang namanya belajar.

-Waktu kecil aku pernah berkata pada seseorang bapak-bapak yang bertanya padaku.

"Saya hanya ingin jadi guru. Guru Matematika."

Lalu mulai kelas 3 SD aku sering mengikuti cerdas cermat Matematika, mengikuti lomba melukis sekali-kali. Hingga berlanjut SMP, selain kegiatan itu aku mengikuti Pramuka, sering maraton, dan hobby ke ruangan menjahit, perpustakaan, lab komputer, dll. Aku termaksud siswa yang aktif. Menjadi bendahara yang merangkap sekertaris. Ikut kegiatan seni seperti les tari daerah di sekolah, paduan suara.

Namun sedikit bergeser saat SMA, aku tetap mengikuti beberapa kegiatan, seperti SIaR (Siaran Islam Remaja), Maraton, beberapa olaraga lain meskipun aku bertubuh mungil. Dan saat kelas 2 SMA aku mengikuti Olimpiade Sains Fisika. Hobby perpustakaan tak pernah ku tinggalkan.

Aku dijuluki kutu buku oleh kakak-kakak kelas 3 yang menjadi teman-teman satu kosku. Saat kelas 1 aku memang belajar keras, jujur aku tak akan bersekolah hingga jenjang ini bila tak nekat, kedua kakak laki-laki melarangku sekolah, meskipun mereka lulusan terbaik saat lulus SD mereka tak mau bersekolah. Namun, berita mengejutkan selalu ku kabarkan saat mereka sudah tak bisa berkata apa-apa. Aku akan memberitahukan saat aku sudah sah diterima.

Saat kelas 2-3 SMA, aku tinggal di salah satu guru yang hingga saat ini tetap seperti ibuku (Nurliani, S.Pd). Beliau bersama dengan bu Nahar menawariku untuk tinggal di rumah beliau. Beliau, ayah( suaminya), anak-anaknya adalah keluargaku yang sangat ku sayang selain ortu dan saudara kandungku.

Aku menuju Samarinda sendiri. Mendaftar sendiri tanpa bimbingan keluarga. Tespun hanya mengikuti jalur nasional. Meskipun saat itu ragu, namun tidak mengikuti tes lokal karena keterbatan biaya, ku pasrahkan pada takdir. Alhamdulillah diterima dijurusan Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Mulawarman.

--Jika sekarang saya ditanya

"apa cita-citamu?"

"Ingin jadi guru Matematika, tapi bangga menjadi guru Fisika."

"Tapikan Fisika susah?"

"Tidak ada yang sulit jika kita yakin dan berusaha. "

"Kan sudah lulus ni, harapna lainnya apa?"

"Dari SMP sih, pengennya di desaku itu ada perpustakaan untuk baca anak-anak di sana, agar mereka tak merasakan hal seperti kami dulu. kalau bisa sih ada buku karyaku kelak di perpustakaan mini itu. Hehe,"

"Lainnya?"

"Banyak. Tapi yang terpenting sekarang ada 3 hal yang mewujudkannya mungkin bisa seumur hidupku."

"Apa?"

"Pertama, aku ingin membuatkan orang tuaku yang sudah rentah itu rumah layak huni. Aku tak ingin mereka tingga berlama-lama di pondok beratas berdinding daun nipa dan berlantai bambu serta tak berlistrik. Kasihan mereka hingga masa tuanya masih terbebani hal itu, adik-adikku masih kecil namun rumah kami telah rata dengan tanah dua tahun lalu, tega sekali si jago merah menghabiskannya!

Kedua, aku akan menabung untuk mereka naik haji. Ini cita-citaku sejak dahulu kala hingga seterusnya hingga list harapan ini tercoret telah terwujud.

Ketiga, jika aku bisa kuliah. Maka kelima adik perempuanku harus bisa merasakan perguruan tinggi. Minimal S1, sama denganku."

"Hmmm.... Semoga terwujud ya, teruslah berusaha, berdoa, jangan lupa bersyukur dan bersama dalam mewujudkan sesuatu. Tuhan (Allah) tak pernah tidur. Semoga sukses Nak."

"Amiinn"

****

--Pengalan kos mulai smp, sma, dan kuliah
--Kuliah sambil kerja itu hal biasa
--Foto pemandangan dari kamera sendiri adalah koleksiku.
--Pernah menangis karena sangat rindu dengan keluarga, suasana rumah, dan penyesalan membiarkan orang tua bekerja keras :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.