Senin, 21 Oktober 2013

Sakit dan Aku Takut


Miamie melirik jam tanganya. Saat itu angka 7 yang berada di ujung jarum jam. Miamie berjalan pelan melalui jalan kecil menuju taman. Ia duduk di bangku dan menatap jauh ke depan. Ini masih sangat pagi bukan untuk menggalau? Namun sayang sepertinya rasa takut masih menyiksanya. Rasa takut yang seenaknya membuat pikirannya terfokus pada masa depan yang lumpuh dengan ketidakberdayaan. Seperti itulah keadaannya saat ini.

Miamie pernah bercerita pada seseorang bahwa ia ketakutan.
"Aku takut tangan ini belum bisa melakukan apa-apa untuk membuatku puas melijat orang-orang yang ku sayangi tersenyum bahagia." Begitu kata-katanya saat itu.

Pagi ini gadis penyuka warna biru-putih bak langit cerah itu masih memikirkan hal yang sama. Miamie menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Manik matanya beralih menatap jari-jemarinya yang sedikit ia gerak-gerakkan. Keningnya mengkerut menahan sakit. Tangan kirinya meraih pelan tangan kanannya yang mulai mati rasa, tangan kanan itu terletak di atas paha sejak lima belas menit lalu.

Miamie menatap dalam diam, detik ke sebelas ia sengaja menekan pergelangan tangannya dengan kuat.

"AHHH...." Pekiknya merasa sakit dan meneteskan air mata.

Story By : Nurmiati, 21 Okt 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.