Ketika kita dituntut untuk harus selalu kuat dalam fisik, pikiran, dan mental dalam menjalani hari-hari yang penuh dengan segudang aktivitas yang mewajibkan menyelesaikan tugas-tugas yang sesuai jadwal (menghasilkan produk setiap harinya)---sebagai seorang calon guru profesional tentu harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran.
Dari menganalisis silabus, membuat RPP, media, bahan ajar, LKPD (Lembar Kerja peserta Didik) hingga lembar penilaian. Harus paham benar tentang pendekatan, model, metode pembelajaran.
Jika hanya sekedar membuat, semua orang juga bisa membuat. Namun, di sini kita dituntut untuk membuat yang benar-benar sesuai satu sama lain. Sehingga perangkat pembelajaran itu benar-benar bermanfaat dan memudahkan dalam mencapai tujuan dibuatnya perangkat pembelajaran tersebut.
Bukan hanya tentang itu kawan. Kami harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang kami buat. Jadi jangan sekali-kali mengira kami hanya sekedar membuat, bisa copas, dll.
Kami harus mempresentasikan didepan teman-teman lain dan dosen (instruktur), dikritisi dan dievaluasi berkali-kali.
Kami juga harus memenuhi syarat Peer Teaching, dimana mengajar dikelas sesuai dengan perangkat pembelajaran yang kami buat. Pembuktian keefesian perangkat yang kami buat. Yang menilai bukan hanya dosen/instruktur, ada guru mata pelajaran dari beberapa sekolah yang menyaksikan langsung dan menilai kami yang nilainya akan menentukan kelulus.
*****
Sebagai sarjana Pendidikan Fisika, akan menjadi guru profesional mata pelajaran fisika. Kami harus terbiasa dalam melakukan praktikum dan eksperimen. Beruntung Pendidikan Fisika FKIP UNMUL memiliki laboratorium yang memadai dengan dilengkapi dengan peralatan praktikum yang sangat baik. Sehingga kami bisa menggunakan alat-alat yang kami butuhkan.
Tidak selalu kami menggunakan alat-alat praktikum dari laboratorium. Ada beberapa materi pelajaran yang memungkinkan agar kita bisa membuat proyek. Sehingga kami membuat hasil proyek/ alat percobaan sendiri. (Ini menyenangkan loh, hehehe)
Sebelum benar-benar menyajikan perangkat pembelajaran pada saat Peer Teaching kepada dosen/instruktur dan melakukan praktikum dalam pembelajaran itu. Maka benar-benar harus mencoba alat hingga berhasil sesuai harapan, mengoreksi kembali semua perangkat sebelum mengeprint dan menjilidnya.
Oh, sungguh bukan hal yang mudah kawan. Ini melelahkan, karena kehidupan kami bukan hanya masalah workshop (perkuliahan), namun kehidupan berasrama dan kegiatan tambahan lain (pramuka, wawasan kebangsaan, seni, kerja bakti, olahraga, apel, upacara, keagamaan, dll) yang tentu banyak kegiatan padat yang jujur saja menyita waktu istirahat, meski sesekali mengeluh tetap saja kami menjalaninya dengan syukur, kami sadar ini demi untuk kami sendiri dan demi keprofesionalan. Hehehe, keep smile guys :D
*****
Kegiatan Workshop
tidak serta merta terasa kaku kawan. Meskipun harus bekali-kali revisi dan
mengubah perangkat pemebajaran. Setiap siklus selalu membuat kami merasa nyaman
dalam menjalani kegiatan. Dosen yang rama dan menar-benar membimbing. Tidak
hanya segi akademik namun secara motivasi juga sangat membantu.
Oia kawan,
kegiatan dikelas workshop juga tidak selamanya bekerja sendiri. Karena
kami berdiskusi, bekerja kelompok, saling membantu dalam memberikan saran
dan jalan keluar dalam permasalahan. Tidak selalu harus duduk dikursi dengan
kondisi rapi kawan, kami boleh lesehan atau memilih posisi nyamannya kita
belajar dan mengerjakan tugas dengan baik.
Karena, jujur saja
kawan. Kalian bisa bayangkan jika dalam 6 siklus pembelajaran, seandainya
diilaksanakan dengan kaku/foormal secara terus menerus, kira-kira ni---apa kah
tidak merasa jenuh/bosan/letih?
*****
======
=====
=====
=====
Gambaran Umum Kegiatan Siklus 1 sampai 4
======
Siklus pertama,
bersama dengan bu Nurul dan Pak Lambang. Perkuliahan dilaksanakan di Gunung
Kelua, ruangan Peer Teaching II. Karena dekat dengan laboratorium, maka kami
tidak sulit dalam meminjam peralatan pertaktikum. Selain faktor karena Prof
Lambang merupakan pembantu dekan. Karena ruang kelas di kampus pahlawan untuk
kelas Fisika belum siap.
Meskipun tenaga
ekstra karena jarak asrama (Jl. Pahlawan) dengan tempat kuliah yang lumayan
jauh, bersyukur prof Lambang membiayai transportasi kami.
Dalam siklus ini,
guru pamong sangat memberikan motivasi dan inspirasi dalam mengajar nanti
disekolah. Banyak pelajaran yang kami dapat dari dialog dan kesempatan
berdiskusi dengan beliau.
Siklus ini,
meskipun terasa berat kerena putaran pertama adalah awal kami benar-benar
menguras seluruh kemampuan otak kami mengingat dan belajar kembali tentang
perangkat pembelajaran.
