Jumat, 18 September 2015

Kuserahkan Pada Takdir Saja (18 September 2015)




Aku bukan tak ingin mempertahankan harapan ini apa lagi menyiramnya untuk terus tumbuh dalam doa terbaik untuk sosok indah yang berani membuat perasaanku damai bahagia. 

Aku tak pernah berani walau hanya melirik kesejukkan kesehariannya, apa lagi meminta angin menyampaikan pesanku, membisikan rasa bahagia yang sama padanya nan jauh di sana. Sungguh aku hanya menerima takdirNya.

Cukuplah doa tulus yang menciptakan senyumku, bisa saja ketika aku tak menginginkannya Tuhan telah merencanakan yang terbaik. Membuat keajaiban, yang tak terbayangkan menjelma menjadi kebahagianya yang memekarkan jutaan senyuman. 

Aminn...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.