Pelangi. Aku rindu. Langit hari ini sungguh tak bersahabat, aku menjadi ragu, seperti janjiku kuabaikan segalaya termaksud rasa dilema yang menggoda untuk berhenti sejenak. Aku masih di sini, di kota kecil menantimu, langkahmu terus maju meski lelah kau sembunyikan dengan berbagai cara, aku tau itu meski tak melihatnya, namun nyata memang begitu.
Pelangi. Kau tau, aku sama adanya. Tak ingin menyerak dengan keadaan yang sering kali memaksa. Katamu hari esok pasti akan penuh warna-warni yang lebih cerah dan begitu melukiskan sesuatu yang indah. Aku masih mempercayai itu. Bagaimana denganmu?
Langkah kecil kita tak bisa kah kita biarkan saja mengikuti irama takdir. Bukan aku tak ingin kau lebih berusaha, hanya saja kau lupa dengan kata-kata hangatmu padaku saat aku menangis di gerimis sore itu.
"Jangan menangis lagi karena bunga-bunga tak bisa membedakan air mata dan air hujan di pipimu. Berteriak saja, katakan pada semuanya bahwa hidup memang begini.Kadang kita berjalan lebih cepat, berlari, lalu kita terjatuh dan terpaksa merangkak hingga kemudian mampu berjalan lagi, tapi dari itu semua yang perlu kita ingat. Jangan pernah berhenti karena waktu tak perna sudih menunggu sedetik saja. Ini hanya sesaat."
![]() |
| Foto : Pribadi |
*****
Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.