Dengan keceriaan dan canda yang sering kali tercipta ditengah-tengah keseriusan, semua terselesaikan dengan baik dan lancar dengan hasil yang baik pula.
Dengan keceriaan dan canda yang sering kali tercipta ditengah-tengah keseriusan, semua terselesaikan dengan baik dan lancar dengan hasil yang baik pula.
=====
Siklus dua.
Ruangan yang dijanjikan oleh pihak LPTK telah siap digunakan. LCD, bangku,
papan tulis, dan kipas ruangan.
Siklus ke-2 ini,
dibimbing oleh Bu Laili dan Pak Benyamin.
Karena siklus ini
ada hari minggu yang tidak ada kegiatan asrama yang dipandu instruktur. Setelah
kegiatan olahraga dan kerja bakti asrama. Kami melakukan perjalanan menuju
Kutai Kartanegara. Tenggarong, kami menuju bukit biru. (ini atas izin pembina
asrama loh ya, heheh)---hujan ditengah perjalanan tak menyurutkan semangat, oia
berangkatnya rame-rame bareng pendidikan Bahasa Inggris.
Di siklus dua ini
pendalam konten, dibantu oleh dosen-dosen muda Pendidikan Fisika FKIP UNMUL
(Kak Arif, Kak Atin, dan Shelly). Thanks.
Kegiatan Peer
Teaching, karena alat-alat laboratorium lumayan banyak yang digunakan dan agak
membuat ribet jika dibawa keruang kelas yang jauh dan harus dikembalikan
secepatnya, maka Peer Teaching dilaksanakan dilaboratorium (kampus utama UNMUL,
Gunung Kelua).
Hari ke 10 siklus
digunakan untuk menguji alat dan mengambil data percobaan untuk pertimbangan
apakah alat bisa digunakan.
Hari ke 11,12,13
digunakan untuk Peer Teaching.
"Foto bersama nyusul" Hehehe
"Foto bersama nyusul" Hehehe
=====
Siklus ke-3. di
bimbing oleh Pak Zaini dan Pak Haerul.
Di siklus ini
lumayan isi kepala kami diotak atik dengan pemahaman yang ternyata selama ini
KURANG TEPAT. Hahah, pusing kepala. Meskipun begitu, siklus ini masih sama
enjoynya dengan seiklus sebelum-sebelumnya.
Selama ini dosen
tidak menuntut banyak hal dan terlalu serius, selama kami mengerjakan tugas
kami dengan benar dengan penuh tanggung jawab mereka apresiasi.
Di, akhir siklus
ini. Kami diajak jalan-jalan ke Planetariun Jagad Raya Tenggarong. Belajar
banyak hal tentang Galileo dan alam semesta ini. Thanks.
=====
KMD--Pramuka telah
usai, siklus 3 telah berakhir. Saatnya kita menjalani hari-hari siklus ke-4.
Kali ini kami
dibimbing oleh Pak Zulkarnaen dan Pak Yunus. Kami mmendapatkan banyak
referensi baru. Ternyata mereka hobby mengoleksi buku yang keren-keren.
Harus kerja ekstra
untuk memahaminya, so semuanya bahasa inggris. :/
Pada siklus ini kami juga lebih banyak lagi belajar tentang konsep. Fisika bukan hanya mengerti rumus dan menghitung. Pahami konsep dan akan lebih mudah belajar fisika.
Pada siklus ini kami juga lebih banyak lagi belajar tentang konsep. Fisika bukan hanya mengerti rumus dan menghitung. Pahami konsep dan akan lebih mudah belajar fisika.
We know that, tapi
hal itu tidak mudah seperti yang diinginkan.
Oia, kamis 2 juni
2016. Setelah presentasi perangkat pembelajaran. Kami ada acara sederhana yang
seru. Alhamdulillah ya, kebersamaan yang nikmat. Hehehe
Inilah gambaran betapa kita harus terus bersyukur atas nikmat ataupun ujian yang telah dihadirkan Tuhan (Allah) kepada kita.
=======
Belum sampai di situ saja kawan, kami masih menjalani dua siklus lagi dibulan ramadhan ini. Harus tetap semangat dan tetap menjalankan kewajiban sebagai peserta PPGSM3T baik dikegiatan workshop, keagatan tambahan, dan kegiatan berasrama.
=======
Jadi itulah sedikit kisah yang dapat saya bagiikan kawan-kawan pembaca sekalian. Kami isyaAllah sudah teruji dari pengalaman setahun terjun langsung kelapangan dengan proses yang tidak mudah, proses yang panjang melalui program SM3T.
Dan, kini kami menjalani perkuliahan yang jujur tidak mudah seperti menuliskan cuhatan atau sekedar berkata-kata.
Dalam kegiatan PPG, ada juga tes formatif yang dilakukan disetiap akhir siklus, ini tentang kemampuan akademik dan kemampuan padagogik. Kegiatan belajar bersama di asrama sangat membantu dalam berdiskusi tentang memahami pelajaran dan pembelajaran.
Heii... Guru juga harus selalu belajar kawan. :D
Apapun itu, selalu senyum semangat ... :D
Jika dalam istilah pendidikan mengajar itu harus ada lima M-nya. Maka setiap proses yang kita lalui harus lima S-nya.
SEMANGAT. SYUKUR. SABAR. SENYUM. SELALU
=====
Salam kenal. Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.