Aku
bukan tak ingin mempertahankan harapan ini apa lagi menyiramnya untuk terus
tumbuh dalam doa terbaik untuk sosok indah yang berani membuat perasaanku damai
bahagia.
Aku tak pernah berani walau hanya melirik
kesejukkan kesehariannya, apa lagi meminta angin menyampaikan pesanku,
membisikan rasa bahagia yang sama padanya nan jauh di sana. Sungguh aku hanya menerima takdirNya.
Cukuplah doa tulus yang menciptakan
senyumku, bisa saja ketika aku tak menginginkannya
Tuhan telah merencanakan yang terbaik. Membuat
keajaiban, yang tak terbayangkan menjelma menjadi kebahagianya yang
memekarkan jutaan senyuman.
Aminn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.