Kabut pagi masih tebal, dan embun masih setia menyejukkan dedaunan.
Aku mengucek pelan mataku, dan menguap kecil. Kuseret pelan kakiku
keluar kamar untuk menuruni tangga menuju kamar mandi.
Saat
ini ada hal yang begitu menggagu pikiranku, cukup lama aku termenug,
berdiri di pinggiran bak yang berisi air penuh. "Kasihan," Gumamku
sedih.Tapi tak kubiarkan pikiraanku dihantui oleh rasa kasihan itu. Aku
kembali ke kamar dan membereskan kembali barang-barangku. Satu, dua,
tiga, dan seterusnya hingga aku menyebutkan angka belasan. Aduh,
ternyata hartaku banyak juga. Harta milik pribadi selama aku menempuh
pendidikan di universitas, sebagian besar merupakan buku yang sengaja
kukoleksi, adapula yang kubeli karena bukunya kualitasnya baik tapi
harganya murah atau diskon.
Aku sangat suka buku, aku
bahkan ingin suatu saat aku bisa menulis buku dan bermanfaat untuk
banyak orang. Oia, satu hal yang kurisaukan lagi, nanti di rumah kecil
kami aku harus memutar otak agar buku-buku dan barang-barangku ini tidak
mengganggu mereka (keluarga), tidak mempersempit ruangan rumah
sederhana lagi, dan harus siap-siap jika nanti adikku yang banyak itu
tak sengaja mengotori atau menyobek bagian buku. Ah, rumah kami yang
lumayan luas dan dibangun dengan perjuangan telah dilahap si jago merah
dua tahun lalu. Dan kini, kami masih terus berusaha bersabar dan juga
menabung agar bisa membuat rumah yang sederhana namun bersih, rapi dan
nyaman.
Hari ini aku akan berjanji pada diriku dan
keluargaku. Hari baru akan dimulai, lembaran kehidupanku harus di
perbarui, dan garis pada grafik perjalananku tak boleh menurun atau
datar saja. Harus meningkat, meski hanya 0,0001%.
"AKU BERJANJI, INSYAALLAH SELALU ADA JALAN TERBAIK DAN SENYUMAN TERMANIS"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.