Miamie melirik jam tanganya. Saat itu angka 7 yang berada di ujung
jarum jam. Miamie berjalan pelan melalui jalan kecil menuju taman. Ia
duduk di bangku dan menatap jauh ke depan. Ini masih sangat pagi bukan
untuk menggalau? Namun sayang sepertinya rasa takut masih menyiksanya.
Rasa takut yang seenaknya membuat pikirannya terfokus pada masa depan
yang lumpuh dengan ketidakberdayaan. Seperti itulah keadaannya saat ini.
Miamie pernah bercerita pada seseorang bahwa ia ketakutan.
"Aku
takut tangan ini belum bisa melakukan apa-apa untuk membuatku puas
melijat orang-orang yang ku sayangi tersenyum bahagia." Begitu
kata-katanya saat itu.
Pagi ini gadis penyuka warna
biru-putih bak langit cerah itu masih memikirkan hal yang sama. Miamie
menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Manik matanya beralih
menatap jari-jemarinya yang sedikit ia gerak-gerakkan. Keningnya
mengkerut menahan sakit. Tangan kirinya meraih pelan tangan kanannya
yang mulai mati rasa, tangan kanan itu terletak di atas paha sejak lima
belas menit lalu.
Miamie menatap dalam diam, detik ke sebelas ia sengaja menekan pergelangan tangannya dengan kuat.
"AHHH...." Pekiknya merasa sakit dan meneteskan air mata.
Story By : Nurmiati, 21 Okt 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam kenal. Semoga bermanfaat. Thanks atas kunjungan dan komentarnya.