Berkunjung ke rumah siswa adalah salah satu kegiatanku yang paling aku
suka. Bagaimana tidak, dengan berkunjung ke rumah mereka aku akan tau
banyak hal, aku akan mengenal anggota keluarga mereka. Dan aku akan
lebih mudah akrab dengan siiswa tersebut.
Hari ini, senin. Setelah mengajar, aku bersama siswa-siswa ku
berjalan menuju Wosi ( 4 Km dari sekolah tempatku mengajar dan tinggal).
Sengaja
aku ikut berjalan kaki agar lebih tau rasanya perjuangan siswa-siswiku
setiap pagi dan diang berjalan menelusuri jalan ini, lalu masuk ke
jalan-jalan berumput dan berair untuk menuju rumah mereka dan sekolah.
Ini Feronika yang ikut menemani saya berkunjung ke rumah Makda dan
Romina, karena ruma Feronika tak jauh dari sekolah, jadi nanti saat
kembali dia dengan setianya menemaniku (Katanya biar ibu guru aman,
tidak diganggu orang atau apalah, hehe)
Wah, aku tidak berpikir sebelumnya kalau hari ini akan ku temua
hal-hal menari. Lihat saja makanan yang saya pegang bersama Feronika
ini. Ini adalah sayuran denga bumbu buah meraka. Mau tau rasanya?
cobalah saat kau ke Papua, jangan tanya padaku karena aku tak berani
memakannya.
Loh? Apa keluarga Makda dan Romina tidak merasa tersinggung?
Tentu saja mereka tidak tau hal itu.
***
"Anak? di dapur ada mama atau siapa kah?" Tanyaku menujuk bangunan panjang yang disebut dapur.
"Tidak ada oran ibu guru, hanya ada Oromina yang sedang memasak."
"Ah, kita bisa masuk kah? makan di dalam saja?"
"Ayoo" Semua anak masuk bersamaku.
"Ibu guru makan sudah."
"Hahaha, kalian boleh makan, nanti ibu guru coba sedikit ya."
Mereka mulai melahap. Dan, mulai berdebat karena makan tersisa sedikit. Aku tau mereka berbicara tentang makanan jatahku. Meski dengan bahasa daerah aku menebak.
"Ah, tidak apa-apa sudah. Habiskan saja. Ibu guru sakit perut." Alasanku sambil tersenyum senang.
Lain lagi, kisah hipere (ubi) reksasa yang di bawa kakak Makda dari kebun. Wah, berat banget.
Ini dia suasana di dalam dapur saat satu persatu anggota keluarga datang dari kebun dan dari mana saja (entahlah, aku tak menanyakannya).
Yang ku pegang ini adalah alat musik. Aku lupa menanyakannya juga, apa namanya.
Hari semakin siang, Fero mulai mengingatkanku akan waktu. Aku masih ingin menikmati keadaan di sini. Bercerita banyak dan lebih mengenal keluarga ini. Karena aku harus kembali, maka bye-bye Mama, Teteh, dan semuanya.
MelewatiRumput-rumput tinggi dan Genangan air yang memaksaku tidak
menggunkan kaos kaki dan sepatuku kembali. Kami sampai ke jalan raya
(jalan antar kabupaten).
Aku bertemu dengan muridku yang lain. Ada juga Mama- Mama, senangnya saya diberi oleh-oleh hipere.
*****
Terima kasih untuk kebersamaan ini murid-muridku dan
seluruh keluarganya. Aku pasti sangat merindukan segala kisah yang ku
lalui selama setahun di sini, Jayawijaya - Papua.
*****
Thanks atas kunjungan dan komentar blognya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.